Loading...

dok. smh
LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR - Camat Indrapuri Aceh Besar, Dr Effendi MSi mengatakan, pembinaan dan pendidikan anak sangat penting di tengah pandemi Covid-19, apalagi anak-anak tidak berbas sekolah secara normal.

"Keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh pembinaan yang kita lakukan. Ibarat menanam durian, hasilnya nanti dipastikan akan manis," kata Effendi dalam sambutan saat membuka MTQ Tingkat Kemasjidan Lampanah, Indrapuri, Aceh Besar (15/8). 

Menurutnya, MTQ tersebut cukup menyejukkan dan menyenangkan, sebab mendapat sponsor dari anggota DPRK Aceh Besar Hanifullah SPdI dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. 

Dia menambahkan, konsep anak menurut Alquran, bahwa anak dan harta adalah cobaan. Namun kalau kita berhasil membinanya akan mendatangkan manfaat yang besar bagi orang tua dan masyarakat. 

"Alquran juga menegaskan, bahwa istri dan anak adalah musuh bagimu. Istri dan anak mengejukkan mata. Namun jika kita sukses membinanya akan menjadi pimpinan dan pembawa kebaikan dalam masyarakat," katanya. 


Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Husban, mengatakan cabang MTQ yang dilombakan mencakup tilawah Alquran tingkat SD/MIN dan SMP/MTs, lomba hifdhil quran juz 30 tingkat MIN/Sf, lomba shalat berjamaah, azan, dan cerdas cermat agama. 

"Peserta MTQ diikuti 55 peserta utusan lima kampung, yaitu Lampanah Tunong, Lampanah Baro, Lampanah Teungoh, Lampanah Dayah dan Lampanah Dayah," tambahnya.

Husban menambahkan, MTQ diadakan dalam rangka mensyiarkan tahun baru hijriah, namun karena bersamaan dengan HUT RI ke 75 disertai juga beberapa lomba sebagai penggembira masyarakat. 

"Aneka lomba tersebut meliputi, membawa kelereng, tarik tambang, sepak bola, balap karung, pancing botol, rangking 1, cari koin dalam tepung, dan makan kerepuk," tambah Husban. 

Anggota DPRK Hanifullah SPdI mengatakan, kegiatan MTQ ini sempat tertunda Ramadhan lalu akibat Covid-19 dan dilaksanakan kembali pada momentum tahun baru 1442 hijriah 

Dia mengharapkan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan menjaga wudhuk lima kali sehari, sebab kegiatan ini berlangsung di tengah Covid-19. 

"Tadi saya sudah bagikan masker, kiranya semua kita dapat menggunakannya," harap Hanifullah, yang juga mantan Ketua Remaja Masjid Asysyuhada Lampanah. 

Dia menambahkan, pendidikan sangat ditentukan oleh orang tua, sebab Keluarga adalah kunci utama suksesnya pendidikan anak. 

"Masalah lain adalah banyak anak-anak kita mengkonsumsi sabu-sabu. Maka penting sekali ketahanan keluarga dan MTQ ini membuat anak-anak kita jauh dari sabu-sabu," harapnya. 

Imam Besar Masjid Asssyuhada, Tgk Saifullah Ali menyatakan dukungan terhadap setiap program dan kegiatan Remaja Masjid. 

"Dengan MTQ ini akan melengkapi pendidikan anak yang serba terbatas akibat Covid-19, yang sekolah tak bisa berlangsung secara tatap muka," katanya. 

Acara pembukaan MTQ yang dihadiri ratusan warga Lampanah, juga turut dihadiri perwakilan Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Imum Mukim Reukieh, Plh Danramil 06/Indrapuri Pelda Sugianto yang diwakili Sertu Ade Supriatna, Kapolsek, para keuchik, Ketua Forum Keuchik Mahya Zakuan, Ketua BKM Sayed M Husen, dan undangan lainnya. (smh/rel)
SHARE :
 
Top