Loading...

Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab melakukan pemancangan tapal batas Gampong Cucum dan Cot Yang di lokasi pembangunan Gardu Unit Induk Pembangunan (UIP) milik PT PLN Sumbagut UPP Jariingan Aceh, Kamis (5/9/2019). dok. Humas Pemkab Aceh Besar
LAMURIONLINE.COM I DARUSSALAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar tetapkan tapal batas Gampong Cucum dan Cot Yang yang berada di lokasi pembangunan Gardu Unit Induk Pembangunan (UIP) milik PT PLN Sumbagut UPP Jaringan Aceh yang berada di perbatasan Gampong Lampuja, Kecamatan Darussalam, Kamis (5/9).

Tapal tersebut berada diantara pembangunan GI milik PLN yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dengan luas lahan sekitar lima hektar yakni empat hektar berada di Gampong Lampuja Kecamatan Darussalam dan sekitar 1 Hektar berada di Gampong Cucum dan Cot Yang Kecamatan Kuta Baro yang selama ini menjadi perdebatan oleh kedua gampong itu.

Pada saat yang sama juga ditetapkan tapal batas antara Kecamatan Darussalam dengan Kecamatan Kuta Baro, yang berada antara belakang Area pembangunan Gardu Induk Ulee Kareng berkapasitas 275/150 KV itu.

Pemasangan tapal batas tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab bersama Ketua Sementara DPRK Aceh Besar Iskandar Ali, Plh Sekdakab Aceh Besar Abdullah SSos dan Muspika Kecamatan Kuta Baro, disaksikan sejumlah pejabat Pemkab Aceh Besar, para Keuchik serta tokoh masyarakat dan para pejabat PLN.




Usai pemasangan tapal Batas, Wabup Aceh Besar kepada wartawan, mengatakan bahwa pihaknya memberikan apreasiasi dan terimakasih kepada Gampong Cucum dan Gampong Cot Yang, Kecamatan Kuta Baro, yang ikhlas menerima keputusan pemerintah yang menetapakan tapal batas kedua gampong tersebut. 

"Kemenangan ini bukan kemenangan Gampong Cucum dan Cot Yang, tapi kemenangan ummat Muslim di Aceh Besar. Karena saudaranya sudah berdamai maka masyarakat di Aceh Besar mendapat satu kemenangan yang penuh Ridha Allah SWT," ucap Waled Husaini.

Ia juga menyatakan, penancapan tapal batas yang dilakukan tidak hanya disaksikan oleh manusia, akan tetapi juga disaksikan oleh Allah dan para Malaikat, bahwa orang muslimin hari ini sangat bersyukur dan gembira telah menghidayahkan dua gampong untuk rela dengan keputusan pemerintah untuk dilakukan tapal batas.

Waled juga menyatakan, tidak mengharapkan ada konflik lagi setelah tapal batas kedua gampong tersebut ditetapkan. 

"Konflik itu satu penyakit bagi orang Islam dan sangat dilarang di dalam agama, yang ada dalam Islam berdamailah di antara dua kalian. Jadi kita tidak ingin ada konflik di Aceh Besar," kata Waled lagi.

Ketua Sementara DPRK Aceh Besar Iskandar Ali menyatakan, dari dulu masalah tapal batas ini sering jadi persoalan. Karena itu Ia berharap kalau ada perselisihan seperti di Gampong Cucum dan Cot Yang itu hendaknya ditempuh melalui jalur-jalur damai.

"Ini kan masalah kearifan lokal, tidak harus masuk ke wilayah-wilayah hukum. Jadi cara-cara Pemkab Aceh Besar menyelesaikan tapal batas ini, kita tetap komit terus mendorong proses perdamaian seperti penanganan tapal batas Cucum dan Cot Yang," ujarnya.

Menurut Iskandar soal tapal batas itu ada yang lebih berat seperti tapal batas antar Kabupaten.Tapi mudah-mudahan jalur-jalur seperti ini yang kita tempuh. 

"Masyarakat juga harus sama-sama menahan diri dari konflik dan sesudah penetapan tapal batas ini di patok, mudah-mudahan tidak ada lagi persolan,” ujarnya lagi.

Ketika keputusan pemerintah ini sudah muncul, ada sebagian masyarakat yang tidak menerima, ya kenapa disuruh ke pemerintah untuk mengambil keputusan. 

“Kalau ada yang tidak puas, masih ada celah hukum yang bisa tempuh, maka tempuhlah jalur hukum, tapi jangan sampai persoalan ini menghambat pembangunan, apalagi proyek PLN ini menjadi proyek strategis daerah dan Nasional,” pungkas Iskandar Ali.

Sementara itu, Camat Kuta Baro, Bustamam SH menjelaskan tapal batas antara Kecamatan Darussalam dan Kuta Baro sebenarnya tidak ada persoalan. Karena dari awal sudah ada batasnya. 

"Kami akan usulkan nanti dibangun pintu gerbang atau gapura untuk tapal batas kecamatan agar jangan ada lagi persolan kemudian hari," katanya

Menurutnya, yang menjadi persoalan di dekat perbatasan kecamatan yakni tapal batas Gampong Cucum dengan Cot Yang. "Sebelumnya tidak ada masalah, tapi ketika dimulai penimbungan untuk pembangunan GI PLN itu baru muncul persoalannya," ungkapnya.

Masalahnya, ungkap Bustaman, tidak diketahui titik batas kedua gampong tersebut. 

"Sejak dua tahun lalu belum ada titik temunya, Insya Allah hari ini, dengan ijab kabul kedua gampong tersebut sudah terlaksana dengan ditetapkan tapal batas oleh Pemerintah Aceh Besar, dan telah dipasang patoknya oleh Wakil Bupati Waled Husaini," pungkas Bustamam, Camat Kuta Baro. (mariadi)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top