LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH — Sebanyak 40 amil Baitul Mal Aceh mengikuti Workshop Penguatan Komunikasi Strategis dan Media Relations Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Syariah Oman Al Makmur, Banda Aceh, Kamis (18/6/2026). Kegiatan bertema “Menguatkan Kepercayaan Publik melalui Komunikasi Strategis dan Media Engagement” ini diikuti oleh unsur pimpinan, sekretariat, hingga amil relawan Baitul Mal Aceh.
Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Fahmi M. Nasir, dalam sambutannya menyampaikan di era digital yang ditandai dengan arus informasi yang bergerak sangat cepat, komunikasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai pendukung organisasi, melainkan telah menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah lembaga dalam menjalankan mandatnya.
Menurut Fahmi, bagi Baitul Mal Aceh yang mengemban amanah besar dalam pengelolaan zakat, infak, wakaf, harta keagamaan lainnya, serta pengawasan perwalian, kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus terus dijaga dan diperkuat.
“Kepercayaan publik tidak lahir hanya dari kinerja yang baik, tetapi juga dari kemampuan kita menjelaskan, menyampaikan, dan membangun pemahaman masyarakat mengenai apa yang telah dan sedang kita kerjakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak program Baitul Mal Aceh yang telah berhasil dilaksanakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, apabila capaian tersebut tidak dikomunikasikan secara efektif, maka nilai dan dampaknya tidak akan diketahui secara luas oleh publik.
Karena itu, Fahmi menilai kemampuan komunikasi strategis menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Setiap insan Baitul Mal harus mampu menyampaikan informasi secara tepat, akurat, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.
Selain itu, mereka juga perlu memahami cara membangun narasi yang kuat, mengelola isu, merespons dinamika publik, serta memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, baik media massa maupun media digital.
“Komunikasi yang baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga. Kita harus mampu menghadirkan informasi yang tidak hanya benar, tetapi juga mudah dipahami dan memberikan manfaat bagi publik,” katanya.
Fahmi juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan media sebagai mitra strategis lembaga. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi jembatan untuk membangun dialog dengan masyarakat, meningkatkan transparansi, serta memperluas jangkauan informasi yang bermanfaat.
“Hubungan yang baik dengan media akan membantu Baitul Mal Aceh dalam menyampaikan berbagai program dan capaian secara lebih luas, sekaligus memperkuat akuntabilitas lembaga di mata masyarakat,” tambahnya.
Melalui workshop ini, Fahmi berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas dalam mengelola komunikasi kelembagaan secara lebih profesional, memahami prinsip-prinsip komunikasi strategis, memperkuat kemampuan media relations, menyusun pesan yang efektif, serta mengoptimalkan pemanfaatan media dalam mendukung tugas dan fungsi Baitul Mal Aceh.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan semangat baru untuk menjadikan komunikasi sebagai bagian integral dari tata kelola lembaga yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Dengan komunikasi yang baik, kita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun reputasi, memperkuat legitimasi, serta menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program Baitul Mal Aceh,” pungkasnya.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Pendiri Good News From Indonesia, Akhyari Hananto, serta Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Said Kamaruzzaman.
Keduanya membagikan berbagai pengalaman dan strategi dalam membangun komunikasi publik yang efektif serta menjalin hubungan yang produktif dengan media massa di era digital.


0 facebook:
Post a Comment