Loading...


Alhamdulillah Saat ini kita berada di penghujung , bulan Ramadhan. Patut kita syukuri, selama ini kita diberi kesehatan, sehingga kita telah mampu melewati hari harinya dalam ibadah kepada-Nya. Sebentar lagi tamu istimewa itu akan pergi meninggalkan kita. Pergi jauh untuk waktu yang lama. Kemungkinan ia akan kembali di tahun yang akan datang jika dunia ini masih ada. Akankah kita bertemu lagi dengannya di tahun yang akan datang ? 

Di satu sisi, merasa senang saat Ramadhan akan pergi, karena bisa dipastikan hari raya sudah di depan mata. Jika Ramadhan terus gak habis habis kapan hari rayanya. Di sisi lain merasa sedih, karena Ramadhan datang hanya sebentar saja. Masih banyak yang diinginkan darinya, mungkin pahala baru dapat sedikit, dosa belum terampuni. Yang jelas, rela tidak rela, sedih ataupun senang Ramadhan tetap akan pergi. 

Mari kita muhasabah sejenak, selama Ramadhan singgah di tempat kita, memang tidak lama hanya satu bulan saja, seperti kapal pesiar yang singgah sebentar di pelabuhan, membawa banyak barang bagus, orang orang menyerbu kapal, semua menginginkan barang bagus, made in luar negeri karena jarang jarang ada. Di kapal Ramadhan, apa yang bisa kita dapatkan darinya. Ramadhan datang membawa banyak kebaikan, adakah kita mengambil kesempatan emas ini untuk menyerbu kebaikan sebanyak banyaknya. 

Ramadhan datang, Allah menutup pintu pintu neraka, adakah kita mengambil kesempatan untuk lari sejauh mungkin darinya. Dan berusaha untuk tidak akan kembali mendekatinya nanti setelah Ramadhan pergi. Pintu pintu surga dibuka lebar lebar, adakah kita berlari berlomba lomba untuk bisa memasukinya, dan berusaha untuk mendapat tempat terbaik di dalamnya.  Syetan syetan dibelenggu, adakah kita berusaha untuk menjahuinya agar kita tidak lagi tergoda oleh rayuannya, karena yang dibelenggu hanya tubuhnya saja, sementara muludnya masih bisa menggoda orang orang yang sedang berpuasa. 

Allah membuka pintu rahmat di kala Ramadhan bersama kita, untuk mencurahkan rahmat-Nya kepada kita, adakah kita mengumpulkannya sebanyak banyaknya, sebagai bekal untuk mudik pada saatnya tiba nanti.  Allah buka pintu pengampunan yang seluas luasnya, adakah kita mengambil kesempatan ini untuk memohon agar Allah mengampuni dosa dosa kita. 

Di bulan Ramadhan juga Allah tambahkan bonus dengan memberikan waktu beribadah pada satu malam, yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan. Adakah kita pergunakan kesempatan emas ini untuk menyerbu bonus itu sebanyak banyaknya. Menangis, merengek dan merintih di hadapan Allah untuk  mendeled dosa dosa kita tanpa meninggalkan bekas di dalam memorinya. Adakah kita memohon kepada Allah agar pada malam penentuan takdir tahunan itu ditaqdirkan kehidupan yang baik kepada kita di tahun yang akan datang. 

Di bulan Ramadhan Allah mengobral pahala tidak tanggung tanggung, bukan get 1 by 1, tetapi satu kebaikan yang kita laksanakan Allah berikan pahalanya sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Berapakah yang sempat kita serbu sebagaimana kita menyerbu mall mall di saat barang barang diobral dan diskon besar besaran. Mall mengobral barang cuci gudang, sementara Allah mengobral pahala bukan cuci gudang, tetapi memang disiapkan khusus untuk kita original dan bagus. 

Allah juga memberikan banyak remisi, yaitu pembebasan dari api neraka, diberikan setiap hari kepada orang yang berpuasa, adakah kita bergembira mendapatkan remisi tersebut. Remisi itu biasa ditunggu tunggu oleh narapidana, apalagi remisi umum yang langsung bebas pada hari itu. Adakah kita berusaha untuk tidak kembali lagi membuat kesalahan kesalahan yang menyebabkan remisi itu dicabut. Atau jika kita sudah mendapatkan remisi umum yang langsung keluar dari penjara ( neraka), namun kita buat kesalahan baru yang membuat kita menjadi residivis (masuk kembali).

 Terimalah kebaikan dari Allah selama Ramadhan masih bersama kita, jangan khianati kepercayaan-Nya yang membuat Dia murka. Karena kalau sudah bebas kemudian masuk lagi maka hukumannya lebih berat, itu baru hukuman penjara, apalagi hukuman neraka. Artinya sesudah bertaubat dan Allah terima taubat kita, kemudian melakukan lagi perbuatan dosa setelah Ramadhan, maka murka Allah pasti akan bertambah berat

Ramadhan tinggal dua hari lagi bersama kita. Pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk mengambil manfaat yang masih bisa diraih. Jika Ramadhan sudah berpisah tentu kita akan sangat sedih, karena merasa kehilangan yang tak bisa tergantikan. Semoga kesan indah selama Ramadhan bersama kita bisa kita kenang dengan selalu beribadah seolah olah kita sedang dalam bulan Ramadhan. Jadikan Ramadhan sepanjang tahun dalam kehidupan kita, agar kita tidak merasakan perpisahan ini. Kebiasaan saat Ramadhan selalu kita jalankan. Kita hidupkan Ramadhan dalam keseharian kita, walaupun ia telah pergi jauh dan dalam waktu yang lama. 

 Semoga perpisahan kita dengan Ramadhan membawa kesan yang luar biasa.  Berdoalah agar Allah memberikan kita umur panjang, berharap masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan yang akan datang. Karena kita masih merindukannya dan menginginkan bisa terus bersamanya.
SHARE :
 
Top