Direktur Poliven, Dr. Reza Salima, SP., MP dan Ketua DPP FPPI Pusat Dr. Marlinda Irwanti, SE., M.Si menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), di Kampus Poliven, Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda Km 12, Desa Cot Suruy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (6/2/2026).

LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR
- Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (6/2/2026). Penandatanganan berlangsung di Kampus Poliven, Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda Km 12, Desa Cot Suruy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan institusi, pengurus Yayasan PENA Aceh, serta jajaran pengurus FPPI pusat dan wilayah Aceh.

Direktur Politeknik Indonesia Venezuela, Dr. Reza Salima, SP., MP, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan, khususnya dalam mendukung pemberdayaan perempuan.

“Melalui penandatanganan MoU ini, Poliven berkomitmen untuk menjalin kolaborasi berkelanjutan dengan FPPI, terutama dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas perempuan,” ujar Reza Salima.

Ia menambahkan, sebagai institusi pendidikan vokasi, Poliven siap mengambil peran aktif dalam mencetak sumber daya perempuan yang terampil, mandiri, dan berdaya saing. “Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya perempuan di Aceh,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP FPPI Pusat, Dr. Marlinda Irwanti, SE., M.Si, menyambut baik terjalinnya kemitraan tersebut dan menilai kolaborasi dengan institusi pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“FPPI memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem pemberdayaan perempuan. Kerja sama dengan Poliven diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta peran perempuan dalam pembangunan, khususnya di Aceh,” ungkap Marlinda.

Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan organisasi pemberdayaan perempuan akan membuka ruang inovasi dan solusi yang lebih terarah. “Kami optimistis MoU ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan,” katanya.

Sementara itu, sambutan Ketua Yayasan PENA Aceh yang disampaikan oleh Ketua Pengawas Drs. Azhari Basyar menekankan pentingnya tindak lanjut nyata dari Nota Kesepahaman tersebut agar tidak berhenti pada penandatanganan semata, melainkan diwujudkan dalam berbagai kegiatan produktif dan berkelanjutan.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan Poliven dan FPPI akan dapat membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi institusi pendidikan dan masyarakat luas, khususnya dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup perempuan,” pungkas Azhari Basyar. (Murdani Tijue)

SHARE :

0 facebook:

 
Top