Loading...

Oleh Sri Suyanta Harsa

sumber ilustrasi: muslimobsession.com
Muhasabah 29 Syakban 1441
Saudaraku, adalah lazim apabila kita yang mengaku beriman melakukan penyambutan akan datangnya bulan Ramadhan dengan suka cita, bergairah dan berghirah meningkatkan kualitas diri untuk mengabdi pada Ilahi. Nah, di antaranya membuat perencanaan penunaian puasa di siang hari, dan menghidupkan malam harinya dengan terawih dan ibadah lainnya.

Dari segi, kapan bulam Ramadhan tiba dan berakhir, umat Islam merujuk pada rembulan, tetapi kapan harus beribadah berpuasa, orang Islam berpedoman pada matahari, yakni dari sejak fajar sidiq sampai terbenam matahari atau sejak jelang adzan subuh sampai saat adzan magrib.

Di antara aktivitas ibadah sebagai agenda penting yang bisa direncanakan untuk dikukuhkan ketika puasa kali ini antara lain. Pertama, agenda niat. Nah saat sudah hilal atau ulil amri sudah mengumumkan masuknya bulan Ramadhan, maka sejak usai magrib sampai jelang shalat subuh kita sudah bisa berniat untuk puasa sebulan penuh, dan juga mengulangi setiap malam harinya untuk puasa esok hari. Sekiranya lupa (melafalkan) niat pada malam tertentu, semoga sudah terwakili pada niat di awal Ramadhan. Tentu berniat setiap malam untuk puasa esok harinya menjadi sangat penting. Artinya, ibadah puasa juga mengajarkan pentingnya memiliki komitmen terhadap perencanaan dan Allah oriented.

Kedua, agenda shalat terawih. Shalat wajib sudah pasti, maka yang dimasukkan di template agenda Ramadhan ini rangkaian shalat sunat. Maka shalat terawih, shalat rawatib (2 rekaat sebelum subuh, 2 rekaat sebelum dan juga sesudah dhuhur, 2 rekaat sesudah magrib, 2 rekaat usai Isya), shalat dhuha mestinya tidak diliwatkan begitu saja. Bila shalat sunat terawih pada Ramadhan yang sudah-sudah lazim ditunaikan di masjid atau mushala dengan jamaah yang ramai, maka Ramadhan kali ini karena masih dalam rangka memutus penyebaran covid 19, pelaksanaan shalat cenderung disukai ditunaikan berjamaah dengan keluarga batihnya di rumah masing-masing.

Ketiga, tadarus al-Qur'an. Ibadah ini juga menjadi di antara ibadah yang paling digalakkan dalam bulan Ramadhan sehingga sehingga durasi dan intesitas membacanya meningkat secara masif. Bila satu hari membaca satu juz (one day one juz) maka sebulan yang 30 hari bisa khatam Al-Qur'an. Terhadap al-Qur'an, akan lebih baik bila membaca, membaca, membaca. Membaca yang tertulis, membaca yang tersirat, dan membaca yang membawa dirinya (takut) pada Allah.

Keempat, berdzikir dan berdoa. Berdzikir dalam pengertian ingat kepada Allah tentu dilakukan sepanjang masa selama hayat dikandung badan dengan cara mengerjakan aktivitaa kebaikan apapun dimulai dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan membaca hamdalah. Tetapi berdzikir dalam pengertian menyebut asma Allah dan istighfar, lazim dilakukan setelah shalat dan menyebut asmaul husnaNya Allah pada saat-saat yang kontekstual. Begitu juga dengan berdoa kepada Allah, apalagi doa orang yang berpuasa. Termasuk berdoa agar terhindar dari mara bahaya covid 19. 

Kelima, berbagi. Berbagi baik materi maupun immateri juga menjadi di antara ibadah yang sangat diapresiasi. Bila ifthar (berbuka puasa) bersama ditiadakan, maka kita bisa berbagi dengan cara lain, misalnya berbagi donasi, sedekah, infak, juga berbagi bahan mentahnya berupa sembako atau paket-paket tertentu. Bahkan berbagi hari ini juga menjadi spesial, karena di saat mak meugang akan sangat membantu bagi banyak keluarga akibat "ancaman" covid 19 sehingga harus lockdown atau social distancing 

Keenam, membaca. Di samping membaca al-Qur'an, maka akvitas membaca apa saja juga menjadi penting, terutama buku-buku yang berisi tentang akidah, ibadah, akhlak, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sejarah, politik budaya dan lainnya.

Dan tentu, masih banyak akvitas bermakna lain yang dapat direncanakan dan dikukuhkan selama Ramadhan 1441 kali ini. Ketika kita dapat menyambut datangnya Ramadhan 1441 kali ini dengan niat tulus untuk meningkatkan kualitas iman dan memperbanyak amal shalih, dibuktikan dengan membuat perencanaan agenda Ramadhan,  maka kitapun layak mensyukurinya dengan hati, lisan dan perbuatan nyata. Pertama, mensyukuri di hati dengan meyakini bahwa Allah menyediakan waktu dan kesempatan bagi hamba-hambaNya dengan kemahabijakanNya. Maka beruntunglah bagi orang-orang memanfaatkannya untuk beramal shalih dan merugilah bagi orang yang menelantarkannya apalagi mengisinya dengan amalan salah. Kedua, mensyukuri di lisan dengan melafalkan alhamdulillahi rabbil 'alamin. Semoga Allah menganugrahi hidayah dan inayahNya kepada kita sehingga mau mampu memanfaatkan hari-hari bulan Ramadhan 1441 ini untuk meningkatkan kualitas iman dan beramal shalih. Ketiga, mensyukuri dengan perbuatan nyata, berniat melakukan ibadah dan membuktikannya dalam perilaku hari-hari.

Untuk menyempurnakan penyambutan akan tibanya Bulan Ramadhan 1441, saya Sri Suyanta memohon maaf lahir dan batin.
SHARE :
 
Top