ads1

Ketua Dekranasda Aceh Besar, Rahmah Abdullah menerima penghargaan juara pertama lomba penilaian produk kerajinan inovatif tingkat provinsi diserahkan Ketua Dekranasda Aceh, Darwati A Gani di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (12/12/2017). Foto: Mariadi
Lamurionline.com. BANDA ACEH - Tim Dekranasda Kabupaten Aceh Besar berhasil meraih juara pertama lomba penilaian produk kerajinan inovatif dalam penilaian dan perlombaan pada Rakerda dan pameran kerajinan/makanan unggul tingkat Provinsi Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (12/12).

Hadiah pemenang diserahkan langsung Ketua Dekranasda Aceh, Darwati A Gani kepada Ketua Dekranasda Aceh Besar, Rahmah Abdullah pada hari yang sama.

Darwati A Gani yang juga istri Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf pada kesempatan itu, berharap kepada seluruh pengurus Dekranasda Kabupaten/ kota untuk terus memberikan perhatian khusus terhadap kemajuan dan kreatifitas serta inovasi produk para pengrajin


Ketua Dekranasda Aceh Besar, Rahmah Abdullah yang juga istri Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada para pengrajin yang berhasil memberikan yang terbaik kepada Aceh Besar.

Produk yang berhasil menjadi juara adalah hasil wirausaha muda dalam berinovasi produk ekonomi kreatif dari kayu palet bekas yang ramah lingkungan dari perajin Gampong Meunasah Bak " U"  Kecamatan  Leupung.


Selain juara pertama produk kreatif, Aceh Besar juga merauh terbaik II lomba penilaian dan pembinaan desa kerajinan Gampong Reudeup Kecamatan Montasik. 

Foto: Mariadi
Selanjutnya, pemenang terbaik III lomba penilaian laporan terbaik Ketua Dekranasda kabupaten/kota yakni Ketua Dekranasda Aceh Besar.

Pemenang harapan II Produk Makanan Unggulan adalah Amla Fruit Tea yakni teh celup organik hasil inovasi pemuda Gampong Cot Karieng Kecamatan Blang Bintang.

"Alhamdulillah Aceh Besar berhasil meraih beberapa gelar juara dalam berbagai kategori yang diperlombakan," ucapnya. 

Sementara itu, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Taufiq SH menjelaskan khusus mengenai produk Amla Fruit Tea minuman terbarukan Aceh ini dari buah Amla (phyllanthus emblica) dalam bahasa Aceh boh reum.

Merek amlavita zaid bayu isra ialah penemu produk ini yang hasil inovasinya di jual melalui website amlavita.com dengan pemasaran hampir keseluruh nusantara.

Menurutnya hasil surveynya di Aceh Besar merupakan daerah yang sangat banyak ditemukan komoditi. Buah hutan yang menjadi primadona Aceh Besar kini sudah mempunyai harga jual. Karena sekarang ia telah membeli buah tersebut dari masyarakat Aceh Besar. 

"Produk tea pernah mendapatkan penghargaan dari Kemenpora RI katagori pemuda pelopor tingkat nasional tahun 2016 bidang inovasi pangan yang mewakili Aceh," ungkap Taufiq. 

Diharapkan dengan pemanfaatan kayu palet bekas dari PT. Lafarge Holcim tersebut dapat dimanfaatkan sebagai barang produksi kerajinan yang bernilai ekonomis untuk di jual, dan mampu memberikan penghasilan kepada masyarakat khususnya di perabot Menasah Bak U, dan tentunya PT Lafarge Holcim akan terus mendukung kreatifitas masyarakat.

Program inti  setiap tahunnya di ubah menjadi program andalan tahun ini dan mudahan  tahun selnajutnya akan kita kembangkan lagi kreatifitas masyarakat baik di Kecamatan Leupung dan Lhoknga.

"Apalagi ini kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat yang merupakan program inti kita setiap tahunnya,". (Mariadi)
SHARE :
 
Top