Berita Terdepan :
Redaksi Menerima Tulisan/Artikel/Opini/Berita. Kirimkan ke email : lamuribulletin@gmail.com

Jamee Kamoe

Berlangganan

Recommend on Google





Lamuri Arsip

(LENSA) Ragam Lomba Festival Anak Shaleh Indonesia Ke-9 Aceh Besar

Peserta Tilawah sedang tampil di depan Dewan Juri

Peserta Cerdas Cermat tampil di panggung utama FASI Ke-9 Aceh Besar

Paitinia siap sedia 

Masyarakat antusias mengikuti berbagai kegiatan lomba FASI

Pesona Janji Pemimpin

Oleh : Adly Muhammad Harun

Kesyahduan nyanyian janji di panggung kampanye seakan selalu populer seperti lagu yang lagi ngehits. Mareka menyampaikan dengan berbagai nada suara, mulai dalam bentuk syair merdu, lukisan indah serta tulisan penuh makna dan harapan. Hal itu terus membara sehingga ia mendapatkan saduran dari nyanyiannya. Ia tidak pernah mengangap apakah benar atau salah, janji atau akan dikhianati. Nada-nada ini terus bergeming pada telinga rakyat yang akan menjadi tumbal janjinya. Negeri ini kian terbawa buaian indah yang mengantarkan pada tidur nyenyak para pemimpin negeri. Mengirim pesona indah yang tidak di lupakan, kemudian duduk didalam kegiatan yang penuh pembodohan dengan misi melanjutkan cita-cita pembangunan dalam kebhinnekaan. Pesta demokrasi telah usai, masyarakat mulai menanti wujud sari janji, umpan manis para politisi. Janji yang telah dibayar dengan rupiah dengan kata kini “serangan fajar” sudah kelam. 

Pemimpin yang telah menelan imannya kini berkasih dengan cara yang sangat dengki. Mengatur segala aspek pembangunan dengan program yang tidak lepas dari kata”fee”. Mengisi kebutuhan yang tidak pernah berkecukupan. Namun telah lupa akan nasib rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Islam padahal telah mengajarkan sistem politik yang dinamis, yang tidak menginjak kaum lemah yang sehingga membuat bangsa semakin carut marut. Dalam Islam, kata janji tidak bedanya dari kata “hutang”, yang artinya sebuah hal yang harus dilunasi atau dibayar sampai kapan pun. Nabi SAW juga menyebutkan bahwasanya salah satu ciri orang munafik adalah mengingkari janji. Dari itu kita telah banyak melihat banyak dari pemimpin kita yang telah mengobral janji mareka bak pakaian setengah pakai. Mareka tidak lagi memikirkan sanggup atau tidak menunaikannya. 

Inilah yang kemudian menjadikan roda pemerintahan negeri kita di kendalikan oleh nafsu penguasa, tanpa dilandasi keimanan yang kokoh Sehingga menggelapkan mata mareka. Betapa tidak disadari bahwa dipundak mareka adalah bongkahan amanah rakyat. Berbagai pemilihan kian di lewati rakyat, seluruh janji tinggal begitu saja diatas panggung kampanye. Janji mengangkat taraf hidup masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, memberikan peningkatan pangan, membangun sarana pendidikan, serta memudahkan biaya kesehatan. Tidak sampai disitu, yang dulunya hadir dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, setelah ia terpenuhi hajatnya kini hilang entah kemana. Nasib rakyat yang telah penuh harap pada janjinya, kini hanya mengusap dada menanti hidayah dari-Nya. 

Beginilah penomena yang terjadi di nusantara, para pemimpin yang memelihara korupsi, melindungi kolusi serta memberdayakan nepotisme sehingga negara ini berarah maju pada kehancuran bukan pada kemakmuran. Saatnya kita kembali memegang petuah endatu “Dipeuanggoek ta anggoek, Tajoek nyang bek. Dipeukhem takhem, tatem nyang bek”. Mungkin itu yang lebih tepat kita pegang mengingat semua sudah berjalan tidak pada garisnya. Dari itu, pelajaran ini cukuplah. Kini kita lebih mempersiapkan generasi yang akan menjadi pemimpin yang berlandaskan keimanan dalam melanjutkan cita-cita pembangunan. Jangan lah lagi terbuai dengan janji manis, percaya dengan serangan fajar serta takut dengan ancaman manusia. Kini saatnya kita mengembalikan semua pada hati nurani agar lahir kehidupan berbangsa yang sejahtera serta menggapai motto dari negeri Islam “baldatun thayyibatun warabbul ghafur”. 

Report From Majene, 14 April 2014

(LENSA) Bupati Aceh Besar Buka FASI Ke 9

Bupati Aceh Besar Mukhis Basyah saat membuka Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Ke-9 Kabupaten Aceh Besar di Kompleks Mesjid Baitul Makmur Sibreh, Aceh Besar. FASI Ke-9 Se-Aceh Besar akan digelar mulai tanggal 17 - 20 April 2014 dengan menampilkan berbagai macam perlombaan islami. Foto direkam Lamuri Kamis (17/04) (Red)


MIN Indrapuri Tempat Porseni Tingkat Gugus 10

Lamuri-Indrapuri. Kompleks Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Indrapuri Kabupaten Aceh Besar menjadi tempat dilaksanakan Porseni Tingkat Gugus 10. Acara pembukaan dilaksanakan hari ini, Selasa (15/04). Sejumlah Madrasah Ibtidaiyah yang tergabung dalam Gugus 10 ikut ambil bagian diantaranya MIN Indrapuri. MIN Bukit Baro II, MIN Lampupok Raya, MIN Meureu, MIN Lamreh dan MIN Lampaku I. Sementara cabang lomba yang diperlombakan mencakup lomba Pidato, Cerdas Cermat dan Bola Kaki. Perlombaan dilaksanakan dua hari mulai tanggal 15 – 16 April (besok-Red). Kepala MIN Indrapuri Aizuddin, S.Pd.I didampingi wakilnya Jauhari, S.Pd kepada Lamuri mengatakan kegiatan lomba Porseni Tingkat Gugus ini diadakan sebagai persiapan untuk lomba Porseni Tingkat Kabupaten mendatang. “Perlu kita cari siswa-siswi yang berprestasi yang akan mewakili gugus 10 untuk Porseni Kabupaten” sebut Aizuddin singkat. Hal senada juga diungkapkan Ka. Tata Usaha MIN Indrapuri Khairani yang menyatakan siswa-siswi yang berprestasi ini nantinya akan bersaing dengan gugus lain yang ada di Aceh Besar, “jadi perlu dilakukan perlombaan dan persiapan sejak awal untuk tercapainya hal tersebut”, jelasnya. Khairani juga menambahkan MIN Indrapuri sebagai inti dari Gugus 10 sudah beberapa kali menjadi tempat dilaksanakannya Porseni Tingkat Gugus. Hal ini berdasarkan data arsip yang tersimpan di MIN tersebut. menurut pantauan Lamuri yang turut hadir pada pembukaan acara, kegiatan porseni tingkat gugus ini disambut antusias oleh siswa-siswi yang hadir. Kegiatan pembukaan ikut dihadiri oleh para Kepala Madrasah dan pendamping siswa dari masing-masing madrasah peserta, Komite Madrasah dan Pengawas. (Abr/Hrn)

Teori Pendidikan Mana Yang Terbaik

“Sebaiknya ibu mengatakan pada anak ibu bahwa sekolah dimana-mana sama saja. Ibu juga sebaiknya harus mendisiplinkan anak ibu bahwa biaya sekolah itu cukup mahal. Anak-anak diajarkan juga untuk mengerti kondisi bahwa orangtua telah menyekolahkan anak dengan susah payah, apalagi bila sekolahnya itu adalah sekolah favorit maka sebaiknya si anak harus beradaptasi dan membiasakan diri dengan hal-hal yang tidak nyaman untuk menjadi nyaman dan berusaha sebaik-baiknya karena peluang sebagai anak yang diterima di sebuah sekolah favorit sangatlah tidak mudah. Seorang anak harus mengerti apa arti syukur. Ibu-ibu ingat, sebuah ayat yang menyatakan bahwa bila kita bersyukur maka akan ditambah nikmatnya, bila tidak bersyukur maka siksaKu sangat pedih, sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surah Ibrahim ayat 7.”
Uraian panjang lebar dari ustadz Ghufron membuat hati bu Maya sangat tidak nyaman. Siapa sih anak di dunia ini yang mau punya suasana sekolah tidak enak. Semua orangtua pastilah sedih bila melihat anaknya tidak mampu beradaptasi dan tidak memiliki kawan di sekolah yang baru, walaupun sekolah tersebut dikenal sebagai sekolah terbaik dan dikenal sebagai sekolah favorit, jadi rebutan dan hanya anak-anak pintar saja yang diterima di sekolah tersebut. Ditambah lagi teori sang ustadz terhadap kondisi anak bu Maya, sungguh hal ini tidak sesuai dan tidak nyaman bagi bu Maya sendiri yang sangat tahu anaknya seperti apa.
Ingin menyanggah sang ustadz, namun waktu bu Maya tidak memungkinkan dan rasanya tidak sopan. Budaya di Indonesia, seorang ustadz atau pembicara adalah benar dan selalu benar, sementara si pendengar adalah pihak yang diberitahu, maka membuat bu Maya menjadi malas untuk menyanggah. Tujuan bu Maya untuk ikut acara seminar pendidikan sehari ini adalah agar mendapatkan ilmu mengenai pendidikan anak. Di sela sesi tanya jawab, bu Maya menanyakan: bagaimana agar anaknya betah di sekolah dan mampu beradaptasi dengan baik karena bila dikeluarkan dari sekolah rasanya sangat sayang karena sekolahnya adalah sekolah favorit yang masuknya pun sangat susah. Namun bu Maya tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.
Ya, bu Maya benar dan sang ustadz pun tidak salah.
Tidak ada kata absolut atau mutlak benar untuk sebuah kasus, apalagi kasus tersebut menimpa personal. Maka yang paling tahu apa yang harus dilakukan adalah orangtua anak itu sendiri karena sebuah kasus yang menimpa seorang anak itu dilihat daripada latar belakang keluarga dan backgroundkehidupan sebelumnya. Selain itu masa kecil si anak, perlakuan orangtua pada anak dan banyak lagi, pola asuh orangtua yang sedikit banyak mempengaruhi keadaan dan kehidupan serta kebiasaan si anak, juga mempengaruhi kasus-kasus yang terjadi pada seorang anak.
Teori pendidikan tidak ada yang seratus persen benar atau tepat, yang sebetulnya terjadi adalah cocok atau tidaknya kita dengan teori tersebut, tepat atau tidak teori tersebut dengan kasus kita dan hal ini semua kembali pada keluarga masing-masing. Istilahnya bagaimana mereka mendidik anak, maka kasus-kasus dan penyelesaiannya akan tergantung pada pola didik dan pikiran sang orangtua bukan tergantung pada pendidikan manapun. Jadi seorang ibu atau ayah tidak perlu terlalu repot ikut seminar pendidikan setiap minggu, ikutlah hanya sebagai sarana untuk menambah ilmu dan menambah wawasan. Namun setiap keputusan maupun jalan pendidikan yang dibuat adalah tergantung pada orangtua itu sendiri, tidak tergantung pada seminar maupun teori manapun dan yang jelas solusi setiap anak dalam sebuah keluarga tentu saja berbeda walaupun anak tersebut datang dari rahim yang sama.
Jadi kembali pada kasus diatas, bila bu Maya ataupun banyak orangtua berharap bahwa masalah anaknya akan selesai dengan ceramah sang ustadz atau dengan trainer darimanapun, maka untuk menjawab semua permasalahan anak, ketahuilah bahwa kuncinya ada pada orangtua itu sendiri. Pahamilah sang anak sebagai individu sama sepertinya ketika diri kita juga ingin dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Carilah akar permasalahan yang membuat anak tidak betah, baru kemudian dicari solusi yang terbaik dengan tentunya tidak lepas memohon petunjuk dari Allah.
eramuslim.com

7.216 Siswa SMA di Aceh Utara Akan Hadapi Ujian Nasional

Lamurionline.com-- Aceh Utara : SEBANYAK 7.216 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Aceh Utara akan mengikuti ujian nasional (UN) pada Senin 14 April hingga Rabu 16 April 2014 mendatang. 

Kepala Bagian Pendidikan Menengah (Dikmen) Azhari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara mengatakan, segala persiapan menghadapi UN sudah dilakukan masing-masing sekolah sejak beberapa bulan lalu. 

Ia merincikan, jumlah peserta UN untuk SMA di Aceh Utara sebanyak 5.097 peserta, Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 1.258 peserta serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 861 peserta. 

Sedangkan UN untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 8 Mei mendatang, dengan jumlah peserta SMP sebanyak 8.014 peserta dan MTsN sebanyak 2.260. 

Menurut Azhari, sebagai upaya peningkatan angka kelulusan UN, masing-masing sekolah menambah jam pelajaran di sore hari. Diharapkan hal itu dapat memaksimalkan peserta saat menjawab soal nantinya. 

“Penambahan jam belajar itu sendiri diberikan dengan sokongan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Jadi tidak ada pengutipan dana dari siswa. Namun demikian itu tergantung kebijakan sekolah masing-masing,” ujarnya.

Dia mengatakan pelaksanaan UN tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Untuk soal ujian tidak ada perubahan, masih 20 paket yang nantinya setiap peserta dalam satu ruangan memiliki soal berbeda-beda.[]

- See more at: http://atjehpost.com/articles/read/2654/7216-Siswa-SMA-di-Aceh-Utara-Akan-Hadapi-Ujian-Nasional#sthash.wpnE4L3R.dpuf

Peserta Ujian Nasional SMA di Bireuen 5.977 Siswa

Lamurionline.com--Bireuen : JUMLAH peserta Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Bireuen tahun 2014 sebanyak 5.977 siswa. Ujian Nasional bakal digelar serentak di seluruh Indonesia dari tanggal 14 hingga 16 April 2014.   


"Untuk itu kami sudah mengingatkan kepada siswa untuk mempersiapkan dirinya dengan baik, selain kesiapan mental juga menjaga kesehatan," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, M. Nasir, M.Pd, pada Jumat 11 April 2014.   


M. Nasir mengatakan pentingnya bagi siswa untuk percaya diri dalam menghadapi UN dan menjawab semua soal-soal ujian dengan benar. Persiapan selama ini sudah dilakukan siswa dengan digelarnya try out UN. 

Nasir merincikan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) peserta UN sebanyak 3.414, SMA swasta sebanyak 368 siswa, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) sebanyak 1.042 siswa, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) sebanyak 390 siswa, SMKN sebanyak 694 siswa serta SMK swasta sebanyak 69 siswa. 

"Jumlah 5.977 itu belum termasuk peserta UN dari paket C sebanyak 369 peserta, kami optimis para peserta UN di Bireuen akan mampu melewati ujian ini dengan hasil yang menggembirakan dan lulus dengan nilai tinggi,” katanya. 

Menjelang pelaksanaan UN, M. Nasir mengingatkan kepada siswa untuk tidak terpengaruh dengan isu tak jelas seputar pelaksanaan UN. Siswa diharapkan tidak terjerumus dan percaya dengan isu beredarnya kunci jawaban UN lantaran kabar itu tidak benar.[] 


- See more at: http://atjehpost.com/articles/read/2660/Peserta-Ujian-Nasional-SMA-di-Bireuen-5977-Siswa#sthash.mu0yJykI.dpuf

Ini Dia Pelanggaran Pemilu di Aceh versi Bawaslu

Lamurionline.com--Banda Aceh - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh mengatakan telah menerima 34 laporan pelanggaran Pemilu 2014 saat pemungutan dan penghitungan suara. Mereka bersama Panwaslu kabupaten/kota sedang memverifikasi berbagai kasus untuk ditindaklanjuti. 

Ketua Bawaslu Aceh Asqalani, Jumat 11 April 2014, mengatakan laporan pelanggaran yang masuk sebanyak 34 kasus, yang dilaporkan oleh Panwaslu di 13 kabupaten/kota. "Saat ini berbagai kasus sedang diklarifikasi oleh panwaslu masing-masing kabupaten/kota," ujar dia. 

Klarifikasi dan verifikasi terhadap kasus dilakukan selama lima hari sejak kasus ditemukan, sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemudian, pelanggaran hukumnya akan dilihat, lalu dicari pelakunya dan saksi, sehingga unsur formal dan materielnya terpenuhi. "Akan dilihat pelanggarannya, pidana atau administrasi."

Panwaslu kabupaten/kota, dengan koordinasi Bawaslu Aceh, akan mengadakan rapat pleno mengenai hasil verifikasi untuk selanjutnya diteruskan ke lembaga lainnya guna dintindak, seperti kepolisian dan KIP kabupaten/kota ataupun KIP Aceh. Laporan juga akan disampaikan kepada Bawaslu pusat. 

Berdasarkan laporan Bawaslu, indikasi pelanggaran ditemukan di Aceh Timur, Bireuen, Aceh Utara, Pidie, Banda Aceh, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Besar, Sabang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Langsa, dan Gayo Lues. 

Berikut ini kasus-kasus yang sedang ditangani (verifikasi) oleh Panwaslu kabupaten/kota dan Bawaslu Aceh. 
1. Kekurangan surat suara sebanyak 9 kasus, yang terjadi di Aceh Timur, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Besar, dan Sabang.
2. Surat suara tertukar/hilang sebanyak 2 kasus terjadi di Banda Aceh dan Gayo Lues.
3. Surat suara yang sudah tercoblos 2 kasus, hanya terjadi di Pidie.
4. Penyalahgunaan surat suara 1 kasus terjadi di Aceh Timur.
5. Pergerakan surat suara hanya 1 kasus, terjadi di Bireuen dan Pidie Jaya.
6. Waktu pembukaan TPS di luar jadwal, 3 kasus di Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Besar.
7. Waktu penutupan TPS di luar jadwal, 1 kasus di Lhokseumawe.
8. Presedur perhitungan suara 2 kasus hanya di Aceh Tengah.
9. Pemilih "siluman" sebanyak 2 kasus di Banda Aceh.
10. Netralitas penyelenggara pemilu 4 kasus di Bireuen, Aceh Utara, Aceh Besar, dan Aceh Tengah.
11. Kekerasan dan intimidasi 3 kasus di Bireuen, Aceh Besar, dan Aceh Tenggara.
12. KPPS tidak memberikan salinan C1 hanya 1 kasus di Aceh Tenggara.
13. Masalah logistik di Aceh Tenggara hanya 1 kasus.
14. Alat peraga kampanye di Bireuen hanya 1 kasus.

[Tempo]
 
© 2013 LamuriOnline.Com. Semua Hak Dilindungi.
Create By IT Kreasi. Power By Blogger.