Oleh:  Juariah Anzib, S.Ag

Inisiator Wakaf Siribee


Pendidikan agama Islam harus “ditanam” dalam jiwa anak sedini mungkin, baik yang berkaitan dengan ibadah, mental maupun sosial kemasyarakatan. Demikian halnya dengan amalan wakaf. Kegiatan ini merupakan sarana sosial kemasyarakatan untuk membantu sesama, yang sangat dianjurkan Islam.  

Maraknya wakaf menjadi motivasi beramal saleh. Dengan menyaksikan orang lain berwakaf, akan menggerakkan jiwa seseorang berbuat hal serupa. Wakaf, amalan mulia yang mendatangkan tujuh ratus pahala kebaikan, dengan hanya sekali beramal. Hal itu perlu diedukasi sejak dini kepada anak-anak, agar mereka termotivasi untuk “belajar” menjadi wakif (pewakaf). Belajar yang baik adalah dengan mempraktikkannya. 

Program wakaf di MIN 11 Aceh Besar, saya cetuskan bersama guru lainnya sejak tahun ajaran baru Juli 2021. Dengan harapan, agar warga MIN 11 Aceh Besar dapat berwakaf dengan cara yang lebih mudah dan ringan, tanpa harus bersusah payah.  Dengan wakaf siribee (wakaf sehari seribu rupiah), anak-anak dan guru dapat beramal, sesuai ketulusan dan kemampuan masing-masing. Wakaf bisa dilakukan secara rutin, setiap hari, walau hanya sedikit. 

Saya mengajak teman-teman guru mendukung program mulia ini,  bekerja sama menyukseskan wakaf siribee. Guru menjadi motivator bagi anak dan teladan yang baik dengan ikut berwakaf bersama. Ini model kebaikan dan pembelajaran wakaf yang efektif. Teknik ini sekaligus bentuk kreatif dalam berwakaf. 

Wakaf siribee ini merupakan sosialisasi wakaf terhadap anak didik, supaya mereka mampu mengenal wakaf dengan lebih baik, mengetahui manfaat dan hikmah wakaf yang lebih luas  sebagai investasi akhirat, teman di alam kubur dan mendapat kebahagiaan hidup di dunia. 

Ada hal yang membuat saya terharu adalah, di antara anak-anak ada yang cepat memahami dan menanggapi pentingnya wakaf. Mereka mencari di mana kotak amalnya (kotak wakaf). Di saat guru lupa mengeluarkan kotak amal, mereka datang ke kantor madrasah dan menanyakan kotak amal wakaf. Mereka  minta izin untuk berwakaf, meskipun kotaknya belum dikeluarkan. Begitu antusiasnya mereka beramal. 

Cara menarik anak-anak berwakaf dengan sering mengingatkan mereka setiap ada kesempatan, baik dalam kelas menjelang selesai mengajar,  setelah senam pagi atau upacara bendera. Meski hanya seribu rupiah, namun itu merupakan tahap awal dari kebaikan yang akan membentuk karakter mereka, menjadi pribadi penderma dan peduli sesama. 

Untuk meningkatkan  semangat wakaf bagi anak-anak, kami rutin mengumumkan jumlah uang wakaf yang terkumpul. Hal itu, tentu, membuat mereka senang dan bahagia. Meskipun ada juga di antara anak-anak yang belum berwakaf. Mungkin mereka dan orang tuanya membutuhkan waktu, agar lebih memahami apa artinya wakaf. Selaku orang tua dan guru, seharusnya mengarahkan anak-anak agar selalu berbuat baik dan mengamalkan ajaran agama. 

Setelah lima bulan Program Wakaf Siribee berlangsung, MIN 11 berhasil mengumpulkan wakaf hingga 13 Januari 2022 Rp 3.325.000. Karena itu, bertepatan Perayaan Maulid Nabi Saw dan launching buku saya "Menjadi Guru Profesional", pimpinan sekolah mengundang nazir  wakaf Masjid Baitul Kiram, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar dan Yayasan Pasantren Modern Al-Manar, Cot Irie, Ulee Kareng, untuk menerima wakaf siribee.

Buku "Menjadi Guru Profesional" dilaunching oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Besar, H Abrar Zym SAg MH, sekaligus menyaksikan penyaluran wakaf siribee. Mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi gerakan wakaf di Aceh dan wakif mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah Swt, menjadi amal jariah yang pahalanya mengalir selamanya.

Semoga Allah Swt memberikan keberkahan dan kebaikan yang berlimpah. Semoga juga Program Wakaf Siribee di MIN 11 Aceh Besar terus berjalan lancar dan program ini menjadi inspirasi bagi madrasah lain. Mari terus membantu mensyiarkan ajaran Islam melalui wakaf siribee.*

Editor: smh

SHARE :
 
Top