lamurionline.com -- Banda Aceh : Mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 serta ditetapkannya kembali status Banda Aceh sebagai zona merah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, meminta sekolah kembali menerapkan belajar dari rumah secara daring (dalam jaringan). Hal ini disampaikannya saat pimpinan DPRK dan Komisi IV DPRK melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Percontohan Banda Aceh di kawasan Lamlagang, Selasa (25/05/2021).

FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH
Pimpinan bersama Komisi IV DPRK Banda Aceh melakukan kunjungan kerja ke SMP 19 Percontohan Banda Aceh dalam rangka melihat kesiapan sekolah tersebut untuk kenaikan Kelas dan kondisi belajar saat pandemi Covid-19, Selasa (25/05/2021).


Permintaan ini kata Farid, disampaikan untuk menyahuti aspirasi warga kota karena semakin tingginya kasus Covid-19 di Banda Aceh. Kondisi saat ini setiap harinya terjadi penambahan kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19, bahkan ada pasien yang meninggal dunia setiap hari.

“Karena itu menjadi peringatan bagi kita. Demi keselamatan anak didik, tenaga pendidik, dan warga kami meminta agar sementara waktu proses belajar tatap muka di sekolah dihentikan, dan tempat belajar dipindahkan ke rumah dengan mengunakan sistem daring sebagaimana sudah pernah berjalan,” kata Farid Nyak Umar yang juga Ketua DPD PKS Banda Aceh.

Selaku pimpinan legislatif kota, Farid juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus melakukan evaluasi agar aktivitas belajar mengajar secara daring dapat berjalan baik, apalagi anak-anak akan menghadapi ujian akhir. Pembelajaran secara daring bukan hanya berlaku bagi sekolah di bawah kewenangan Pemko Banda Aceh, tapi untuk semua sekolah yang berada dalam wilayah Kota Banda Aceh, seperti SMA/SMK termasuk sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag), serta kampus. Sebab ketika ada kasus, semua menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Menurut kami tindakan preventif ini penting dilakukan, karena untuk mencegah munculnya klaster sekolah yang akan membahayakan keselamatan anak-anak kita, karena Banda Aceh sudah kembali masuk zona merah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Percontohan Banda Aceh, Nurdin, mengatakan jika pihaknya akan mengikuti apa pun kebijakan yang dikeluarkan Pemko Banda Aceh demi untuk kebaikan bersama dalam mengupayakan penekanan angka Covid-19.

“Kami akan mengikuti program pemerintah, ketika sekolah itu diizinkan untuk bertatap muka maka kita akan jalankan, jika kemudian ada penemuan di lapangan meningginya Covid-19 di Banda Aceh kembali melakukan sekolah daring maka kita akan meningikuti kebijakan itu,” tutup Nurdin.

Dalam kunjungan itu hadir Wakil Ketua I dan II DPRK, Usman dan Isnaini Husda, serta Ketua Ketua Komisi IV, Tati Meutia Asmara, dan anggota Komisi IV, Kasumi Sulaiman.(Mar/Rel)

SHARE :
 
Top