LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR - TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Indrapuri didirikan pada tahun 1978 atas prakarsa Ibu Siti Sarah Ibrahim (almh) selaku Ketua Cabang ‘Aisyiyah Indrapuri, Aceh Besar, bersama Ibu Nurjannah (almh) sebagai Sekretaris Cabang ketika itu. Berdirinya lembaga pendidikan ini dilandasi oleh semangat dakwah dan kepedulian terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini di tengah masyarakat.
Pada masa awal pendirian, berbagai keterbatasan menjadi tantangan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para penggerak ‘Aisyiyah. Ibu Siti Sarah bersama jajaran pengurus aktif menggalang dukungan dari keluarga besar Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri.
Salah satu bentuk gotong royong yang menguatkan berdirinya TK ABA Indrapuri adalah tradisi “beras sejumput” dan “padi sinaleh” yang dikumpulkan oleh ibu-ibu ‘Aisyiyah setiap selesai panen. Hasil kumpulan tersebut kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah. Selain itu, Ibu Siti Sarah juga turut mendampingi suaminya, Bapak M. Ali Ya’kub (alm), yang berprofesi sebagai mantri desa, dalam melayani masyarakat. Dari aktivitas tersebut, beliau menerima sedekah masyarakat berupa beras, telur ayam, telur bebek, dan lainnya, yang kemudian dikelola dan dijual kembali untuk mendukung keberlangsungan amal usaha TK ABA.
Upaya penggalangan dana juga dilakukan dengan mendatangi berbagai instansi, termasuk ke Kota Jantho, guna memperoleh bantuan bagi kebutuhan sekolah, seperti perlengkapan belajar dan sarana penunjang lainnya. Ketekunan dan keikhlasan inilah yang menjadi spirit berdirinya TK ABA Indrapuri.
Pada awal berdirinya, Ibu Siti Sarah terlebih dahulu meminta izin kepada pengurus Masjid Tuha Indrapuri yang saat itu dipimpin oleh Tgk Abdullah Husen (alm), serta para tokoh ulama dan tokoh masyarakat Indrapuri. Dukungan mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan awal TK ABA Indrapuri.
Seiring waktu, TK ABA Indrapuri berkembang dan menjadi taman kanak-kanak tertua di Kecamatan Indrapuri. Namun, setelah kawasan Masjid Tuha ditetapkan sebagai situs purbakala oleh pemerintah tahun 1999, TK ABA menghadapi keterbatasan dalam pengembangan fisik, termasuk tidak diperkenankannya pembangunan gedung baru maupun rehabilitasi permanen, sementara jumlah peserta didik terus meningkat.Oleh karena itu, manajemen sekolah bersama para guru, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Indrapuri, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Aceh Besar, serta Muhammadiyah Aceh Besar terus berupaya mencari solusi, termasuk mencari lahan baru di sekitar lokasi saat ini. Harapannya, apabila terdapat program revitalisasi dari pemerintah, TK ABA Indrapuri dengan 76 murid dan 6 guru ini dapat membangun gedung baru di atas tanah milik persyarikatan sendiri, sehingga dapat terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan. (Marhamunidar)

.jpeg)
0 facebook:
Post a Comment