LAMURIONLINE.COM | TUNGKOP - Memasuki 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 19 Februari 2026 M, jamaah Masjid Jami' Baitul Jannah Kemukiman Tungkop memadati masjid untuk menunaikan shalat Subuh berjamaah yang dirangkai dengan ceramah perdana Ramadhan.

Ceramah disampaikan oleh Drs. Tgk H. Saifuddin A. Rasyid, M.Lis,  Imum Chik masjid setempat, dengan tema “Persiapan dan Antisipasi Agar Puasa Ramadhan Maksimal.”

Dalam tausiyahnya, Tgk. Saifuddin mengajak jamaah  bersyukur karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Ia menegaskan, seluruh ibadah pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Ibadah wajib dinilai berlipat, ibadah sunnah dihitung seperti ibadah wajib, bahkan aktivitas seperti tidur yang diniatkan untuk bangun sahur pun bernilai ibadah.

“Shalat Subuh berjamaah yang kita laksanakan pagi ini pun dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” ujarnya.

Lima Persiapan Menuju Puasa Maksimal

Dalam ceramahnya, Tgk. Saifuddin memaparkan pentingnya mempersiapkan diri sejak awal dan secara menyeluruh agar dapat meraih predikat takwa sebagai tujuan utama puasa. Ia menyebutkan lima bentuk persiapan yang perlu dilakukan.

Pertama adalah persiapan ruhiyah, yakni penguatan iman. Menurutnya, Allah SWT hanya memanggil orang-orang beriman untuk menunaikan puasa. Karena itu, memperbaiki kualitas keimanan dan meluruskan niat menjadi fondasi utama.

Kedua, persiapan amaliah. Ia mengajak jamaah, merencanakan dan mulai meningkatkan amalan sejak sebelum Ramadhan agar ibadah semakin optimal saat bulan suci berlangsung.

Ketiga, persiapan ilmiyah. Ia menekankan pentingnya ilmu dalam beribadah agar puasa dan amalan lainnya sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Keempat, persiapan maaliyah. Selain mempersiapkan kebutuhan diri selama Ramadhan, umat Islam juga didorong untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial.

Kelima, persiapan badaniyah. Kesehatan fisik perlu dijaga agar ibadah dapat dijalankan secara maksimal. Ia mengingatkan sunnah Rasulullah SAW bersahur dan tidak menunda berbuka sebagai bagian dari menjaga stamina dan kesehatan. Disamping juga penting berkonsultasi kepada dokter.

Waspada Hal yang Menghapus Pahala Puasa

Pada bagian lain ceramahnya, Tgk. Saifuddin mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan pahala puasa. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath-Thabrani)

Ia menjelaskan beberapa perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa, di antaranya ghibah, namimah atau adu domba, kebohongan, termasuk menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di era digital, memandang lawan jenis dengan syahwat, serta sumpah palsu.

Menurutnya, menjaga lisan dan perilaku di bulan Ramadhan sama pentingnya dengan menahan lapar dan dahaga.

Konsisten Hingga Akhir Ramadhan

Menutup ceramahnya, Tgk. Saifuddin mengajak jamaah  menjaga semangat ibadah hingga akhir Ramadhan. Ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam shalat berjamaah, khususnya Isya dan Subuh, sebagai langkah awal menjaga kualitas ibadah.

“Alhamdulillah jika kita mampu menambah dengan shalat malam dan ibadah lainnya,” tuturnya. (Jasmadi Ali/Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

 
Top