Berita Terdepan :
Redaksi Menerima Tulisan/Artikel/Opini/Berita. Kirimkan ke email : lamuribulletin@gmail.com

Jamee Kamoe

Berlangganan

Recommend on Google





Lamuri Arsip

Usai Idul Fitri Ayo Puasa Syawal

Lamurionline.com--Umat Islam telah melewati Ramadhan 1435 H. Puasa sebulan penuh telah ditunaikan. Demikian pula dengan ibadah-ibadah lainnya, seperti salat tarawih.

Tapi jangan lupa, di bulan Syawal ada puasa yang disunnahkan oleh Rasulullah Saw untuk dijalankan kembali. Puasa enam hari di bulan Syawal.

Ketentuan mengenai ibadah puasa sunnah Syawal ini diriwayatkan oleh jamaah ahli hadis kecuali Bukhari dan An-Nasai dari Abu Ayyub Al Ansahri bahwa Nabi Saw bersabda: "Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringi dengan enam hari pada bulan Syawal maka seolah-olah mereka telah berpuasa sepanjang masa."

Dalam sebuah riwayat berbunyi:

"Allah telah melipatgandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Puasa bulan Ramadhan setara dengan berpuasa sebanyak sepuluh bulan. Dan puasa enam hari bulan Syawal yang menggenapkannya satu tahun." (H.R An-Nasa'i dan Ibnu Majah dan dicantumkan dalam Shahih At-Targhib).

Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dengan lafazh:

"Puasa bulan Ramadhan setara dengan puasa sepuluh bulan. Sedang puasa enam hari bulan Syawal setara dengan puasa dua bulan. Itulah puasa setahun penuh."

Para ahli fiqih madzhab Hambali dan Syafi'i menegaskan bahwa puasa enam hari bulan Syawal selepas mengerjakan puasa Ramadhan setara dengan puasa setahun penuh, karena pelipat gandaan pahala secara umum juga berlaku pada puasa-puasa sunnat. Dan juga setiap kebaikan dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat.

Salah satu faidah terpenting dari pelaksanaan puasa enam hari bulan Syawal ini adalah menutupi kekurangan puasa wajib pada bulan Ramadhan. Sebab puasa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan pasti tidak terlepas dari kekurangan atau dosa yang dapat mengurangi keutamaannya. Pada hari kiamat nanti akan diambil pahala puasa sunnat tersebut untuk menutupi kekurangan puasa wajib.
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw :

"Amal ibadah yang pertama kali di hisab pada Hari Kiamat adalah shalat. Allah Ta'ala berkata kepada malaikat -sedang Dia Maha Mengetahui tentangnya-: "Periksalah ibadah shalat hamba-hamba-Ku, apakah sempurna ataukah kurang. Jika sempurna maka pahalanya ditulis utuh sempurna. Jika kurang, maka Allah memerintahkan malaikat: "Periksalah apakah hamba-Ku itu mengerjakan shalat-shalat sunnat? Jika ia mengerjakannya maka tutupilah kekurangan shalat wajibnya dengan shalat sunnat itu." Begitu pulalah dengan amal-amal ibadah lainnya." (H.R Abu Dawud)

Subhanallah...
Pelaksanaan puasa sunnah Syawal, menurut Imam Ahmad bisa dilakukan secara berurut-urutan selama enam hari atau tidak berurutan dan tiada kebaikan diantara keduanya. Sedangkan menurut golongan Hanafi dan Syafi'i lebih utama melakukan secara berurutan yaitu enam hari setelah hari raya Idul Fitri.

red: shodiq ramadhan

DR Jasafat MA, Khatib Shalat Idul Fitri di Kota Jantho

Lamurionline.com--Aceh Besar – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang juga Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar, DR Tgk Jasafat MA akan bertindak selaku khatib Shalat Idul Fitri 1435 H di halaman Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho.
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM menginformasikan, sesuai rencana, pada malam Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Pemkab Aceh Besar juga akan melaksanakan Takbir Keliling guna menyemarakkan syiar Islam.
“Kegiatan takbiran akan dilaksanakan secara keliling dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar dan direncanakan dilepas oleh Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah SSos didampingi unsur Muspida Aceh Besar. Takbir Keliling ini akan dimulai dari halaman Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho dan bakal diikuti Kepala SKPD dan masyarakat lainnya,” jelas Iswanto.
Iswanto menambahkan, pelaksanaan takbiran dibagi dalam dua kelompok dan masing-masing kelompok akan dipimpin oleh Tim Takbiran yang telah disiapkan dan diikuti unsur SKPD serta masyarakat lainnya yang ingin berpartisipasi.
Kepada para Camat diminta agar dapat menginformasikan kepada masyarakat guna turut berpartisipasi dan menyemarakkan syiar takbiran Hari Raya Idul Fitri 1435 H.
Pelaksanaan Takbiran tersebut, tambah Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar, dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama star dari halaman Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho, mengelilingi ibukota Kabupaten Aceh Besar tersebut, dan seterusnya bergerak ke arah Kecamatan Lembah Seulawah serta berakhir di Lamtamot dan kemudian kembali finish di depan Masjid Agung Al-Munawarah Kota Jantho.
Sedangkan kelompok kedua, star dari halaman Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho, mengelilingi Kota Jantho, dan kemudian menuju ke arah Kota Banda Aceh, serta berakhir di Bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya. (Sp) http://atjehlink.com/dr-jasafat-ma-khatib-shalat-idul-fitri-di-kota-jantho/

Training Ippemindra

Asisten II Dr. Samsul Bahri, M. Si Membuka Acara Leadership Training Ippemindra yang bertema “Ramadhan Cerdas Lahirkan Kader Yang Berkualitas” Di laksanakan di Mesjid Besar Abu Indrapuri pada hari Kamis, 03/07/2014. Dan dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis. (Hrm)

Buka Puasa Dalam Milad Lamuri Ke-IV


Lamuri--Indrapuri : Suasana berbuka puasa bersama Redaksi/Kontributor, Pembina Lamuri, Selasa (15/7/14) dalam Rangka Ulang Tahun Buletin Lamuri yang Ke IV, sebelum berbuka puasa ada tausyiah yang disampaikan oleh Pembina Buletin Lamuri yaitu Sayed Muhammad Husen. Dalam Tausyiahnya Sayed Muhammad Husen mengajak untuk menggiatkan menulis, dan juga memberikan motivasi kepada tamu yang hadir pada saat berbuka puasa bareng. Sukses trus buat Buletin Lamuri “Berbagi Untuk Mencerahkan (Hrm, Adia)




Paket Ramadhan Lamuri Peduli

Ahamdulillah, hari ini Jum'at 27 Juni 2014, tim Buletin Lamuri telah sukses menyaluran paket Ramadhan kepada beberapa anak yatim dan piatu di Gampong Sinyeu Kecamatan Indrapuri Kabupaen Aceh Besar yang bertempat di Kantor Buletin Lamuri. Program Lamuri Peduli ini bersumber dari sumbangan para pembaca Buletin Lamuri. Terima kasih kepada donatur yang telah menyumbang, semoga mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Mari kita bantu sesama karena sebagian dari harta kita ada milik mereka.(AM)

Berikut Foto-fotonya dalam Lensa Lamuri :




Persiapan Muslimah Menyambut Ramadhan 2014

Ramadhan 1435 H akan hadir sebentar lagi. Kurang dari setengah bulan dari sekarang. Sebagai muslimah, kita perlu mempersiapkan diri menyambutnya, sehingga Ramadhan yang istimewa tidak berlalu sia-sia. Namun bisa kita optimalkan sebaik-baiknya hingga diri kita, suami dan anak-anak menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa. SEBAGAI PRIBADI MUSLIMAH Sebagai individu muslimah, kita perlu menyiapkan diri menyambut Ramadhan dengan 5 hal. 

1. Mengqadha puasa yang masih terhutang Sebagai muslimah, haidh merupakan sunnatullah yang secara rutin datang setiap bulan. Karena itulah wajar jika muslimah tidak dapat menunaikan puasa Ramadhan secara penuh. Ada beberapa hari yang terhutang dan wajib diqadha di bulan lainnya. Kendalanya, kadang-kadang ada muslimah yang tertunda atau terlupa mengqadha hingga hari ini. Nah, selagi masih ada waktu di akhir bulan Sya'ban ini, hutang puasa itu harus dilunasi. 

2. Mempersiapkan ruhiyah Persiapan individu lain yang harus dilakukan seorang muslimah adalah menata ruhiyahnya agar siap menyambut Ramadhan. Pertama, ia gembira dengan Ramadhan yang akan segera tiba. Bahkan, seperti doayang diajarkan para ulama dan tercantum dalam r i w a y a t I m a m T h a b r a n i , m u s l i m a h merindukan dan berharap berjumpa dengan Ramadhan. Persiapan ruhiyah yang tak kalah penting adalah menyiapkan hati dan niat yang ikhlas dalam menyambut Ramadhan dan beramal di bulan itu. Ikhlas ini menjadi syarat diterimanya amal. Ia juga syarat terpenuhinya keutamaan puasa Ramadhan: ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih, diampuni dosanya yang telah lalu. Persiapan ruhiyah juga berarti mengevaluasi aqidah agar senantiasa bersih dan terjaga dari syirik. Sebab, amal sebaik apapun akan menjadi musnah ketika dicampuri dengan kesyirikan. 

3. Mempersiapkan ilmu Ramadhan adalah bulan istimewa yang penuh d e n g a n k e u t a m a a n l u a r b i a s a . Menghadapinya, seperti kata Imam Bukhari: al ilmu qablal qaul wal amal, ilmu sebelum perkataan dan perbuatan. Harus disiapkan ilmunya. Agar paham dengan baik, dan amalamal menjadi diterima dan optimal karenanya. Sebelum Ramadhan tiba, sebaiknya muslimah kembali belajar tentang fikih puasa dan Ramadhan. Baik melalui taklim langsung bersama ulama, atau dengan membaca bukubuku mereka semisal Fiqih Puasa karya Syaikh Dr Yusuf Qardhawi dan Fikih Sunnah bab Puasa karya Sayyid Sabiq. 

4. Mempersiapkan fisik Aktifitas muslimah di bulan Ramadhan tidaklah kalah dengan bulan lainnya. Apalagi bagi ibu yang bekerja, sudah begitu masih pula mempersiapkan buka dan sahur untuk keluarga. Karenanya fisik harus dijaga agar tetap prima sehingga tidak ketinggalan ibadah di bulan Ramadhan seperti shalat tarawih dan lainnya. Untuk menjaga fisik, seorang muslimah bisa berolah raga secara teratur. Sedangkan melatih fisik untuk berpuasa adalah dengan berpuasa sunnah. Dan ada c o n t o h d a r i R a s u l u l l a h , b e l i a u memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban. 

5. Mempersiapkan finansial Persiapan ini bukan sekedar untuk membeli baju baru, mengecat rumah, memperagam konsumsi di dan jajanan di rumah, tetapi untuk memperbanyak infak. Karena di bulan Ramadhan, amal sunnah diganjar seperti amal wajib. Sedangkan pahala amal wajib dilipatgandakan oleh Allah. 

Rasulullah pun mencontohkan, beliau yang dermawan di bulan lain, menjadi jauh lebih dermawan di bulan Ramadhan. SEBAGAI ISTRI S e b a g a i s e o r a n g i s t r i y a n g s e l a l u menginginkan kebaikan bagi suaminya, seorang muslimah perlu pro aktif mengajak suami untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan amal-amal di atas, kecuali poin 1 yang umumnya muslim lakilaki yang baik tidak pernah 'lubang' puasanya. Istri yang baik, jika suami mungkin terlupa atau tidak sempat karena kesibukannya, juga mengkondisikan rumah dan menjadikan s u a s a n a n y a s i a p m e n y a m b u t b u l a n Ramadhan. Misalnya dengan menempel tulisan “Marhaban ya Ramadhan”, mengajak suami menyusun jadwal kegiatan keluarga di bulan Ramadhan, dan sebagainya. 

SEBAGAI IBU Sebagai ibu, seorang muslimah adalah madrasatul ula, sekolah pertama. Pun dalam menyambut Ramadhan. Ibu muslimah yang baik, ia tidak menggantungkan anak-anaknya bersiap menyambut Ramadhan dari program sekolah, tetapi mengkondisikan mereka siap menyambut Ramadhan dari rumah. Melalui kisah, melalui aktifitas bersama, ibu menginformasikan bahwa Ramadhan akan segera tiba. Tentu yang ideal, bersama suami mengkondisikan buah hati, menanamkan kegembiraan kepada mereka bahwa Ramadhan akan tiba. Memahamkan mereka tentang keutamaan Ramadhan, dan amalamal di dalamnya. Serta menyusun jadwal keluarga. 
Webmuslimah.com

Kesedihan

Karya : Cek Man

Waktu terus berjalan
Tantangan semakin berat yang kita
hadapi....
Tak merasakan pipi telah basah
dengan air mata.....
Wajah yang ceria mendadak
menjadi gelisah...
Menangis dalam kesedihan.....
Menghadapi rintangan demi
rintangan.....
Berikan kesabaran untuk hamba Mu
ini Ya Allah.....
Berikan jalan untuk menyelesaikan
semua masalah yang di hadapinya....
Hanya pada Mu lah tempat untuk
mengadu........
Kesedihan demi kesedihan......
Selalu dibanyang-bayangi dalam
kehidupan ini.....
Kita tahu bahwa semua ini pasti
ada.......

Sinyeu, Indrapuri Aceh Besar,
Minggu : 13 Oktober 2013

Hatiku Batu

Karya : Muammar Khadafi

Di malam yang sunyi senyam Tak
seorangpun tau.
Apa gerangan di gelapan dewi malam
Hanya tikus mondok yang
bertebaran
Sambil mengais rezeki dari
Tuhan pemilik siang dan
malam
Ku eratkan diri pada dindiang
yang membeku
Yang telah membekukan hatiku kini
Ku butuh apa saja jika itu membuatku
lepas dari kepenatan jiwa
Tolongkan diriku yang hampa akan
ilmu ke kekalan.
Yang kekal ditempat berseberangan
dengan dimensi yang liku-liku
Kubutuhkan sekarang jika itu
keabsahan yang nyata.
 
© 2013 LamuriOnline.Com. Semua Hak Dilindungi.
Create By IT Kreasi. Power By Blogger.