LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR - Kemakmuran sebuah negara tidak ditentukan oleh sumber daya alam yang dimilikinya, melainkan keterampilan masyarakatnya atau sumber daya manusia negara tersebut. 

Hal demikian disampaikan Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Prof Nazaruddin A Wahid MA di sela-sela memberikan sambutan pada kegiatan OK OC Indonesia Expo Aceh Besar di Masjid Lambada, Aceh Besar, Kamis (11/11).

"Menye juet tapeulaku, boh labu jeut keu asoe kaya, menye hanjeut tapeulaku aneuk teungku jeut keu beulaga (kalau kita punya skills, labu saja biasa dijadikan makanan enak, tapi kalau kita tak pandai, anak ulama bisa jadi orang sia-sia)," ungkap Prof Nazar mengutip pepatah Aceh.

Prof Nazar membanding negara Singapura yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah tetapi karena sumber daya manusianya bagus, negara mereka menjadi negara maju. Sedangkan di Indonesia, hasil alamnya melimpah masih terus menjadi negara berkembang.

"Hasil alam kita melimpat di atas bumi dan di bawau bumi, di sekeliling kita ada banyak pohon kelapa, tetapi tusuk gigi saja harus kita pesan dari luar," tambah guru besar UIN Ar-Raniry tersebut.

Untuk mendukung peningkatan UMKM dan sumber daya manusia yang baik, BMA melalui program zakat produktif telah membina banyak UMKM seperti program gampong produktif, kelompok usaha bersama (KUBE), serta pemberian bantuan peralatan kerja bagi masyarakat miskin yang sudah punya skills.




Selain itu untuk meningkatkan skills masyarakat miskin, BMA tengah memberikan beasiswa vokasi bidang perhotelan dan melatih skills teknisi refrigeration (AC) bagi pemuda putus sekolah dari keluarga miskin. Menurut Prof Nazar dengan skills yang mereka miliki nantinya akan memudahkan mereka dalam memperoleh pekerjaan.

Setelah mereka memiliki skills, Baitul Mal Aceh akan membantu peralatan kerja untuk mereka. Karena selama ini ketika sudah punya skills tetapi terkendala dengan alat pendukung.

"Di Aceh banyak hotel dan di rumah atau pun perkantoran memili AC, jangan sampai untuk karyawan hotel dan tukang servis AC pun harus didatangkan dari luar," tambahnya.

Oleh karena itu Prof Nazar mengajak semua pihak untuk memperkuat UMKM dan belajar kewirausahaan. BMA ke depan merencanakan kerjasama dengan lembaga keuangan untuk penyertaan modal usaha tanpa bunga bagi UMKM dari keluarga kurang mampu sehingga UMKM masyarakat Aceh semakin maju.

Kegiatan OK OC Expo Aceh Besar ikut didukung Baitul Mal Aceh dalam bentuk dana. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Umum OK OC Pusat, Sahmula Rifki. Pada kegiatan tersebut juga dipamerkan beberapa jenis produk UMKM masyarakat yang sudah disurvei tim BMA untuk program bantu kelompok usaha bersama (KUBE). (hayat)

SHARE :
 
Top