Loading...


Setiap tanggal 17 Ramadhan ummat Islam memperingati Nuzulul Quran. Untuk mengenang bahwa Al-Quran diturun pada tanggal tersebut. Diturun kepada Nabi Muhammad SAW oleh Malaikat Jibril saat beliau sedang bersemedi sendirian di Gua Hira’. Sekaligus beliau diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Sebagai utusan dan penyampai risalah Allah.  Sebagaimana Firman Allah SWT,

‎شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ ….. (١٨٥)
Artinya : Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Kitab suci Al Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah di langit dunia pada malam al-qadar. Setelah itu, Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad secara bertahap selama 23 tahun sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya sejak beliau diutus sampai wafatnya. 13 tahun di Makkah dan 10 Tahun di Madinah.
Al Quran merupakan mukjizat terbesar yang diberikan kepadanya. Ini merupakan kemuliaan bagi beliau. Ayat yang pertama sekali diturunkan adalah surat Al-‘Alaq ayat 1-5. 

Nuzulul Quran diperingati setiap tahun, mulai dari pusat sampai ke pelosok desa. Dengan tujuan sebagai syi’ar untuk mengenang turunnya Al-Quran sebagai pedoman bagi ummat manusia. Dimana mana nuzulul Quran diperingati, namun adakah Al-Quran dijadikan sebagai pedoman hidup ? 

Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi ummat manusia, disertai dengan penjelasan penjelasan mengenai petunjuk itu. Diutus seorang Rasul untuk memberi penjelasan secara rinci mengenai petunjuk tersebut dimana ada hal hal yang tidak dimengerti, yaitu dijelaskan dengan hadits hadits Rasulullah, sehingga manusia dapat membedakan antara yang hak dan yang batil. Dapat megenal yang mana halal dan mana yang haram. Dapat membedakan antara ketaatan dan kemaksiatan. Manfaat terbesar dari Al-Quran adalah dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. 

Fenomena yang kita lihat dalam kehidupan manusia sekarang. Al-Quran jangankan dipahami dan digunakan sebagai petunjuk, malah untuk dibaca saja tidak pandai. Hanya sebagian saja ummat yang mampu membacanya. Walaupun sudah banyak yang jadi hafizh, tahfizd dan tilawah selalu dimusabaqahkan,  namun masih lebih banyak yang tidak pandai membacanya, bahkan ada ummat yang tidak memiliki Al-Quran. 

Al-Quran sekarang sudah jauh dari kehidupan ummat, hanya mushhaf yang dijadikan sebagai simbol ketakwaan saja. Digunakan untuk menguatkan sumpah saat pelantikan para pegawai dan pejabat negara. Dibacakan saat pembukaan suatu acara seremonial. Untuk diadakan acara khataman di rumah pengatin wanita  yang padahal bukan saatnya khatam bagi dia dan menjadi barang hantaran bagi pengantin pria kepada pengantin wanita sebagai simbol bahwa mereka beragama Islam. Bahkan Al-Quran hanya dipajang sebagai hiasan lemari saja. Atau dibacakan saat mengusir makhluk halus yang bersemanyam di tubuh manusia, itupun harus mengundang ustadz untuk membacanya. 

Al-Quran diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Tetapi manusia tidak menggunakannya sebagai petunjuk. Andai Al-Quran diturunkan kepada gunung, maka gunung bergetar sehingga terpecah belah karena takut kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya, 

‎لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ 

“Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.”( QS. Al-Hasyar: 21). 

Allah menurun Al-Quran sebagai pedoman bagi hamba-Nya, agar mendapat kebahagian dalam kehidupan dunia dan menjadi syafaat di akhirat kelak. Tetapi manusia tidak mengambilnya sebagai pedoman. Allah membuat hukum hukum di dalamnya namun tidak digubris. Allah melarang zina, malah itu yang sedang trend. Apabila seseorang berzina maka pelakunya diperintahkan cambuk atau rajam, hal itu dianggap melanggar HAM. Allah melarang mabuk mabukan dan melarang mencuri, justru itu yang sedang merajalela mulai dari kelas teri hingga kelas kakap. Setiap pencuri diperintahkan potong tangan, malah dimasukkan ke dalam penjara, diberikan fasilitas tempat tidur, makan dan obat obatan gratis, sehingga menghabiskan uang negara yang banyaknya tidak terhingga. 

Allah melarang pembunuhan, jika seseorang membunuh maka sipelaku juga harus dibunuh sesuai dengan hukum qishash, itupun tidak dihiraukan, sehingga pembunuh dan perampok terus saja beraksi tidak pernah merasa kapok. Allah mengharamkan riba, namun bukannya berhenti, tetapi riba malah semakin subur dan berbunga bunga. 

Semua sudah Allah atur dalam Al-Quran. Allah melarang suatu perbuatan bukan tanpa memberikan sulusi, tetapi selalu diberikan solusi bagi setiap masalah. Solusi bagi haramnya zina adalah dengan dihalalkan pernikahan. Solusi bagi haramnya riba dengan dihalakannya jual beli dan disuburkannya sedekah, dan berbagai solusi lain dalam setiap problema yang dihadapi ummat. 

Dalam Al-Quran juga Allah perintahkan kita untuk taat kepada pemimpin yang ditugaskan untuk meri’yah rakyatnya. Karena tidak semua perintah Allah bisa dilakukan oleh setiap individu, akan tetapi sebahagiannya harus diterapkan oleh negara. Individu hanya mampu melaksanakan perintah yang bersifat personal, seperti shalat, puasa, zikir dan sebagainya. Namun sangat banyak perintah yang tidak bisa dilakukan oleh individu dan harus dilaksanakan oleh pemerintah. Seperti hukum qishash, hukum rajam, pengelolaan zakat melalui baitul mal, pengelolaan haji dan lain lain. 

Allah SWT menurunkan Al-Quran karena sayang kepada hamba-Nya.  Untuk dijadikan pedoman dalam mengarungi kehidupan. Oleh karena itu, mari kita kembali kepada Al-Quran, pelajari dan pahami isi kandungannya, agar kita mendapatkan solusi dalam setiap problema yang kita hadapi, mendapatkan ketengan dalam kehidupan. Karena Al-Quran bukan hanya untuk diperingati milad turunnya, tetapi untuk dipedomani. Semoga mejadi cahaya bagi ummat muslim untuk menggapai kemenangan.
SHARE :
 
Top