Oleh: Juariah Anzib, S.Ag
Penulis Buku Wakaf di Aceh: Tradisi, Inovasi dan Keberkahan
Idul Adha merupakan momentum ibadah dan syiar bagi umat Islam. Di dalamnya terkandung rangkaian ibadah istimewa yang tidak dijumpai pada waktu lain, yang berakar dari syariat Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Ibadah ini menjadi bekal menuju keridaan Allah Swt, sekaligus mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada-Nya.
Salah satu ibadah yang berkaitan erat dengan Idul Adha adalah ibadah haji, rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi muslim yang mampu. Kemampuan yang dimaksud tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan finansial. Ibadah haji kemudian disempurnakan dengan ibadah kurban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Swt, sekaligus manifestasi kepedulian sosial.
Menyambut Idul Adha memerlukan kesiapan hati yang bersih, jiwa yang lapang, dan niat yang tulus. Ibadah yang dilakukan harus terbebas dari sifat riya dan takabur. Momentum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian sesama muslim.
Dalam Perbincangan Sabtu Pagi Radio Baiturrahman (23/5/2026), Pimpinan Redaksi Gema Baiturrahman, Juniazi Yahya, menyampaikan bahwa Masjid Raya Baiturrahman telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan menyambut Idul Adha. Di antaranya pawai takbir yang akan dilaksanakan pada 26 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari syiar Islam untuk menyemarakkan datangnya hari raya dan menghidupkan semangat umat menyambut ibadah haji dan kurban.
Selain itu, pelaksanaan shalat Id akan dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, dengan khatib Abiya Dr Anwar Kuta Krueng pada Rabu, 27 Mei 2026. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban sebagai ibadah sekaligus syiar. Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh panitia PHBI salah satunya di Dayah Abi Lamkawe.
Daging kurban akan didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu secara adil dan merata. Untuk memastikan ketertiban, panitia membagikan kupon kepada masyarakat, khususnya di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan daerah yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.
Narasumber lainnya, Sayed Muhammad Husen menambahkan, salah satu peristiwa dalam Idul Adha adalah pelaksanaan ibadah haji. Selain sebagai ibadah, haji juga mencerminkan solidaritas umat Islam di tingkat global. Umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul dalam satu tempat, menunjukkan persatuan dan kekuatan Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi perdamaian dan persaudaraan.
Ibadah dalam Islam tidak hanya berorientasi pada hubungan dengan Allah (ḥablum minallah), tetapi juga hubungan dengan sesama manusia (ḥablum minannās). Nilai ini tercermin dalam ibadah kurban yang memiliki dimensi sosial. Kurban mengajarkan distribusi kekayaan secara adil, mendorong umat berbagi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Islam tidak melarang umatnya mencari kekayaan, namun menegaskan pentingnya menghindari kesenjangan sosial yang dapat memicu frustasi sosial, kerusuhan, dan berbagai permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Keadilan sosial yang diajarkan dalam Islam dapat diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah kurban. Dengan berbagi kepada yang membutuhkan, diharapkan tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan minim kesenjangan sosial.
Fenomena yang menggembirakan saat ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat berkurban. Hal ini terlihat dari berbagai metode yang dilakukan, seperti menabung kurban, baik secara individu maupun kelompok. Upaya ini menunjukkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial dalam ajaran Islam semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Syiar Islam juga perlu terus digalakkan, salah satunya melalui publikasi kegiatan kurban. Dokumentasi dalam bentuk video, tulisan, maupun konten media sosial dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Penyebaran khutbah dan pesan-pesan Idul Adha melalui media digital juga dapat menyentuh hati muslim lainnya untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah Swt.
Kita berharap perayaan Idul Adha benar-benar menjadi momentum meningkatkan ketakwaan. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimas salam hendaknya menjadi teladan dalam ketaatan dan pengorbanan. Momentum ini juga pengingat bagi kita untuk terus beramal saleh dan memanfaatkan setiap kesempatan dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt.*

0 facebook:
Post a Comment