Simulasi memasak dalam kondisi darurat untuk para korban bencana yang dilakukan oleh peserta sosialisai kampung Siaga Bencana yang dilaksanakan di kampung Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Rabu, (8/12/2021). FOTO/DOK DINSOS ACEH BESAR


lamurionline.com -- Kota Jantho : Bupati Aceh Besar, Ir. H. mawardi Ali yang diwakili Asisten I Setdakab Aceh Besar, Abdullah, SSos menutup kegiatan sosialisasi Kampung Siaga Bencana (KSB) yang dilaksanakan sejak Senin (7/12) yang lalu hingga Rabu (8/12/2021) di Kampung Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Setdakab Aceh Besar, Abdullah, SSos mengatakan, dalam melaksanakan penanggulangan bencana di daerah khusunya di kecamatan Mesjid raya diperlukan koordinasi dan kerja sama yang terintegrasi dengan berbagai pihak. “Menanggulangi bencana menjadi tanggung jawab bersama, maka perlu dikoordinasikan secara terintegrasi berbagai pihak, namun yang paling utama ialah masyarakat kampong sekitar, oleh karenanya Kampung Siaga Bencana menjadi garda terdepan dalam menanggulangi bencana,” katanya saat diwawancarai oleh lamurionline.com, Kamis (9/12/2021).




Menurutnya, kompleksitas masalah yang diakibatkan oleh bencana tidak bisa dipandang hanya pada satu sector tertentu saja, melainkan secara menyeluruh pada sector kesehatan, sosial dan berbagai sector lainnya. “Semua pihak memiliki perna dan tanggung jawab masing-masingdalam mendukung upaya penyelenggaraan penanggulangan bencana daerah,” ujarnya.

Disamping itu, penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, penanggulangan bencana perlu dukungan dan perhatian dari masyarakat, swasta, lembaga non Pemerintah, perguruan tinggi serta media. “ penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab moral seluruh elemen, tidak terbatas Pemerintah saja, KSB ini mari kita jadikan sebagai pengetahuan dalam rangka pengurangan resiko bencana,” terangnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan, strategisnya program ini untuk menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman masyarakat sebagai pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, untuk itu kepada masyarakat yang telah mengikuti sosialisasi KSB dapat mengimplementasikan ilmu yang diserap dalam menanggulangi bencana. “Program ini sangat strategis, masyarakat yang telah mengikuti program ini agar mampu melaksanakan tugasnya dalam menanggulangi bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Besar, Bahrul Jamil, SSos, MSi yang akrab disapa BJ mengatakan, tujuan utama ini memberikan peningkatan pemahaman dan keahlian tentang manajemen penanggulangan bencana berbasis mayarakat. “Kita berikan pemahaman kepada masyarakat agar masyarakat memiliki kemampuan menganalisa dalam menanggulangi bencana, dan mengambil langkah cepat dalam penyelamatan saat terjadi bencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Lamreh menjadi kawasan yang sangat rentan bencana, jadi ini penting bagi warga sekitaran Lamreh agar dalam kondisi genting masyarakat langsung mengambil keputusan, agar korban jiwa dan harta akibat bencana dapat terkurangi. “Kita tidak tahu kapan bencana itu datang, yang dapat kita lakukan adalah mengurangi resiko bencana, nah keputusan ini lah yang harus dilakukan oleh warga Lamreh,” ujarnya.

Metode pembentukan Kampung Siaga Bencana dilakukan dengan metode ceramah, diskusi,FGD latihan dan simulasi penanggulangan bencana, sedangkan output dari kegiatan ini, menurutnya, meningkatkan pemahaman dan keahlian tentang manajemen penanggulangan bencana berbasis masyarakat. “Jadi masyarakat benar-benar harus memahami cara pengurangan resiko bencana diwilayah Kabupaten Aceh Besar khususnya di Kecamatan Mesjid Raya,” pungkasnya. (Cek Man)

SHARE :
 
Top