Oleh: Juariah Anzib, S.Ag

Penulis Buku Wakaf di Aceh: Tradisi, Inovasi, dan Keberkahan


Salah satu rukun Islam yang berdimensi ibadah sekaligus sosial adalah zakat. Sebagaimana wajibnya shalat lima waktu, zakat pun memiliki kedudukan hukum yang sama, yakni wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Oleh karena itu, zakat tidak boleh diabaikan, baik zakat fitrah maupun zakat mal. Dalam zakat terkandung hak kaum dhuafa, fakir miskin, dan golongan yang berhak menerima (mustahik), yang harus ditunaikan oleh mereka yang memiliki kemampuan (muzakki).

Menjelang bulan suci Ramadhan, Lembaga Amil Zakat (LAZ) mulai merancang berbagai program unggulan dalam rangka optimalisasi pengelolaan zakat, baik dari sisi penghimpunan maupun penyaluran. Perhatian diberikan kepada para muzakki agar semakin termotivasi menunaikan kewajibannya melalui lembaga resmi, sekaligus memastikan para mustahik yang menjadi sasaran benar-benar tepat dan layak menerima bantuan.

Dalam Perbincangan Sabtu Pagi Radio Baiturrahman, 31 Januari 2026, narasumber Riadhi menyampaikan, LAZ telah mempersiapkan program zakat yang lebih matang dan terstruktur. Persiapan tersebut mencakup sistem penghimpunan yang mudah diakses, transparan, dan penyaluran yang cepat, akurat, dan berdampak pada perubahan msutahik. Semua ini menjadi landasan bagi penguatan tata kelola zakat yang profesional.

Rancangan program tersebut antara lain mendorong kesadaran muzakki menyalurkan zakat melalui lembaga zakat, memberikan kemudahan layanan, dan membangun kepercayaan publik. LAZ juga berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih terarah, efektif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sehingga semangat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dapat terwujud.

Selain zakat, LAZ juga mengedepankan optimalisasi pengelolaan infak dan sedekah. Momentum Ramadhan akan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program sosial, seperti bantuan bagi kaum dhuafa, fakir miskin, santunan anak yatim dan yatim piatu, serta kelompok rentan lainnya. Penyaluran dirancang melalui pemetaan yang tepat agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dan menjangkau mustahik secara merata.

Perhatian khusus juga diberikan kepada wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Masyarakat di daerah tersebut sangat membutuhkan uluran tangan untuk menopang kehidupan mereka, terutama dalam menyambut Ramadhan. LAZ akan berupaya mencari titik-titik lokasi yang belum tersentuh bantuan, sehingga dapat mengisi kekosongan dan mengurangi beban penderitaan masyarakat.

Narasumber lainnya, Sayed Muhammad Husen, menekankan pentingnya membangun kesadaran umat agar menunaikan zakat melalui lembaga zakat. Menurutnya, pembayaran zakat secara terorganisir akan membuat penyaluran lebih merata, efektif, dan terarah, dibandingkan dilakukan secara sendiri-sendiri. Melalui lembaga zakat, keabsahan dan ketepatan penyaluran lebih terjamin.

Ramadhan merupakan momentum terbaik meningkatkan kualitas ibadah. Di bulan ini pula, umat Islam tidak hanya memperbanyak shalat, puasa, dan sedekah, tetapi juga berupaya menyempurnakan kewajiban zakat. Fenomena ini menunjukkan adanya potensi besar yang perlu dikelola secara serius oleh LAZ. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan dan profesionalisme hal penting diperhatikan dalam menjaga dan memperkuat kepercayaan umat.

Riadhi menambahkan, program zakat unggulan tahun ini akan lebih memprioritaskan masyarakat yang terdampak bencana, dengan perkiraan alokasi sekitar 70 persen untuk wilayah bencana dan 30 persen untuk masyarakat lainnya. Kebijakan ini diambil sebagai wujud kepedulian dan keadilan sosial terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

Di sisi lain, keberadaan berbagai lembaga zakat, termasuk Baitul Mal, harus dipandang sebagai kekuatan bersama. Kolaborasi dan sinergi antar lembaga menjadi kebutuhan mendesak, mengingat dampak bencana bersifat jangka panjang dan kompleks. Perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi, dan penguatan sumber daya manusia memerlukan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan dinas sosial, dinas pendidikan, dan lembaga kemasyarakatan lainnya.

Untuk mempermudah layanan, LAZ juga menyiapkan berbagai kanal pembayaran, baik secara langsung (offline), transfer melalui rekening, maupun program infak harian dengan nominal kecil namun rutin. Semua ini agar masyarakat semakin mudah berpartisipasi dalam gerakan kebaikan.

Inilah sebagian ikhtiar pengelolaan zakat yang tengah dipersiapkan di tengah situasi pascabencana di Aceh, Serambi Mekah. Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya dan memberkahi setiap langkah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan umat.

SHARE :

0 facebook:

 
Top