Loading...

lamurionline.com -- Aceh Utara : Hamdani Mulya kembali menoreh karya buku berjudul Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh Permata Ilmu dari Aceh. Guru SMAN 1 Lhokseumawe ini menulis kisah jejak kegemilangan sejarah Kerajaan Samudra Pasai dalam sebuah buku yang terbilang bagus.

"Buku Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh saya tulis sebagai referensi pembelajaran sejarah, agar para generasi muda memahami bahwa nenek moyang kita dulu merupakan keturanan bangsa yang disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa luar," ungkap Pak Ham, sapaan akrab guru Bahasa dan Sastra Indonesia itu.

Buku besutan Hamdani Mulya merupakan karya yang layak menjadi rujukan guru sejarah, siswa, dosen, dan mahasiswa sebagai panduan pembelajaran sejarah di tanah air.

"Sultan Malikussaleh adalah seorang pemimpin, negarawan sejati. Dibawah kepemimpinannya Kerajaan Samudra Pasai mencapai puncak kemajuan, Aceh gemilang dengan kemajuan peradaban ilmu pengetahuan yang tinggi. Untuk melestarikan khazanah tamadun peninggalan bersejarah itulah buku ini saya tulis," Pak Ham menjelaskan.

Buku ini diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, setelah lulus seleksi naskah oleh para ahli. Mulai meluncur pada bulan November 2020.

Hamdani Mulya sosok penulis buku ini merupakan putra asli Pasai, dilahirkan di desa Paya Bili, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara 10 Mai 1979 mengecap pendidikan di SMAN 1 Samudra Geudong tahun 1995-1998. Ia sangat tertarik menulis sejarah Samudra Pasai sebagai tanda cinta kepada tanah leluhurnya.

Buku karya Hamdani lulusan Universitas Syiah Kuala tahun 2003 ini berjumlah 108 halaman dan diberikan kata pengantar oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

"Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, kepada Bapak Imam Muhajir yang telah memproses buku sampai terbit, dan kepada semua pihak yang mendukung terbitnya buku ini," pungkas Pak Ham.

Buku Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh juga bercerita tantang tokoh dunia yang pernah berkunjung ke Samaudra Pasai seperti Ibnu Bathutah. Serta merekam jejak peninggalan sejarah seperti etnografika, filologika, numismatika, dan historika koleksi Museum Islam Samudra Pasai. (CM)

SHARE :
 
Top