LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali melahirkan 149 lulusan baru pada Yudisium Tahun Akademik 2024/2025. Prosesi yang berlangsung di Aula Kampus Pascasarjana tersebut dihadiri oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Eka Srimulyani, M.A, Ph.D, Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Civitas Akademika, Ketua Ikatan Alumni, serta para mahasiswa dari program magister (S2) dan doktor (S3), sebagaimana rilis yang diterima media ini, Selasa (23/9/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry sekaligus Ketua Panitia, Prof. T. Zulfikar, M.Ed, menyampaikan rincian jumlah lulusan tahun ini. “Jumlah mahasiswa yang lulus hari ini sebanyak 149 orang, terdiri dari 139 magister dan 10 doktor. Dari jumlah tersebut, 74 orang meraih predikat cumlaude, 34 orang predikat pujian, 26 orang predikat sangat baik, dan 2 orang predikat baik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini Pascasarjana UIN Ar-Raniry telah melahirkan 2.913 alumni magister dan 383 alumni doktor, sehingga total alumni mencapai 3.256 orang.
Salah satu lulusan terbaik yang mengikuti prosesi adalah Jihan Fahira, mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Arab yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa Pascasarjana. Ia berhasil menorehkan prestasi akademik gemilang dengan lulus predikat cumlaude.
Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Eka Srimulyani, dalam arahan dan bimbingannya menegaskan bahwa gelar akademik bukan hanya simbol formal. “Sebuah gelar magister dan doktor bukanlah sekedar huruf atau kata yang tertera di depan nama, namun simbol perjalanan intelektual, pengorbanan, ketekunan, dan komitmen mendalami ilmu hingga ke akar-akarnya,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya bersyukur dalam setiap fase perjalanan akademik, baik dengan hati, lisan, maupun perbuatan. “Syukur akan menghindarkan kita dari arogansi intelektual, sebab ilmu adalah anugerah Allah, bukan semata-mata kapasitas individu. Sukses bukanlah sampai di akhir perjalanan, tetapi bagaimana menikmati dan menghargai perjalanan dengan penuh passion,” tambahnya.
Pada prosesi yudisium tersebut, Ketua Prodi Magister Ilmu Agama Islam, Prof. Dr. Phil. Abdul Manan, S.Ag., MSc, juga menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Artificial Intelligence (AI) dan Pengaruhnya Terhadap Distorsi Kebudayaan Umat Manusia.” Ia menjelaskan, AI dapat memengaruhi budaya ketika identitas, nilai, dan tradisi masyarakat tergeser atau dilemahkan oleh faktor eksternal yang kuat.
Di akhir penyampaian, ia berpesan dalam bahasa Aceh: “Meunyoe ta tem usaha meuhan kaya hudep seunang, meunyoe han ta tem usaha pane roet dari manyang,” yang berarti bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan hidup hanya akan diperoleh dengan usaha dan kerja keras.
Acara yudisium Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh ditutup dengan doa bersama serta sesi foto dengan para pimpinan, dosen, dan alumni. (Jihan)

0 facebook:
Post a Comment