Loading...

Adli Muhammad, M.Sc
Lamurionline.com-- Istilah new normal diperkenalkan oleh Roger McNamee pada tahun 2003. Investor teknologi ini mengartikan new normal sebagai suatu waktu dimana semua individu bersedia dengan lingkungan dan tata aturan yang baru untuk waktu jangka panjang. Wacana ini menitikberatkan pada langkah-langkah yang benar dari pada menyerah pada tirani urgensi. Awalnya istilah ini digunakan dalam bisnis dan ekonomi global yang mengalami masa reses satu dasawarsa lalu. Dimana akan terjadi keadaaan diluar kebiasaaan namun dianggap sebagai kondisi normal.
Pada kondisi pandemi Covid-19 ini, istilah ini diperkirakan akan menjadi suasana pasca pandemi. Menurut Prof. Wiku Adisasmita bahwa new normal itu adalah keadaan kehidupan yang akan dijalankan seperti biasa ditambah dengan protokoler kesehatan. Transformasi ini akan menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai hingar bingar pandemi ini berakhir.  

Korelasi dengan kontek perubahan sosial budaya di masyarakat, salah satu faktor  eksternal terjadinya perubahan budaya di kalangan masyarakat yaitu bencana alam seperti covid-19 ini.

Pandemi covid-19 ini sebagai contoh musibah yang sedang mewabah di berbagai belahan dunia, dengan wabah ini telah melahirkan kebiasaan baru pada setiap tatanan sosial masyarakat saat ini. Misalkan saja tuntutan untuk melakukan aktivitas di rumah, aktivitas mengerakan pekerjaan dilakukan secara virtual, berkantor dari rumah, sedekah secara online, bisnis serta belajar dan lain-lain.

Pada awal kondisi ini, pada umumnya masyarakat mengalami stress karena perubahan siklus aktivitas dalam kebiasaan mareka. Padahal ini sangat dilarang mengingat stress erat kaitannya dengan penurunan imun  pada manusia Kemudian menurut seorang dokter ahli jiwa, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga fisik supaya terhindar dari stress yang dapat menghantar pada menurunnya imum seseorang. Hal  tersebut yaitu diet media, menjaga kesehatan dengan berolahraga, mengkonsumsi makanan yang sehat, serta memiliki kesempatan untuk bersantai dan bergembira.

Kembali pada soalan jaman normal baru, Pandemi ini merubah pola pekerjaan yang sibuk di luar rumah dari waktu ke waktu menjadi kondisi yang lebih tertata dan semua bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah. Pola-pola inilah yang kemudian akan menjadi item-item dalam proses perubahan kegiatan dan kebiasaan masyarakat saat wabah ini usai. Kemudian, masyarakat akan lebih perhatian dengan kondisi kesehatan diri, menjaga lingkungan serta interaksi yang tidak mewajibkan bertemu fisik, menggantikan aktivitas langsung dengan cara virtual, serta memiliki sikap proteksi yang tinggi terhadap kegiatan-kegiatan yang berdesakan.

Pada dasarnya kondisi lebih banyak ditemukan pada masyarakat urban. Mareka memiliki intensitas tinggi dalam lingkungan pekerjaan yang menimbulkan tatap muka, transaksi, serta kontak fisik seperti berdesakan di tempat umum, tempat hiburan, pada kendaraan umum dan lain-lain. Sehingga pilihan untuk melakukan aktivitas secara virtual sebagai salah satu bentuk kebiasaan baru dipilih sebagai alternatif untuk mengurangi penularan wabah.


Manusia Pasca Ramadhan

Proses penyebaran wabah sangat cepat dan masif. Bahkan tak ada yang memprediksikan kalo wabah terbesar abad ini mampu melumpuhkan seluruh akses perekonomian dunia. 

Aktivitas bulan Ramadhan umumnya dilakukan secara bersama, seperti tarawih berjamaah, kajian shubuh, berbagi sedekah dan lain-lain. Semua aktivitas ini dilakukan secara berjamaah dan saling berinteraksi. Disamping itu, kita juga bisa menemukan ragam tradisi masyarakat Indonesia khususnya pada  bulan ramadhan. Hal ini umumnya tidak dilakukan karena mematuhi himbauan pemerintah untuk tidak melalukan aktivitas yang mengundang keramaian dan di luar rumah.

Kembali pada new normal, orang-orang shalih menggambarkan new normal umat Islam pasca Ramadhan dikategori atas dua gambaran kelompok. Yaitu kelompok manusia yang mengikuti perilaku ikan, dan kelompok manusia yang mengikuti perilaku kerbau. Keduanya seharusnya memiliki perilaku yang baru sebagai bekal purna dari kebiasaan baik pada transisi Ramadhan.

Kelompok yang mengikuti perilaku kerbau yaitu mareka yang bergelimang maksiat di bulan-bulan yang di luar bulan Ramadhan, kemudian Allah memberikan kesempatan untuk membersihkan dirinya selama satu bulan. Dan pasca bulan tersebut ia akan kembali pada perbuatan yang keji tersebut. Begitulah potret kerbau yang tetap berangkat mencari kubangan, meski ia telah dibersihkan oleh tuannya. Demikian potret masyarakat yang belum siap  berbenah menuju kebiasaan baru.

Beda halnya dengan mareka yang berperilaku seperti ikan. Meski mareka melakukan kesalahan di bulan-bulan yang lain, kemudian pada ramadhan ia melakukan transisi dan pasca ramadhan ia tetap mencari kebaikan sebagai fitrah manusia. Perilaku Ikan meski ia dari dalam lumpur tetap mencari air agar bisa melangsungkan kehidupan dengan prima dan baik.  Begitulah kebiasaan manusia pasca Ramadhan yang digambarkan.

Bercermin pada makna new normal, dimana seorang muslim yang selamat adalah yang mampu beradaptasi dan survive dengan lingkungan baru pasca Ramadhan. Mareka berhasil mengaplikasikan nilai-nilai yang diperoleh dari Ramadhan  sebagai pijakan dalam meningkatkan ketaatan sampai pada kondisi normal pada sebelas bulan lainnya. 

Perilaku-perilaku yang disampaikan oleh pemerintah saat ini adalah perilaku hidup muslim. Seperti mencuci tangan sama halnya dengan menjaga wudhu yang lebih dari sekedar cuci tangan, menjaga jarak dengan yang bukan mahramnya dan mengkonsumsi makanan yang halal dan sehat.

Berperilaku seperti ikan menampilkan perumpamaan makhluk  yang mencari fitrahnya. Meski demikian, pastinya terdapat tantangan dan hambatan di dalamnya. Namun tetap bertahan hingga kita merasa nyaman dengan hal baru dan baik tersebut.

Ramadhan telah mengkondisikan seluruh amalan selama sebulan penuh, sebagai masa percobaan. Kini kita masuk pada kondisi yang baru dengan harapan dapat bertahan dengan hasil dari masa percobaan  tersebut sehingga selamat dan melewati kenormalan-kenormalan pada musim berikutnya. Amien.


Adli Muhammad, M.Sc

Mantan Pengurus Remaja Mesjid At-Taqwa Lampupok




SHARE :
 
Top