ads1

Kalau 'mendaftar' jadi mujahid kegiatan pertamanya adalah bangun tahajud. Kalau tidak bisa bangun berarti transaksinya dengan Allah lemah

Lamurionline.com-- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah Bidang Pelayanan Umat Drs Tasyrif Amin meminta para kadernya terus membiasakan sunnah Rasul dan menjauhi kebiasaan buruk seperti tidur pagi. Jika tidak, kecirian kadernya telah hilang.
“Kalau ada kader-kader Hidayatullah tidak bangun shalat lail, abis shalat Subuh masuk ke kamar, tidur, (itu) bukan kader,” ujar Tasyrif di Masjid Ummul Quraa, Cilodong, Depok,Jawa Barat, Sabtu, 18 Shafar 1435 H (21/12/2013).
Seruan ini disampaikan Tasyrif saat mengisi kajian pekanan Halaqah Peradaban gelaran DKM masjid tersebut. Dia mengatakan, sebagai ciri seorang kader, mengamalkan Islam dengan sungguh-sungguh.
Di antara kesungguhan itu, lanjut Tasyrif, kader harus kuat membaca al-Qur’an dan telah berhijrah. Di malam hari dia bangun tahajud, di siang hari belajar.
“Jadikan al-Qur’an sebagai sahabat, teman dialog yang paling akrab. Kalau ‘mendaftar’ jadi mujahid kegiatan pertamanya adalah bangun tahajud. Kalau tidak bisa bangun berarti transaksinya dengan Allah lemah,” tegasnya.
Selain itu, ciri kader Islam juga sungguh-sungguh melakukan transformasi. Kader tidak pernah puas kalau belum mentransformasikan nilai-nilai Islam kepada orang lain.
“Jangan pernah takut karena kita ini membawa wahyu. Jadikan rumah kita sebagai agen perubahan, ‘agen of change’. Paling tidak setiap shalat kita sudah ke masjid,” pesannya.
Minimal bagi seorang dai, ujarnya, mampu mentransformasikan Islam di dalam keluarga, lalu pelan-pelan berdakwah kepada tetangga rumah.*Hidayatullah.com
SHARE :
 
Top