Melalui Milad Media LAMURI Yang Ke-10 Kami Terus Berbenah Untuk Berbagi Informasi Kepada Pembaca (15 Juli 2010 - 15 Juli 2019) Kesadaran Berserah Diri Oleh Herman Hilmy S - Lamuri Online
Loading...

A s s a l a m u ' a l a i k u m W a r a h m a t u l l a h i Wabarakatuh. 
P e m b a c a B u l e t i n Lamuri dimanapun Syadara berada.. kini kita sudah berjumpa kembali, dalam edisi ini kita akan membahas tentang b e s e r a h d i r i k e p a d a A l l a h . D a l a m kehidupan ini semua kita memberikan inspirasi dan nikmat tersendiri. Pembaca Buletin Lamuri yang dirahmati Allah…. Allah telah memberikan kita hidup, nikmat dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan dunia ini. Tapi kita harus bersyukur dan menyerahkan diri kita pada Allah. Berserah diri adalah jalan yang terbaik manusia untuk menanggapi tujuan di dunia dan di akhirat, artinya segala sesuatu hanya kepada Allah SWT, dalam arti luas seluruh aktivitas yang menyakut dalam kehidupan ini, ibadah, hidup dan mati terserah sama Allah. Sikap berserah diri kepada Allah merupakan sikap seorang hamba yang bersih secara lahir dan batin, totalitas menyerahkan segala keputusan hidupnya benar-benar begantung kepada Allah. 

Sikap hamba yang berserah diri kepada Allah sbb: 
1. Hamba yang berserah diri kepada Allah tidak pernah minta tolong kepada siapapun baik mengenai keadaan hatinya, keadaan hidupnya, keadaan rizkinya, keadaan kekuranganya, keadaan sakit dan penderitaan selama hidupnya, di hanya terus memohon dan meminta kepada Allah dalam setiap situasi dan kondisinya. Hamba tersebut yakin beriman betul bahwa pertolongan Allah pasti datang kepadanya.tidak ada keraguan sedikitpun kepadaNya. 

2. Hamba yang berserah diri kepada Allah tidak pernah mengeluh kepada siapa saja, termasuk anak istri/suami sekalipun, kesulitan, kesukaran, kekurangan, kelebihanya tetap hanya disampaikan kepada Yang Maha Pengasih yaitu Allah Ta'ala, apapun situasi dan kondisi dirinya, hamba ini sebenarnya dan yakin benar bahwa hanya Allah yang patut dan pantas menyelesaikan segala urusan dunianya. 

3. Hamba yang berserah diri kepada Allah, selalu bersikap adil dan peduli kepada sesama tanpa padang status manusianya, sikap adilnya di wujudkan kepada semua yang hidup dan y a n g m a t i , h e w a n , tumbuhan, manusia alam dlsb. semua dengan ringan tangan mengulurkan rasa cinta kasih yang sama. Perlakuan yang sama, sikap yang sama pula, ada beberapa pertanyaan sikap adil kepad asesama yang kita di tujukan kepada Allah, pernahkah kita peduli kepada tanaman yang membutuhkan air? pernahkah kita peduli terhadap kucing yang tidak makan seharian,?pernahkah kita memberi makan burung yang seharian terbang mencari makan buat si kecil anaknya? pernahkah kita peduli kepada sesama kita manusia memberi makanan kita kepada si fakir dan simiskin dalam keadaan kita yang pas-pasan? atau keadaan kita lebih sedikit saja dari apa yang kita punya? saya kira jawaban itu sulit untuk dapat kita kerjakan di jaman sekarang. sebab apa,,, jaman sekarang banyak manusia menumpuk makanan, harta dan benda, padahal kita setiap saat mengetahui orang-orang yang fakir d a n y a n g m i s k i n , k i t a s e r i n g membusungkan dada, dan tidak memahami bahwa sebenarnya Allah menyuruh kita tidak boleh menunda amal kebaikan yang ada di depan kita, menunpuk menyimpan harta dan kekayaan adalah salah satu sikap riyak, kikir yang tumbuh dalam diri manusia. oleh sebab itu dengan gambaran di atas sudilah kiranya kita hanya sebagai abdi Allah, Hamba Allah, harus tanggab, harus faham, dan harus memahami sikap hidup berbuat adil, kemudian merealisasikan sifat rahman dan rahim kepada sesama. Demikian tanda orang-orang yang berserah diri hanya kepada Allah, baik secara lahir dan batinya selaras dengan kehendak Allah, adakah sifat dan sikap kita menjadi orang yang berserah diri? jawabanya adalah mantap iya. 
(Berbagai Sumber)
SHARE :
 
Top