Loading...


Sudah menjadi sebuah trend di bulan Ramadhan mengadakan acara buka puasa bersama. Tempat yang biasa dipilih adalah rumah makan dan cafe cafe. Acaranya diadakan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak remaja sampai kakek nenek, dengan tujuan silaturrahim. 

Acara buka puasa bersama juga merupakan ajang reuni bagi sebagian orang, yaitu silaturrahim dengan teman teman masa sekolah atau kuliah yang sudah sekian tahun tidak pernah bertemu. Meskipun banyak juga yang diadakan oleh anak remaja yang masih sekolah atau kuliah. 

Fenomena yang sering kita lihat adalah puasa yang ternodai oleh sikap dan prilaku orang orang yang sedang buka bareng ataupun sedang reuni. Berbicara dan tertawa besar besar, omongan yang jauh dari sikap sopan dan santun. Berselfi ria dan berikhtilat antara laki laki dan perempuan sambil menceritakan nostalgia masa sekolah dulu, sudah pasti banyak yang lucu ketika dikenang, sehingga membuat mereka tertawa terbahak bahak. Dalam kondisi ini membuat orang lupa kalau usianya sudah berkepala lima, seolah olah umurnya masih tujuh belas tahun,  apalagi ada mantan kekasih hati yang duduk disebelahnya. Padahal mereka sedang menjalankan ibadah puasa. Di sini puasa tidak lagi menjadi junnah bagi para pekakunya, puasanya ternoda.

Di samping itu, kita melihat juga, tetapi saya tidak berani mangatakan bahwa ini sebuah survei, hanya sekedar pantauan. Apakah di cafe cafe tempat pelaksanaan buka puasa bersama, atau di rumah makan yang ada di perjalanan, tempat pemberhentian bus untuk makan minum penumpangnya. Dari sekian banyak orang yang berbuka puasa di cafe atau rumah makan tersebut, namun sangat sedikit mereka yang melaksanakan shalat maghrib, padahal mereka sedang berpuasa. Berpuasa tetapi tidak shalat. Lagi lagi puasa sebagai junnah ternodai. 

Pada dasarnya Allah SWT mewajibkan berpuasa bagi orang orang mukmin agar menjadi orang oraang yang bertaqwa. Yaitu orang orang yang taat pada syari’at-Nya, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Puasa merupakan ibadah yang istimewa karena banyak memiliki keutamaan. Di antaranya adalah puasa merupakan junnah (perisai) bagi seorang muslim. Perisai yang menjadi pelindung yang akan menghalanginya untuk mengikuti godaan syahwat, menghindarinya dari perbuatan maksiat, sehingga menjauhkan dirinya dari api neraka. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda, 

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi dirinya dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Akulah yang akan membalasnya”.(HR.Ahmad). 

Puasa juga sebagai perisai dari berbuat dosa. Puasa tidak dinodai dengan sikap sombong, perkataan jellek dan jorok yang dapat merusak pahala puasa. Sebagai mana sabda Rasulullah SAW, 

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkannya aku sedang berpuasa”.(HR. Bukhari dan Muslim). 

Puasa sebagai perisai adalah yang melindungi seseorang, sebagaimana perisai yang digunakan untuk melindungi dirinya dari serangan dalam peperangan, maka perisai akan menjaga orang yang berpuasa dari berbagai kemaksiatan dunia. Jika seseorang memilik perisai yang melindunginya dari perbuatan maksiat di dunia, maka dia akan memiliki perisai untuk melindungi dirinya dari api neraka di akhitat kelak. 

Oleh karena itu, peliharalah puasa, karena puasa itu adalah junnah, perisai yang akan melindungi kita dari gangguan godaan syaithan, dan menjaga kita dari api neraka. Jangan nodai puasa dengan sikap dan prilaku yang tidak baik, serta jauhi lisan yang tajam, jorok dan menyakitkan yang dapat menghilangkan pahala puasa. Semoga puasa menjadi perisai yang benar benar terjaga sebagai senjata penyelamatan menuju level muttaqin.
SHARE :
 
Top