LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH — Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) sekaligus Ketua Umum Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (KPMDI), Dr. Marlinda Irwanti, mantan Rektor Universitas Sahid serta anggota DPR RI periode 2014–2019, melakukan kunjungan kerja ke Aceh dengan sejumlah agenda strategis.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Marlinda Irwanti menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara FPPI dengan Yayasan Pendidikan Nanggroe Aceh (YAPENA) serta Politeknik Venezuela Aceh (POLIVEN). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi dan peningkatan kapasitas generasi muda Aceh.

Melalui sinergi FPPI dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), direncanakan pembangunan program Agroforestry serta upskilling mahasiswa POLIVEN, guna meningkatkan kapabilitas dan keterampilan lulusan. Hal ini sejalan dengan karakteristik POLIVEN sebagai kampus binaan FPPI yang memiliki program studi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan.

“Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja, penguatan pelatihan vokasi, dan peningkatan produktivitas generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Dr. Marlinda.

Selain agenda pendidikan, dalam kunjungan ke Aceh tersebut Dr. Marlinda Irwanti juga melantik Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (KPMDI) Aceh. Organisasi ini memiliki visi untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas daiyah dalam berdakwah dan pemberdayaan umat di bumi Serambi Mekkah.

Agenda utama lainnya adalah penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Tamiang. Bantuan yang disalurkan berupa 15 unit pompa air bersih yang diperuntukkan bagi lima desa terdampak.

Dr. Marlinda mengenang kiprahnya saat menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Aceh pada tahun 2000, di mana ia telah berkeliling hampir 500 desa di seluruh Aceh dan menggagas program Gampong Mawaddah Warrahmah (GAMMAWAR). Dalam napak tilas tersebut, ia berharap masyarakat yang tertimpa bencana tetap sabar, tabah, dan tawakal dalam menghadapi ujian.

“Mudah-mudahan bantuan dari FPPI dan KPMDI ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Diketahui, FPPI pada tahun 2026 genap berusia 17 tahun, dan berkomitmen untuk terus berkontribusi lebih luas dalam pemberdayaan perempuan dan anak di seluruh Indonesia. (Murdani Tijue)

SHARE :

0 facebook:

 
Top