Oleh: Muzaris Masyhudi


Sebagai umat Islam, yang masih diberikan kesempatan hidup, sebaiknya memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak amalan, seperti shalat tarawih dan tadarus dengan membaca kitab suci Al-Qur'an. Karena bulan ramadhan suatu bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan dari Allah SWT.

Jika kita bandingkan, bulan suci ramadhan, merupan bulan terbaik dibandingkan bulan-bulan biasa, sehingga bagi orang-orang beriman menjadi momentum untuk memperbanyak amalan baik untuk memperoleh pahala berlipat ganda, dimana semua dosa dapat pengampunan, doa dan permohonan dikabulkan oleh Allah SWT, pintu-pintu surga dibuka, semua pintu neraka ditutup, semua syetan dibelenggu.

Kemudian, dibulan ramadhan ini juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang disebut malam Lailatul Qodar. Bagi umat Islam yang beruntung, akan mendapatkan ampunan dari Allah. 

Jadi, selain melaksanakan ibadah puasa, sebaiknya juga memperbanyak amalan selama bulan suci ramadhan, seperti shalat tarawih dan tadarus dengan membaca kita suci Al-Quran dan sekaligus memahami isi firman Allah Swt tersebut. 

Yang tak kalah pentingnya dengan memperbanyak bersedekah dan membayarkan zakat fitrah kepada asnaf yang delapan sebelum pelaksanaan shalat Idil FItri. Zakat fitrah merupakan salah satu bentuk kepedulian orang kaya atau bekemanpuan untuk menyantuni pakir miskin.

Selanjutnya, bisa juga memperbanyak amalan dengan melaksanakan i'tikaf atau berdiam diri di masjid dengan membaca AL-Qur'an dan berzikir. Soalnya, I’tikaf selalu dilakukan Nabi terutama pada bulan suci ramadhan, sebagaimana telah oleh Siti Aisyah RA : 

“Sesungguhnya Nabi SAW selalu i’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sesudah beliau.”

I’tikaf dilakukan dan dikhususkan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak dzikir, membaca Alqur’an serta amalan-amalan ibadah lain dengan hanya berharap ridhaNya.

Untuk diketahui, selama ramadhan, ada suatu malam yang penuh berkah dan rahmah, yakni malam Lailatul Qadar, yakni suatu malam yang penuh kemuliaan serta memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan. 

Adapun langkah yang dilakukan agar mendapat malam Lailatul Qadar dengan cara memperbanyak shalat malam serta amalan baik lainnya seperti, membaca sholawat, membaca Al-Quran, memperbanyak istidhfar, berdzikir. 

Dalam hadits Rosulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari)

Kemudian masalah malam Lailatul Qadar ini juga banyak pendapat dan katanya, malam‘Lailatul Qodar’ itu terjadi pada malam 10 hari terakhir, terutama di malam-malam tanggal ganjil seperti 21, 23, 25, 27 dan tanggal 29 di bulan ramadhan.

Kini mumpung kita diberikan untuk hidup, sebaiknya manfaatkanlah bulan suci ramadhan ini dengan memperbanyak amalan dan menghindari berbagai perbuatan buruk yang penuh dosa, seperti berkaroke ria di malam hari, serta menghabiskan waktu dengan main kartu remi dan domino. 

Sedangkan bagi masyarakat yang punya kemampuan untuk melaksanakan umrah, sebaiknya memanfaatkan bulan suci ramadhan untuk beribadah di tanah suci mekkah. Sebaiknya, pergi umrah dengan membawa keluarga, seperti istri dan anak. Tujuannya, agar anak dan istri juga punya kesempatan untuk memperbanyak amal ibadahnya di tanah suci.

Jika ditinjau dari dunia kesehatan, secara ilmiah ternyata  tidak ditemukan adanya efek yang merugikan dari pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Bahkan, dari seratus tiga belas artikel, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia.

Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah. Yag jelas, bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim, karena diyakini sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. 

Kemudian, semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan. Bahkan, Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. 

Sebagai contoh ada sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: "Berpuasalah maka kamu akan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular. 

Selanjutnya para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.

Kini kita sudah diambang bulan puasa dan tentu kita akan melaksanakan ibadah puasa tersebut dengan penuh keimanan dan kesadaran sebagai hamba Allah yang taat terhadap agama dengan harapan mendapat redha dan kebahagian dan kesehatan jasmani dan rohani. 

Untuk itu mari kita sambut bulan Ramadhan dengan bersuka cita, bergembira dan senang. Kenapa?  Karena Ramadhan adalah karunia Allah atas hamba-hamba-Nya. Selanjutnya mari kita bertekad untuk mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya. Kenapa? Karena bisa jadi bulan Ramadhan tahun ini merupakan ibadah puasa ramadhan bagi kita.

Jadi, sangat wajar bagi kita bertawakal dan ber-isti’anah kepada Allah dan kita termasuk umat yang mendapatkan taufiq dan pertolongan dari-Nya dan bertobat kepada Allah atas segala dosa yang telah kita lakukan selama ini. 

Semua prilaku kita yang selama ini bisa dikatakan perbuatan syetan, maka ambilah momentum bulan puasa tahun ini sebagai tahun bertaubat dan meningkatkan amal ibadah dengan harapan mendapat ampunan dan redha dari Allah. 

Sebagai orang tua, jadilah orang tua yang menjadi suri teladan bagi anak dan sanak famili dan orang dilingkungan dan dikampung halaman. Begit juga teman atau sahaat dikantor tempat bekerja. Jadilah umat yang taat beribadah, baik shalat lima waktu maupun ibadah puasa. _wallahu'alam bishawab_

Penulis merupakan Ketua Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh

SHARE :
 
Top