LAMURIONLINE.COM I LHOKSEUMAWE - Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan beasiswa insidentil pendidikan kepada 209 mahasiswa IAIN Lhokseumawe, masing-masing mendapatkan Rp 1 juta dengan total bantuan Rp 209 juta dalam suatu acara di Lhokseumawe, Rabu (9/12). Bantuan beasiswa itu bersumber dari dana zakat senif miskin yang diperuntukkan untuk mahasiswa kurang mampu yang sedang menempuh pendidikan di IAIN Lhokseumawe.  

Rombongan BMA disambut Rektor IAIN Lhokseumawe Dr Danial SAg MAg, Warek I Dr  Iskandar Ibrahim MSi, Warek II Dr Darmadi MSi, Warek III Dr Alhusaini MA, Dekan Fakultas Tarbiyah Dr Jumat Barus MS, Wakil Dekan I Syariah  Dr Munadi dan Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah Dr Syarifah Rahmah MAg.

Rektor IAIN Lhokseumawe, Danial, mengucapkan terima kasih kepada BMA yang telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa IAIN Lhokseumawe, yang mayoritas atau sekitar 75% termasuk ekonomi menengah ke bawah, namun mempunyai keinginan, cita-cita dan mimpi masa depan.  

Danial berjanji mendukung BMA di lingkungan kampus melalui mahasiswa, dosen dan jajaran kampus dengan terus mengkampanyekan zakat melalui berbagai model seperti membuat BMA Corner di perpustakaan, duta zakat, menciptakan lagu anak PAUD tentang zakat, serta penelitian-penelitian tentang zakat dan wakaf.  

“Kita butuh dua hal untuk bisa sukses, yaitu kompetensi dan kolaborasi. Kolaborasi dengan Baitul Mal merupakan salah satu cara membangun peradaban Islam. Tidak ada lembaga yang berhasil jika tidak bergandengan, bekerja sama dengan lembaga lain. Karena itu, kita butuh super tim, bukan superman untuk menghimpun kekuatan masa depan yang lebih cemerlang bagi peradaban Islam seluruhnya,” urainya. 



Anggota Badan BMA, Dr Abdul Rani Usman MSi menekankan zakat sebagai kewajiban ideologis sesuai dengan perintah Alquran surat At-Taubah ayat 103, yaitu perintah Allah kepada Muhammad saw  agar memungut zakat dari harta orang-orang kaya. Sementara dalam Alquran surat At-Taubah ayat 60 Allah memerintahkan zakat dibagi kepada delapan golongan, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, ibnu sabil, dan fisabilillah. 

“Dana zakat dikelola sesuai peruntukannya, untuk itu  BMA memprioritaskan pembangunan sumber daya insani di Aceh. Dan kami hadir di IAIN Lhokseumawe untuk mengembangkan sumber daya insani di Aceh, melalui dana zakat dalam bentuk bantuan biaya pendidikan,” tambahnya. 

Abdul Rani mengharapkan mahasiswa berpikir besar, bercita-cita besar dan berjiwa besar. Seorang yang lahir dari rahim ibu yang miskin, belum tentu masa depannya gagal. Jangan berhenti belajar. Setelah sukses berbaktilah kepada orang tua. Jadilah mahasiswa yang amanah kepada muzakki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BMA. 

Seorang mahasiswa IAIN Lhokseumawe penerima beasiswa BMA, Zaskia Putri Mustafa, yang mewakili mahasiswa lainnya mengucapkan terima kasih kepada BMA atas perhatian terhadap putra-putri Aceh dalam mengembangkan kemampuan akademik dan non akademik di kampus. “Begitu pentingnya pendidikan di dunia ini, jangan sampai keterbatasan biaya menjadi kendala. Untuk ini, BMA hadir menjadi solusi bagi mahasiswa yang mengalami keterbatasan biaya,” katanya. (smh/rel)

SHARE :
 
Top