LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH - Silaturahmi menjadi kata kunci bagi Pengurus Yayasan Wakaf Barbate Islamic City (YWBIC) Aceh untuk membangun soliditas antar sesama agar seluruh potensi yang dimiliki dapat digerakkan dan diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi.

Pengurus YWBIC menggelar pertemuan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk menyusun program-program strategis masa bakti 2021-2026 yang berlangsung di ruang rapat Bappeda Provinsi Aceh,  Senin (26/03).

Dalam pertemuan itu banyak hal dibicarakan tentang kemajuan yang  dicapai YWBIC  setahun terakhir termasuk kegiatan pendidikan Tahfidzul Quran jenjang Madrasah Tsanawiyah yang sudah memasuki tahap rekrutmen santri.

Ketua Pembina YWBIC, Mahdi Muhammad, didampingi Ketua  Umum Yayasan Sofyan A Gani,  menyebutkan usia Yayasan Barbate hampir memasuki satu tahun,  1 Ramadhan 1444 H  (milad ke-1).

Dalam usianya yang masih belia, pengurus YWBIC terus bekerja keras menyiapkan program dan layanan agar kehadiran lembaga nazir ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Aceh terutama kelompok masyarakat fakir miskin, anak yatim-piatu, dhuafa, dan saudara Mualaf.

Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan terutama kekurangan dari segi fasilitas dan infrastruktur namun hal itu tidak menyurutkan semangat pengurus untuk bekerja mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan.

Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan Tahfidzul Quran di Barbate, YWBIC telah menyusun kurikulum dan menyiapkan tenaga pengajar yang berpengalaman di bidang hafalan Alquran. Hingga saat ini tim seleksi calon santri telah menyelesaikan proses rekrutmen di beberapa kabupaten/kota di Aceh dengan target 25-27 orang siswa/santri.

"Alhamdulillah saat ini tim rekrutmen santri sudah turun ke beberapa daerah dan bekerjasama dengan pihak sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah untuk melakukan seleksi calon peserta didik yang akan diterima di Dayah Barbate berdasarkan kriteria yang ditetapkan, salah satunya adalah anak-anak berprestasi yang berasal dari keluarga miskin atau yatim-piatu," kata Sofyan.

Dia menambahkan, nanti santri akan belajar hafalan Alquran ditambah dengan baca kitab dan beberapa program livelihood berbasis skill baik di bidang teknologi, pertanian, peternakan, dan kemampuan kewirausahaan. Semuanya gratis.

Guna menyukseskan program tersebut Sofyan  berharap agar masyarakat dapat membantu berdonasi agar biaya yang dibutuhkan dapat terpenuhi seperti untuk kebutuhan operasional dan konsumsi santri.

Saat ini pihaknya tengah berupaya  mengajak beberapa pihak untuk bekerjasama dalam persiapan pembukaan pendidikan dayah untuk angkatan pertama pada April/Mei mendatang.

Acara yang dipandu oleh Dosi Elfian sekaligus sebagai Ketua Divisi Humas, Komunikasi dan Kerjasama dalam struktur kepengurusan YWBIC berjalan lancar dan tertib.

Turut hadir dalam pertemuan silaturahmi kali ini dari Unsur Pembina ialah Mahdi Muhammad, Baihaki Abubakar, Syarifuddin Ibrahim. 

Sedangkan dari pengurus adalah Dr. Ir. Efendi, M. Agric. Sc. Dr. Rajibussalim. M. Sc. Dr. dr. Bakhtiar, Sp. A. M. Kes, Dr. Amren Rahim. M. Kes dan Irwan Faisal, SE. Ak. MM, Drs. Syaifuddin A. Rasyid, M. Lis, Drs. Aiyub, MA, Hamdani, SE. M. Si., ustadz Muhammad Rais, ustadz Baidhawi Radhi, Lc. Ikut hadir pula dari unsur masyarakat Meunasah Mon Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar dan Suparno. (SMH/Rel)

SHARE :
 
Top