LAMURIONLINE.COM | KOTA JANTHO - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam melaksanakan kegiatan monitoring dan pembinaan ASN pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang bertugas di 4 KUA Kecamatan yaitu Darussalam, Baitussalam, Masjid Raya dan Krueng Barona Jaya, kamis (7/8).
Acara yang di pusatkan di aula KUA Darussalam di ikuti oleh 40 ASN dan di hadiri Kepala seksi Bimas Islam H Khalid Wardana SAg MSi bersama tim Bimas Said Chairil Assegaf, Syarifah Mizyana dan Yusra.
Dalam arahannya Khalid Wardana MSi menyampaikan bahwa potensi dan SDM abdi negara di Kantor KUA sudah maksimal, tetapi perlu di wujudkan agar hasil karyanya berdampak bagi publik, penegasan ini yang selalu di sampakan oleh Menteri Agama RI.
Lebih lanjut di ingatkan kepada ASN pentingnya melakukan terobosan baru dalam layanan KUA. Kalau mau maju tentu harus hijrah dan berani melakukan hal baru serta berinovasi. Ada hal-hal kecil yang mesti diperhatikan dan mohon kesadaran semua ASN, supaya memaksimalkan layanan. ASN harus sadar bahwa saat ini semua layanan sudah berbasis digital yang menuntut ASN melek digital dan update informasi.
"Saya harap tidak ada SDM KUA yang tidak tahu hal-hal teknis, termasuk layanan administrasi. Kedatangan kami ingin memberikan semangat baru bagi PPPK agar bekerja maksimal. Manfaatkan kepercayaan yang diberikan negara supaya lebih berdampak," tegasnya didampingi Kepala KUA Darussalam Tgk Muhammad Nizar MA
Menurutnya, pasca pengangkatan tenaga non PNS sebagai PPPK, di butuhkan penataan dan pemetaan tenaga SDM di seluruh KUA sehingga mampu berperan secara maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Menurut Kasi Bimas Islam, kebutuhan SDM selalu berubah setiap waktu, sesuai kondisi. Ini memang perlu dilakukan demi menciptakan layanan optimal baik bidang administrasi dan layanan keagamaan seperti penataan masjid, remaja masjid, dan lembaga keagamaan.
"Inilah gambaran penting yang perlu kami sampaikan dan mesti dipahami PPPK. Jadi ketika ada penyengaran SDM harus siap berbaur dengan teman dan lingkungan kerja baru. Kami ingin tekankan keberadaan SDM harus berdampak. Inilah pesan penting Menag," ujarnya.
Khalid Wardana menyebutkan sebagai ASN memang harus siap dengan resiko mengabdi pada negara dan telah siap di tugaskan dimanapun untuk kebutuhan masyarakat dan penguatan lembaga .
"Melalui evaluasi ini, banyak tenaga SDM yang lulus ke penata layanan atau operator di KUA. Artinya tenaganya sudah cukup memadai,"
Ia menegaskan tenaga administrasi, tugas dan fungsi (Tupoksi) beda dengan Penyuluh Agama Islam. Semua tenaga administrasi memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah di atur oleh kepala KUA.
Penekanan terakhir, kata Khalid Wardana, keberadaan teman-teman PPPK bisa maksimal dan berdampak. Harapannya layanan Bimas Islam semakin bagus dengan energi baru. Tenaga administrasi sudah wajib menyusaikan dengan tugas dan fungsi (Tupoksi) kerja baru seperti yang sebelum bertatus Penyuluh Agama Islam Non PNS menjadi penata layanan.*


0 facebook:
Post a Comment