LAMURIONLINE.COM I KOTA JANTHO
— Ketua Umum IPPEMINDRA, Ichza Zurrifqi, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Leadership Training IPPEMINDRA (LTI) 2026 yang telah berlangsung selama enam hari lima malam, sejak Sabtu, 21 Februari hingga Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini bertempat di SMAN 1 Indrapuri dan menjadi momentum penting dalam proses kaderisasi generasi muda Indrapuri.

Mengusung tema “Membentuk Insan Kritis dan Progresif dalam Merespons Tantangan Sosial guna Menyongsong Masa Depan Indrapuri,” LTI 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi substantif dan transformatif. Tema tersebut menegaskan arah kaderisasi IPPEMINDRA yang berorientasi pada penguatan daya kritis, kepekaan sosial, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi dinamika perubahan sosial yang semakin kompleks.

Peserta LTI 2026 terdiri dari siswa kelas 5 Sekolah Dasar hingga kelas 3 Sekolah Menengah Atas. Mereka tidak hanya berasal dari Kecamatan Indrapuri, tetapi juga dari berbagai daerah di Kabupaten Aceh Besar yang memiliki semangat untuk belajar dan berdinamika dalam ruang kaderisasi IPPEMINDRA. Keberagaman latar belakang usia dan wilayah ini memperkaya proses interaksi, diskusi, serta pembentukan solidaritas antar peserta.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta menjalani dinamika kaderisasi yang intensif dan terstruktur. Materi training mencakup penguatan sejarah organisasi, keippemindraan, manajemen organisasi,kerelawanan, peran remaja, konten kreator, leadership, jurnalistik, public speaking, analisis sosial, focus group discussion, outbound, tauhid dalam peradaban sejarah aceh besar, manajemen konflik, serta pembentukan karakter. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk melahirkan kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan memiliki ketangguhan moral dalam menghadapi tantangan organisasi maupun sosial.

LTI 2026 menjadi ruang transformasi, di mana peserta dilatih untuk berpikir kritis, membangun solidaritas kolektif, serta menginternalisasi nilai-nilai integritas, loyalitas, dan tanggung jawab sosial sebagai kader IPPEMINDRA.

Ketua Panitia, Irhamna, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, senior, pengurus IPPEMINDRA, panitia pelaksana, instruktur lokal (inlok), serta seluruh peserta yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan LTI 2026 merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan tiga unsur utama, dimana panitia sebagai perancang dan penggerak teknis kegiatan, instruktur local sebagai pengawal dinamika kaderisasi, serta peserta sebagai subjek utama proses training. Sinergi, kedisiplinan, dan komitmen dari ketiga elemen tersebut menjadi fondasi utama terselenggaranya kegiatan secara optimal.

Menurutnya, LTI bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun regenerasi kepemimpinan IPPEMINDRA yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Azimul Fata selaku Master of Training (MOT) menegaskan bahwa LTI 2026 merupakan gerbang awal bagi para kader sebelum memasuki dinamika pelatihan dan tanggung jawab organisasi yang lebih besar di masa mendatang.

Ia menjelaskan bahwa meskipun LTI diselenggarakan pada jenjang kecamatan, namun dari sisi kurikulum, metodologi pelatihan, standar kedisiplinan, serta sistem kaderisasi, kualitasnya setara dengan pelatihan tingkat kabupaten bahkan provinsi. Hal tersebut menunjukkan bahwa IPPEMINDRA memiliki standar kaderisasi yang progresif dan kompetitif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dampak kaderisasi tidak dapat diukur dalam waktu singkat. Perubahan karakter, pola pikir, dan mentalitas kepemimpinan biasanya baru akan terlihat dalam kurun satu tahun ke depan, ketika peserta mulai mengambil peran aktif dalam organisasi serta ruang-ruang pengabdian sosial di tengah masyarakat.

“Training ini bukan tentang apa yang dirasakan hari ini, tetapi tentang bagaimana kalian berubah dan bertumbuh di masa yang akan datang,” ujarnya.

“Berpikir dalam tekanan” menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi di LTI. Tujuannya agar adik-adik terbiasa tetap tenang dan tidak panik ketika menghadapi situasi sulit. Dalam kondisi penuh tantangan, perbedaan pendapat, atau tekanan dari lingkungan, mereka dilatih untuk tetap berpikir jernih, mengambil keputusan dengan cepat namun tetap rasional, serta mempertimbangkan setiap langkah secara matang. LTI ini juga membentuk ketahanan mental kader, supaya tidak mudah goyah oleh kritik, konflik, maupun dinamika organisasi yang berubah-ubah. Dengan begitu, kader IPPEMINDRA tidak hanya berani tampil, tetapi juga siap menghadapi tekanan dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil'" tambah Azimul.

Dalam sambutan penutupannya, Ketua Umum IPPEMINDRA, Ichza Zurrifqi, menyampaikan pesan reflektif sekaligus motivasional kepada seluruh peserta.

Ia meminta agar setibanya di rumah, peserta menyampaikan salam dan ucapan terima kasih dari seluruh peserta kepada orang tua masing-masing. Menurutnya, keberhasilan proses kaderisasi tidak terlepas dari dukungan moral, doa, dan kepercayaan orang tua yang telah mengizinkan anak-anaknya mengikuti LTI selama enam hari lima malam.

Ia menegaskan bahwa orang tua telah melahirkan dan membesarkan kader-kader terbaik yang kelak akan menjadi estafet kepemimpinan IPPEMINDRA dan bagian dari generasi penerus Indrapuri. Oleh karena itu, peserta diharapkan mampu menjaga nama baik keluarga dan organisasi dengan menunjukkan perubahan sikap, kedewasaan berpikir, serta tanggung jawab dalam setiap aktivitas sosial.

Ketua Umum juga menekankan agar seluruh peserta tidak berhenti pada status “alumni LTI”, tetapi terus aktif dalam kegiatan organisasi, berani mengambil peran strategis, serta konsisten mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari selama pelatihan.

Leadership Training IPPEMINDRA memiliki slogan “Berani Bergerak, Siap Menginspirasi”. Berani bergerak berarti kader tidak hanya diam dan menunggu, tetapi aktif mengambil peran, berinisiatif, dan hadir dalam setiap ruang perubahan. Sedangkan siap menginspirasi menunjukkan bahwa setiap kader diharapkan mampu memberi contoh melalui sikap, tindakan, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Dengan slogan tersebut, LTI ingin melahirkan kader yang tidak hanya berani tampil, tetapi juga mampu menjadi teladan dan penggerak di lingkungannya.

“LTI bukanlah akhir dari proses, melainkan titik awal perjalanan panjang sebagai kader. Integritas harus dijaga, loyalitas harus dibuktikan, dan militansi harus dirawat dalam setiap gerak langkah,” tegasnya.

Momentum pelepasan atribut peserta menjadi simbol transformasi dari peserta menjadi kader IPPEMINDRA yang siap terjun dalam dinamika organisasi dan berkontribusi terhadap pembangunan sosial.

Dengan berakhirnya LTI 2026, IPPEMINDRA kembali menegaskan komitmennya sebagai wadah kaderisasi yang konsisten mencetak generasi muda yang kritis, progresif, berintegritas, dan siap merespons tantangan sosial demi menyongsong masa depan Indrapuri yang lebih maju.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top