Loading...

Asisten I Setdakab Aceh Besar Abdullah SSos membuka sosialisasi Zakat Infaq dan Sadaqah yang digelar Baitul Mal Aceh Besar di Hotel Permata Hati, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (18/9/2019). dok. Humas Pemkab Aceh Besar

Diikuti 100 Peserta

LAMURIONLINE.COM I INGIN JAYA - Baitul Mal Aceh Besar menggelar sosialisasi Zakat Infaq dan Sadaqah yang diikuti 100 peserta dan Bupati Aceh Besar yang  diwakili Asisten I Setdakab Aceh Besar, Abdullah SSos, di Hotel Permata Hati, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (18/9).

Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali dalam pidato tertulis yang dibacakan Asisten I Setdakab Aceh Besar Abdullah SSos, menghimbau agar para muzakki (orang yang wajib zakat) dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di wilayah kabupaten Aceh Besar (Abes), untuk membayar zakatnya di Baitul Mal Aceh Besar.  

“Kita menghimbau kepada para muzakki yang bekerja di wilayah Aceh Besar supaya mengumpulkan zakatnya ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar, yang nantinya Baitul Mal yang akan menyalurkan zakat para muzakki tersebut kepada yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Menurutnya, pengumpulan zakat yang dilakukan Baitul Mal Aceh Besar selama ini sudah sangat bagus, namun sasaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar semakin diperluas. Begitu juga dengan penerima zakat, katanya akan terus bertambah. 

"Jumlah zakat yang terkumpul di Baitul Mal Aceh Besar bisa semakin bertambah dan zakat bisa disalurkan tepat waktu serta tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku," kata Bupati Aceh Besar.

Sementara, Kepala Baitul Mal Aceh Besar, Drs Zamri A Rafar mengatakan, sosialisasi yang belangsung sehari itu diikuti 100 peserta dengan pemateri Ustad Masrul Aidi Lc, Dr Armiadi Musa mantan ka Baitul Mal yang juga dosen UIN Prof Syahrizal Abbas Mantan Kadis Syariat Islam Aceh guru besar UIN Ar-Raniry.

Pada kesempatan itu, Zamri A Rafar, menegaskan pihaknya telah mengupayakan beberapa sistem untuk peningkatan zakat, salah  satunya memberikan tugas kepada khatib untuk menyampaikan bersarnya manfaat zakat bila disalurkan di Baitul Mal Aceh Besar.

Upaya selanjutnya, kata Zamri, mengunjungi lembaga pemerintah, swasta dan instansi lainnya agar kiranya mereka bisa menyalurkan zakatnya melalui Baitul Mal Aceh Besar. Karena, pengumpulan zakat di Baitul Mal, manfaatnya lebih besar daripada disalurkan secara pribadi. 

“Kami menghimbau agar menyalurkan zakatnya lewat Baitul Mal Aceh Besar, karena manfaatnya bisa meluas mulai dari Kecamatan Lembah Seulawah sampai dengan Kecamatan Lhoong diperbatasan Aceh Besar,” kata Kepala Baitul Mal Aceh Besar.

Selain itu, Baitul Mal juga menurunkan tim safari zakat, untuk mendekati orang-orang atau lembaga tertentu agar mereka lebih paham dan lebih yakin kepada Baitul Mal. 

“Apabila menyalurkan zakatnya lewat Baitul Mal itu, benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan fakir dan miskin,” ungkapnya.



Sedangkan untuk penyaluran zakat dari para muzzaki, Baitu Mal Aceh Besar telah menyalurkannya dengan memberikan modal usaha untuk Dayah (pesantren tradisional). Sebab, di dayah itu, kata Zamri, banyak guru dan santri yang tidak memiliki penghasilan tetap.

“Dengan diberikan modal usaha tersebut diharapkan dapat memberikan kesejahteraan kepada guru dan santri-santri. Disamping itu, modal usaha juga diberikan kepada masyarakat miskin untuk dapat berjualan kecil-kecilan,” katanya. 

Diungkapkan, Batul Mal memberikan bantuan modal usaha sekitar Rp. 2 juta sampai Rp. 3 juta, tanpa harus dikembalikan. 

“Sehingga tidak ada beban bagi mereka untuk mengembalikan modal yang telah diberikan,” demikian Drs Zamri A Rafar, Kepala Baitul Mal Aceh Besar.

Turut hadir pada kesempatan itu, pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Besar, pimpinan Perbankan, BUMN, BUMD, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Besar Drs Fadlan, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhajir SSTP MPA, dan tokoh-tokoh masyarakat. (mariadi)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top