Loading...

dok. IST
LAMURIONLINE.CO, I ACEH BESAR - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini SAg bersama Kepala Bidang Pengelolaan SDA dan TTG, Iskandar SE MSi melakukan kunjungan monitoring ke Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Gampong Punie Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar, Selasa (25/08). 

Kunjungan ke Posyantek yang terbentuk sejak 2019 yang lalu tersebut turut difasilitasi oleh para Pendamping Desa dan Kasi PMMG Darul Imarah, Posyantek Gampong Punie, keuchik dan perangkat gampong sekaligus memperagakan (demo) cara penggunaan Drone untuk penyemprotan pestisida. 

Drone ini merupakan salah satu alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang ada di Posyantek Gampong Punie yang dirancang Tengku Ibnu Hajar, Ketua Posyantek Gampong Punie. Tengku Ibnu merupakan salah satu guru Dayah Mudi Mesra Samalanga dan saat ini juga menjadi Pimpinan Dayah Tarbiyatul Ula yang ada di Gampong Punie. Disamping sebagai pimpinan dayah, Tengku Ibnu juga aktif mengajarkan cara pembuatan Drone kepada beberapa dayah maupun sekolah lainnya yang ada di Aceh. Ilmu pembuatan Drone ini dipelajarinya secara autodidak.

"Alhamdulillah berhasil dan sudah digunakan untuk penyemprotan pestisida tanaman padi baik di Gampong Punie maupun gampong-gampong lainnya" sebutnya.

Tengku Ibnu menyebutkan dirinya siap memberikan pelayanan jasa penyemprotan kepada masyarakat. Dalam praktek penyemprotan pestisida pada tanaman padi, drone ini tersedia tangki yang terisi cairan pestisida sebanyak 10 liter yang dapat menyemprotkan sawah seluas 3.000-4.000 meter2. Petani tentu sangat diuntungkan dengan adanya alat ini, biasanya untuk lahan seluas 2.000 meter2 petani harus mengeluarkan biaya lebih kurang Rp 150.000 maka dengan menggunakan Drone ini biaya yang dikeluarkan cukup Rp 100.000 saja. Jika penyemprotan manual biasanya membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam, tergantung tinggi padi dan dalamnya lumpur, maka dengan menggunakan Drone ini, waktu yang dibutuhkan hanya 2 hingga 3 menit. Keuntungan lainnya adalah dengan jarak remot kontrol yang jauh dengan Drone, tentunya ini lebih aman bagi si pengguna sebab tidak ada kontak langsung cairan pestisida dengan si pengguna saat penyemprotan. 




Sementara Kadis DPMG Aceh Besar, Carbaini SAg dalam kunjungannya berpesan agar kegiatan pengembangan alat teknologi tepat guna dapat terus ditingkatkan melalui posyantek yang telah terbentuk. 

"Oleh gampong, silakan menggunakan dana desanya untuk pengembangan-pengembangan teknologi dan maupun pengembangan ekonomi masyarakat. Mengingat saat ini juga seluruh gampong dalam masa penyusunan perencanaan tahun 2021. Maka momen musyawarah gampong yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya tidak hanya mengakomodir usulan-usulan pembangunan fisik saja, namun juga penguatan ekonomi dan teknologi di gampong. Sehingga ke depannya akan terus terbentuk gampong yang secara infrastruktur sudah baik dan masyarakatnya secara ekonomi juga mapan" ujar Carbaini.

Hal yang sama juga disampaikan Kadis saat melanjutkan kunjungan ke Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Lhoknga yang memiliki beberapa produk gampong karya ibu-ibu PKK seperti bumbu masak, sirop dari air kelapa maupun minuman cincau. (bad/rel)
SHARE :
 
Top