Loading...

Lamurionline.com--Jantho : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) tahun ajaran 2015/2016. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung PKK Jantho Aceh Besar, 22-23 Agustus 2015. Penyusunan RPS ini diikuti oleh seluruh dosen ISBI baik mata kuliah umum, maupun mata kuliah Institut, Fakultas dan Prodi.

Rektor ISBI Aceh Dr. Ahmad Akmal, M.Pd mengatakan, untuk mensukseskan perkuliahan dengan baik, ISBI Aceh menyusun RPS setiap dosen yang mengampu mata kuliahnya masing-masing. Tujuannya untuk memudahkan prosedur perkuliahan secara terstruktur dan teratur.
“Sebelumnya kita juga telah melaksanakan penyelarasan kurikulum ISBI Aceh, berdasarkan penyelarasan tersebut kita menyusun RPS sesuai mata kuliah masing-masing. Setelah ini kita juga menyusun bahan ajar setiap mata kuliah, sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai panduan untuk semua dosen yang mengampu,” kata Ahmad Akmal.
“Tahun ini ISBI Aceh masuk tahun kedua perkuliahan, dengan jumlah mahasiswa baru 104, dianataranya 20 mahasiswa menerima beasiswa bidik misi dan selebihnya jalur umum. Mahasiswa/i tersebut berasal dari berbagai daerah di Aceh. Semoga ISBI ke depannya semakin maju dan menjadi pusat seni budaya di Aceh,” timpalnya.
Beberapa kesenian Gayo masuk dalam mata kuliah dan pokok bahasan di ISBI Aceh, seperti di Fakultas Seni Pertunjukan ada mata kuliah Didong dan Saman serta tari Guel dan Emun beriring masuk dalam pokok bahasan mata kuliah Seni Tradisi Gayo. Sementara di Fakultas Seni Rupa dan Desain Kerawang Gayo masuk dalam salah satu pokok bahasan mata kuliah Ornamen Tradisi, dan Rumah adat Gayo masuk dalam pokok bahasan mata kukiah Arsitektur Rumah Adat Tradisi. Untuk mengelola mata kuliah ini nantinya diharapkan adanya Magister seni yang berasal dari Gayo yang mampu secara ilmiah dan praktek tentang kesenian tradisi Gayo. Selain itu adanya maistro atau syeh kesenian Gayo yang dijadikan sebagai dosen empu di ISBI Aceh untuk mengajar mata kuliah berkaitan dengan seni tradisi Gayo. ISBI Aceh beberapa tahun yang akan datang akan menjadi pusat studi budaya secara ilmiah di provinsi Aceh, salah satunya kebudayaan Gayo.
(Winansar) LintasGayo.co
SHARE :
 
Top