LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR
- Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus menghidupkan syiar Islam sekaligus melestarikan warisan budaya masyarakat melalui penyelenggaraan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang digagas oleh Bupati Aceh Besar tersebut akan berlangsung di Komplek Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (25/6/2026).

Hari Asyura merupakan momentum istimewa dalam ajaran Islam yang sarat dengan nilai ibadah, rasa syukur, dan kepedulian sosial. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan Puasa Asyura pada 10 Muharram, yang memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu. Bahkan, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) sebagai penyempurna ibadah sekaligus pembeda dari tradisi umat terdahulu.

Selain puasa, Hari Asyura juga menjadi momentum memperbanyak amal kebajikan dan sedekah. Umat Islam dianjurkan untuk berbagi rezeki, menyantuni anak yatim, membantu sesama, serta mempererat tali silaturahmi sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat dan pertolongan Allah SWT. Hari bersejarah ini juga mengingatkan umat kepada peristiwa besar, seperti keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun, serta berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS setelah banjir besar.

Di Aceh, syiar Asyura memiliki kekhasan tersendiri yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para indatu. Tradisi memasak Bubur Asyura dan Teut Apam tidak hanya menjadi kegiatan kuliner, tetapi juga simbol kebersamaan, gotong royong, persaudaraan, serta rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT. Melalui tradisi tersebut, masyarakat berkumpul, bekerja sama, dan kemudian berbagi makanan kepada sesama, sehingga nilai ibadah dan nilai sosial berjalan beriringan.

Ketua Panitia, Tgk. Rusdi, S.Sos., M.Si., yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, mengatakan bahwa hingga saat ini sebanyak 34 tim telah mendaftar sebagai peserta lomba.

“Hingga saat ini sudah terdaftar 34 tim yang akan mengikuti perlombaan. Terdiri dari 23 tim TP PKK kecamatan se-Aceh Besar, 10 tim OPD di lingkungan Pemkab Aceh Besar, serta satu tim dari ormas Islam BKMT Aceh Besar,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Menurut Rusdi, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat syiar Islam dan melestarikan tradisi yang telah menjadi identitas masyarakat Aceh Besar. Pemerintah daerah ingin memastikan nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam peringatan Hari Asyura tetap hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.

Panitia juga telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp21.500.000 yang akan diperebutkan dalam dua kategori, yakni kategori TP PKK dan kategori Instansi. Juara pertama akan memperoleh Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta, juara ketiga Rp2 juta, harapan pertama Rp1,5 juta, harapan kedua Rp1 juta, dan harapan ketiga Rp750 ribu.

“Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, perlombaan ini juga kami dukung dengan total hadiah Rp21.500.000 bagi para pemenang. Semoga hal ini dapat memacu semangat peserta untuk berkompetisi secara sehat sekaligus mempererat kebersamaan dalam peringatan Hari Asyura,” kata Rusdi.

Rusdi menjelaskan, setiap tim diwajibkan menyiapkan 20 kotak hidangan yang terdiri atas 10 kotak Bubur Asyura dan 10 kotak Apam. Seluruh hidangan tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.

“Selain untuk dinilai oleh dewan juri, hasil masakan para peserta juga akan dibagikan kepada masyarakat. Dengan demikian, semangat berbagi dan bersedekah yang menjadi bagian penting dari peringatan Hari Asyura dapat dirasakan bersama,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tgk. Rusdi juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Besar untuk menjadikan momentum Hari Asyura sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui berbagai amalan yang dianjurkan dalam syariat Islam.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Aceh Besar untuk menghidupkan syiar Hari Asyura dengan melaksanakan puasa sunah Tasu'a dan Asyura, memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim, serta mempererat silaturahmi di tengah masyarakat. Hari Asyura merupakan momentum yang sangat istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah dan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita," ujar Tgk. Rusdi.

Menurutnya, tradisi memasak Bubur Asyura dan Teut Apam yang dilaksanakan masyarakat Aceh selama ini merupakan salah satu media syiar Islam yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Karena itu, ia berharap tradisi tersebut terus dilestarikan dan diiringi dengan penguatan nilai-nilai ibadah yang menjadi substansi utama peringatan Hari Asyura.

"Jangan sampai kita hanya meramaikan tradisinya, tetapi melupakan amalan-amalan utama yang dianjurkan Rasulullah SAW. Mari kita sempurnakan peringatan Hari Asyura dengan berpuasa, memperbanyak sedekah, berzikir, membaca Al-Qur'an, dan melakukan berbagai amal kebajikan agar keberkahan hari mulia ini benar-benar dapat kita rasakan bersama," pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap pesan utama Hari Asyura dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat, yaitu meningkatkan kualitas ibadah melalui puasa dan amalan saleh, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui tradisi berbagi. Perpaduan antara syiar Islam dan pelestarian budaya lokal tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi Aceh Besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin serta warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Kegiatan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam ini diharapkan menjadi momentum bersama untuk menguatkan identitas Aceh Besar sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga tradisi luhur warisan para pendahulu yang sarat dengan pesan kebersamaan, kepedulian, dan keberkahan.

Humas Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Besar

SHARE :

0 facebook:

 
Top