Berita Terdepan :

Your Android Phone

Your Android Phone
Redaksi Menerima Tulisan/Artikel/Opini/Berita. Kirimkan ke email : lamuribulletin@gmail.com

Jamee Kamoe

Berlangganan

Recommend on Google





Lamuri Arsip

Rapat Treun Blang

Masyarakat Lampanah Kecamatan Indrapuri sedang mengadakan rapat persiapan treun u blang. Sebagian persawahan di Lampanah dialiri air irigasi dan sebagian lainnya masih tadah hujan sehingga menyulitkan petani dalam mengambil keputusan dalam hal awal mulai musim tanam. (Red)

Lensa Lamuri

L a m u r i : D a k o t a R I - 0 0 1 Seulawah adalah pesawat angkut yang merupakan pesawat ke-2 milik Republik Indonesia. Pesawat jenis Dakota dengan nomor sayap RI-001 yang diberi nama Seulawah ini dibeli dari uang sumbangan rakyat Aceh. Pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini adalah cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways. Pesawat ini sangat besar jasanya dalam perjuangan awal pembentukan negara Indonesia. Pesawat Dakota DC-3 Seulawah ini memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28.96 meter, ditenagai dua mesin Pratt & Whitney berbobot 8.030 kg serta mampu terbang dengan kecepatan maksimum 346 km/jam. (wikipedia)

Yusuf Islam (Cat Stevens)

Cat Stevens (lahir dengan nama Stephen Demetre Georgiou, London, 21 Juli 1948, dan sekarang bernama Yusuf Islam) terutama dikenal sebagai seorang penulis lagu dari Britania Raya. Pada awal karir musiknya, Georgiou mengambil nama Cat Stevens. Sebagai Cat Stevens, ia berhasil menjual 40 juta album, kebanyakan pada tahun 1960-an dan 1970-an. Lagu-lagunya yang paling populer termasuk "Morning Has Broken", "Peace Train", "Moonshadow", "Wild World", "Father and Son", "Matthew and Son", dan "Oh Very Young". Stevens menjadi seorang mualaf dan memeluk agama Islam pada tahun 1978 setelah mengalami near-death experience. Ia lalu mengambil nama Yusuf Islam dan menjadi seorang pendakwah vokal agamanya yang baru. 

Satu dasawarsa kemudian ada kontroversi ketika ia melontarkan pernyataan mendukung fatwa yang dikeluarkan menentang penulis Salman Rushdie, dan pada tahun 2004 namanya kembali dibicarakan lagi setelah ia ditolak masuk Amerika Serikat karena nama ditemukan pada sebuah daftar tidak boleh terbang (no-fly list). Ternyata terjadi kekeliruan dan yang dicari adalah orang l a i n b e r n a m a Yo u s s o u f I s l a m . Yusuf Islam sekarang tinggal di London bersama istri dan lima anaknya di mana ia seorang anggota jamaah yang aktif. Ia mendirikan yayasan kemanusiaan Small Kindness yang mulanya menolong korban kelaparan di Afrika dan sekarang membantu ribuan anak yatim dan keluarga di Balkan, Indonesia, dan Irak. Islam juga mendirikan yayasan kemanusiaan Muslim Aid tetapi meninggalkannya sebagai Ketua pendiri pada 1999. 

Kisah Keislaman Cat Stevens (Yusuf Islam), Mantan Penyanyi Pop I n t e r n a s i o n a l & T e r k e n a l "Aku terlahir dari sebuah rumah tangga Nasrani yang berpandangan materialis. Aku tumbuh besar seperti mereka. Setelah dewasa, muncul kekagumanku melihat para artis yang aku saksikan lewat berbagai media massa sampai aku mengganggap mereka sebagai dewa tertinggi. Lantas akupun bertekad mengikuti pengalaman mereka. Dan benar, ternyata aku menjadi salah seorang bintang pop terkenal yang terpampang di berbagai media massa. Pada saat itu aku merasa bahwa diriku lebih besar dari alam ini dan seolah-olah usiaku lebih panjang daripada kehidupan dunia dan seolah-olah akulah orang pertama yang dapat merasakan kehidupan seperti itu. Namun pada suatu hari aku jatuh sakit dan terpaksa di opname di rumah sakit. Pada saat itulah aku mempunyai kesempatan untuk merenung hingga aku temui bahwa diriku hanya sepotong jasad dan apa yang selama ini aku lakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jasad. Aku menilai bahwa sakit yang aku derita merupakan cobaan ilahi dan kesempatan untuk membuka mataku. Mengapa aku berada disini? Apa yang aku lakukan dalam kehidupan ini? Setelah sembuh, aku mulai banyak memperhatikan dan membaca seputar permasalahan ini, lantas aku membuat beberapa kesimpulan yang intinya bahwa manusia terdiri dari ruh dan jasad. Alam ini pasti mempunyai Ilah. 

Selanjutnya aku kembali ke gelanggang musik namun dengan gaya musik yang berbeda. Aku menciptakan lagu-lagu yang berisikan cara mengenal Allah. Ide ini malah membuat diriku semakin terkenal dan keuntungan pun semakin banyak dapat aku raih. Aku terus mencari kebenaran dengan ikhlas dan tetap berada di dalam lingkungan para artis. Pada suatu hari temanku yang beragama Nasrani pergi melawat ke masjidil Aqsha. Ketika kembali, ia menceritakan kepadaku ada suatu keanehan yang ia rasakan di saat melawat masjid tersebut. Ia dapat merasakan adanya kehidupan ruhani dan ketenangan jiwa di dalamnya. 

Hal ini berbeda dengan gereja, walau dipadati orang banyak namun ia merasakan kehampaan di dalamnya. Ini semua mendorongnya untuk membeli al- Qur'an terjemahan dan ingin mengetahui bagaimana tanggapanku terhadap al- Qur'an. Ketika aku membaca al-Qur'an aku dapati bahwa al-Qur'an mengandung jawaban atas semua persoalanku, yaitu siapa aku ini? Dari mana aku datang? Apa tujuan dari sebuah kehidupan? Aku baca al- Qur'an berulang-ulang dan aku merasa sangat kagum terhadap tujuan dakwah a g a m a i n i y a n g m e n g a j a k u n t u k menggunakan akal sehat, dorongan untuk berakhlak mulia dan akupun mulai merasakan keagungan Sang Pencipta. Semakin kuat perasaan ini muncul dari jiwaku, membuat perasaan bangga terhadap diriku sendiri semakin kecil dan rasa butuh terhadap Ilah Yang Maha Berkuasa atas segalanya semakin besar di dalam relung jiwaku yang terdalam. 

Pada hari Jum'at, aku bertekad untuk menyatukan akal dan pikiranku yang baru tersebut dengan segala perbuatanku. Aku harus menentukan tujuan hidup. Lantas aku melangkah menuju masjid dan mengumumkan keislamanku. A k u m e n c a p a i p u n c a k ketenangan di saat aku mengetahui bahwa aku dapat bermunajat langsung dengan Rabbku melalui ibadah shalat. Berbeda dengan agama-agama lain yang harus melalui perantara.” Demikianlah kisah Cat Stevens yang lagu “Morning Has Broken” sempat menduduki anak tangga Top 10 tingkat internasional dimasa kejayaannya. Sejak masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Yusuf Islam, dan kini waktunya ia habiskan untuk melakukan aktifitas d a k w a h d a n p e r j u a n g a n u n t u k kemaslahatan agama ini. Ia ikut andil di dalam berbagai lembaga dan yayasan Islam yang bergerak di bidang dakwah dan sosial. Semoga Allah memberinya ganjaran yang baik atas sumbangsih yang telah ia berikan kepada kita, agama Islam dan kaum muslimin. 

Diposkan oleh Jihaduddin Fikri Amrullahdi 23.11

Drainase 550Meter, Dana Rp 80 Juta

Lamuri-Indrapuri-Pembangunan saluran drainase di gampong cureh kecamatan indrapuri aceh besar. Pengerjaan yang dilakukan melalui proses penunjukan terhadap program pemerintah dengan dana yang bersumber dari program n a s i o n a l p e m b e r d a y a a n m a s y a r a k a t d a n b a n t u a n k e u a n g a n p e u m a k a m u gampong (PNPM-MP Dan BKPG). 

Praktis, Drainase dengan nilai Rp 80 juta dengan panjang 550 meter itu harus dilaksanakan secara transparan karena menggunakan anggaran p u b l i k . S e h i n g g a , pengerjaannya harus dikerjakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam RAB (Rencana Anggaran Belanja). Kepala tukang, Khusmayadi mengatakan untuk mempercepat pengerjaan tersebut. Pihaknya telah mengatur puluhan pekerja untuk menggali saluran lebih kurang 20-30 meter per hari. Itu mengingat kondisi dan cuaca yang tidak menentu. Termasuk hari ini para pekerja telah melakukan pengecoran. “ ini kan musim hujan, jadi kalau kondisi hujan dapat menghambat penyelesaian pengerjaan saluran drainase. Apalagi kalau hujan lebat. Sebab pembuatan saluran drainase ini agar bisa mengatasi kebanjiran supaya tidak banyak d i g e n a n g i a i r . ” Pungkasnya. 

Dikatakan pengerjaan drainase yang sudah berlangsung selama satu minggu. Tukang dan tenaga kerjanya akan berusaha menyelesaikan saluran tersebut dalam tempo kurang lebih 30 hari. Jika tidak ada hambatan di luar perkiraan. Di ungkapkan adanya kendala berupa hujan bahkan kedepan berhadapan lagi dengan hari raya idul adha. Kata askri, selaku sekretaris desa (sekdes) membuat saluran bakal tidak sempurna jika kondisi tergenangi air.(Mz)

Reportase Khusus - Jejak “Atjeh” di Malasyia dan Pattani Thailand

Reported By Abrar

“Atjeh” memang unik dan punya sejarah yang luas hingga ke mancanegara. Mengenal suku Aceh juga unik dengan berbagai Etnis di dalamnya, ada Gayo, Aneuk Jamee, Kluet, Alas, Tamiang, Simeulu dan Singkil. Menurut sejarah yang pernah redaksi baca, suku Aceh juga terbagi dalam beberapa “Kawom” yang dikenal dengan “Sukee”. Ada sukee Lhee Reutoh, Sukee Imuem Pheut, Sukee Tok Batee dan Sukee Ja Sandang. Asal mula orang “Atjeh” pun unik untuk dibicarakan. Mulai dari Lakap “Atjeh”, “Negeri Serambi Mekkah” dan masih banyak lainnya mengenai asal muasal orang Aceh. Bahkan ada sejarah yang menyebutkan suku Asli Aceh yakni suku Mante yang konon katanya masih ada hingga kini di pedalaman hutan rimba di Aceh, seperti keberadaan “Rumoh Dua Blah” di P a n t e e S e u m e u l e u k , l e t a k perkampungan tersebut di kawasan hutan antara Jantho dan Tangse. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan bekas persawahan dan kuburan. Entah benar atau tidaknya cerita itu, berpulang kepada orang yang bercerita dan mengalaminya. 

N a m u n , d i s i n i k i t a t i d a k membicarakan asal muasal orang Aceh. tapi sisi sejarah islamnya lebih kita utamakan. Beberapa waktu lalu Pemimpin Redaksi Buletin Lamuri Abrar, S.Pd dan beberapa rekan berkunjung ke Malasyia dan Thailand. Ternyata di sana banyak para ulama Aceh jaman dulu yang telah lama melanglang buana ke Thailand dan Malasyia untuk mendakwahkan agama yang mulia, yaitu Islam. Dari beberapa referensi sejarah dan bukti berupa kuburan orang Aceh, tahulah kita bahwa di dua negara tersebut orang aceh dikenal sebagai bangsa yang besar dalam sejarah perkembangan islam. 

Menurut sejarah, sejak dibuka oleh Kapten Francis Light pada tahun 1786, pulau yang berada di jalur lintasan laut strategis di pantai barat semenanjung Malaysia ini banyak disinggahi oleh bangsa-bangsa asing hingga akhirnya mereka berusaha dan menetap disana. Kehadiran pelbagai bangsa dan etnis, membentuk sifat kosmopolitan generasi yang mendiami Pulau Pinang. Selain 3 kaum utama yaitu China, India dan Melayu. Negeri ini juga turut menjadi tempat berkumpulnya bangsa-bangsa lain dari Asia Tenggara dan Eropah. Suku bangsa Aceh adalah salah satunya, selain suku Jawa, Bugis dan Minangkabau serta Burma dan Siam. Snouck Hurgronje pernah menulis “Bagi masyarakat Aceh, Penang adalah gerbang menuju dunia dalam banyak hal terutama untuk memasarkan produk mereka langsung menuju Eropa”. Jejak-jejak sejarah yang berkaitan dengan perdagangan, ekonomi, agama dan pendidikan serta nilainilai kehidupan lainnya, antara Aceh dan Pulau Pinang hingga kini masih dapat ditemukan pada beberapa situs serta kawasan yang tersebar di Pulau Pinang dan beruntungnya, sebagian besar masih dirawat dengan sangat baik, seperti yang dilihat langsung oleh Redaksi Lamuri. 

Ada beberapa tempat yang dulunya merupakan tempat bagi orang Aceh di Negeri Malaya tersebut. Selain “Kampung Aceh” yang memang sering dibicatakan orang Aceh yang ke Malasyia. Ada Lebuh atau J a l a n A c h e h terletak pada kawasan inti warisan dunia ( W o r l d Heritage Core Z o n e ) K o t a George Town. P a d a masanya, jalur i n i m e m i l i k i peran penting m e n d u k u n g perkembangan k o t a G e o rg e Town karena pernah menjadi pusat persinggahan Jemaah haji dan pusat perdagangan rempah. 

Pada masanya, Hampir sepanjang tahun Lebuh Acheh menjadi begitu hidup dan semarak oleh kehadiran para Jemaah haji dan keluarga pengantar. Kehadiran dan aktifitas mereka berdampak pada munculnya kawasan perdagangan dengan rumah-rumah kedai sepanjang jalan yang menawarkan beragam kebutuhan. Mulai dari rempah, makanan, buku-buku islam hingga jasa pengurusan haji. Selain itu di sana juga terdapat sebuah mesjid yang diberi nama Mesjid Lebuh Acheh. S e j a r a h “ L e b u h A c h e h ” d a n “Masjid Melayu Lebuh Aceh”, tentu tak bisa dilepaskan dari peran Tengku Syed Hussin Al-Idid, seorang bangsawan sekaligus saudagar asal Aceh keturunan Arab dari Hadramaut, Yaman. Kawasan “Aceh” di Pulau Pinang ini bermula dengan kedatangan beliau pada tahun 1792. Beliau menetap dan berdagang sehingga menjadi pedagang Aceh yang kaya dan sukses ketika Penang baru dibuka oleh Kapten Sir Francis Light. Dengan kekayaan tersebut, Tengku Syed Hussain Al-Idid akhirnya membuka kawasan di Lebuh Acheh. Membangun masjid, menara, rumah tinggal, rumah kedai, madrasah serta kantor perdagangan. 

Berikutnya perjalanan Redaksi ke Pattani Thailand, yang bisa disebut Acehnya Thailand, karena masih adanya konflik bersenjata seperti di Aceh semasa darurat. Redaksi ke Pattani melalui Penang. Dari Penang ke Pattani, redaksi menumpang bus umum. Memasuki perbatasan Penang- Thailand, redaksi melihat banyak polisi di sepanjang jalan. Mereka sedang razia. Namun suasana konflik di selatan Thailand ini tak separah di Aceh. Sesampai di Hatyai, kami menuju Mesjid Yala. Dua hari sesudahnya, kami menuju Pattani, tempat Yala Islamic berada. Perguruan tinggi Islam ini terdapat di bagian ujung Pattani, perbatasan dengan Provinsi Yala. B e n t a n g a l a m d a n s u a s a n a perkampungan antara Provinsi Yala dan Narathiwat mirip sekali dengan suasana di A c e h . H a m p a r a n sawah dan k e b u n k a r e t terlihat dominan selama perjala n a n . Sekolah atau madrasah di t e p i j a l a n dipenuhi anak-anak berseragam sekola h. Yang paling khas adalah anak-anak perempuan berwajah Melayu atau campuran Melayu-Thailand semuanya berjilbab, sangat mirip dengan suasana di Aceh. 

Berbicara tentang adanya kaitan antara Aceh dan Pattani di kawasan selatan Thailand, rasanya sulit dipercaya kalau di kawasan ini akan ditemui jejak-jejak Aceh karena berbagai alasan. Secara geografis, Aceh dan Thailand dipisahkan oleh Selat Malaka dan berhadapan langsung dengan Provinsi Satun, Trang, Krabi, Phuket, dan Phang Nga, dan tidak berbatasan dengan Narathiwat yang berhadapan dengan Teluk Thailand. Dugaan redaksi ternyata salah besar, menurut sesepuh masyarakat yang ada di Pattani-Thailand bahwa di dunia ini hanya ada tiga negeri Darussalam : Aceh Darussalam, Pattani Darussalam, dan Brunei Darussalam. Sebelum jatuh ke Thailand, Kerajaan Pattani Darussalam menguasai Provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat di bagian Thailand dan sebagian kawasan Kelantan dan Perlis di bagian Malaysia. Sekarang redaksi sadari, hubungan antara Aceh dan Narathiwat mungkin dimulai dari Kerajaan Aceh Darussalam dengan Kerajaan Pattani Darussalam dalam berbagai bentuk. Redaksi juga sempat berkunjung ke beberapa pesantren di Pattani yang menyimpan kitab kuno dalam jumlah cukup besar yang berasal dari Andalusia, Arab, Thailand, dan Indonesia. Sekitar 30% koleksi naskah kuno tersebut berasal dari Aceh dan sekitar 70% koleksinya berasal dari provinsi lainnya di Indonesia. 

Di antara koleksi kuno tersebut terdapat Alquran tulisan tangan Syech Nuruddin Ar-Raniry yang ditulis selama lima tahun (1636-1641 Masehi). Terdapat juga beberapa Quran tulisan tangan lainnya dari Aceh di beberapa pesantren tersebut. Selain Alquran, terdapat juga kitabkitab fikih karangan ulama Aceh zaman dulu, seperti kitab Fiqih Sirat Al-Musatqim karangan Syech Nuruddin Ar-Raniry. Sang pemimpin pesantren juga memastikan kepada saya bahwa beliau memiliki sejumlah kitab dari Aceh lainnya yang belum dipajang (masih disimpan) di dalam gudang. Di antara koleksi naskah Aceh lainnya terdapat tiga buku pantun karangan Hamzah Fansyuri. Beliau katakan bahwa pada masa kejayaan Islam Pattani dan Aceh banyak sekali Quran dan kitab-kitab yang ditulis tangan oleh ulama-ulama dari kedua negeri, namun dari segi jumlah lebih banyak ditulis ulamaulama dari Aceh. Tak heran kalau koleksi dari Aceh cukup signifikan jumlahnya di pesantren-pesantren ini. Begitulah napak tilas redaksi mengenai keberadaan ulama Aceh dalam mendakwah islam hingga ke Malasyia dan Thailand. “Ureung Aceh meutaloe wareh, sampoe keudeh u Malaya” 

Pattani, July 2014

Selamat Jalan Anak Gaza Oleh : Almuzanni

Di antara awan-awan yang melayang. di dalam kepungan asap terdengar isak tangisan, suara letusan nan kebajiran peluru roket dan rudal begitu merah bumi Gaza itu. Diantara jalan-jalan perbatasan Israel-Gaza, runtuhan bangunan yang selalu ditatap dan bayangan tubuhmu yang tak bosan-bosan mata melihat alangkah rindu ibumu dan ayahmu. Mungkin itulah yang dirasakan ibunda dan ayahanda dari anak-anak bumi gaza palestina. Anak Gaza meninggal dengan cara tragis, dengan kebrutalan di tangan para zionis . yang tak terlepas dari pandangan Allah dan malaikat beserta makhluk yang jadi saksi dikemudian hari, Kita patut berbagi kesedihan dengan keluarga-keluarga muslimin di Gaza ( Arab Islam Palestina). Innalillahi wainna ilaihirajiun. sebagaimana penulis kutip dari saifuddin bantasyam, Rasulullah saw, lewat sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim mengatakan bahwa “ tiada seorang muslim yang meninggal (kematian) tiga orang balig melainkan allah karuniakan surga kepada anak-anak itu”(serambi Indonesia, 22/2/2011). 

Untuk itu, Makna dari hadits ini bisa di interpretasikan sebagai, deritanya anak Gaza didunia sungguh bahagianya mereka hidup di surga untuk selama-lamanya. Menerima Kematian Namun jika pun tragedi tersebut masih menyisakan kepedihan dan kesedihan, maka semua perasaan itu lumrah belaka. Kesedihan dan kepedihan tentu bukan ketidakrelaan. Mati adalah sesuatu yang pasti, akan dialami oleh semua yang hidup, termasuk kita. Itu sebabnya agama juga menganjurkan bagaimana kita sebaiknya menerima kematian itu. Kematian anak-anak di bumi gaza merupakan pelajaran bagi semua ummat dan bisa memperkuatkan keimanan kaum m u s l i m i n a p a b i l a m a t i i t u m e r e k a menerimanya sebagai sebuah keniscayaan. Tentu saja kesedihan dan duka adalah fitrah manusia. Strategi Yahudi U n t u k m e m b u m i h a n g u s k a n palestina, Negeri Islam pada umumnya. Langkah-langkah yang lakukan oleh para p e n j a j a h y a h u d i a w a l n y a m e n c a r i kepercayaan dan kedudukan yang kuat kepada sekutunya. 

Dalam hal ini mereka bermisi dan berambisi untuk menguasi di bidang perekomian (transaksi ekonomi) dan pendidikan palestina. Setelah itu, lanjutan visi dan misi yahudi untuk mempersulit dan mempailitkan transaksi ekonomi orang gaza ( arab palestina), mereka membujuk dan merayu serta mendorong warga palestina untuk menunaikan ibadah haji dengan menjual rumah (tempat tingal) kepada zionis Israel. Akhirnya, warga gaza tiada lagi tempat tinggalnya, yang kemudian diteruskan dengan berbagai macam ilah daya guna bisa mendiami atau bertempat tinggal di palestina yang rancang bagaikan asrama tentara. Selanjutnya, para pemerintahan yahudi(zionis) mencari dukungan mereka pada pemerintah inggris. Sehingga inggris merestui dan siap menolong yahudi dibumi palestina yang pada gilirannya ingin menjadikan sebagai Negara Israel. Strategi yang terkahir, disaat pemerintah inggris akan mengangkat kakinya dari palestina, jauh-jauh hari zionis Israel sudah mengatur dan mempersiapkan perlengkapan alat sejata mereka yang dimasukkan ke palestina untuk menghancur leburkan warga palestina secara habis-habisan, yang pada gilirannya juga anak-anak bangsa arab palestina tidak bisa belajar dan melanjutkan study pendidikan. 

Pengalaman ummat islam palestina ini, sudah semestinya untuk dipamahi dan dijadikan pelajaran oleh ummat islam di negeri kita Indonesia khususnya aceh, dalam membentengi dan membela tanah air serta hak milik mereka dari serangan dan rongrongan manusia yang berniat tidak baik kepada ummat Islam.

"Gempa" Karya Cek Man

Hamba Mu telah banyak melakukan
kesalahan….
Hamba Mu telah lupa akan nikmat
yang Engkau berikan….
Banyak…….. banyak…. Dan
banyak lagi….
Oh…… Tuhan..
Engkau peringatkan kami dengan
menggoyangkan bumi ini….
Oh…….. Tuhan….
Engkau peringatkan kami dengan berbagai
macam cara……
Tapi……..
Waktu itulah banyak yang ingat pada Mu ya
Allah….
Ya Allah ya Rabbi…. Tunjukilah kami jalan
kesadaran…
Untuk bisa mengingatkan Mu dalam sepi
ataupun rame….
Kami tahu……….. kami ini selalu membuat
kesalahan di Bumi Mu ya Allah..
Ya Allah ya Rabbi……….. Goncangan yang
kuat di Bumi……
Kami tahu……. Bahwa itu peringatan dari
Mu ya Allah…….
Moga ke depan kami menjadi hamba – hamba
yang Engkau Ridhai….


Sinyeu, Indrapuri, Aceh Besar
Senin, 14 Oktober 2013

Semangat Belajar Anak-Anak Gaza Oleh : Ahmad Faizuddin

Masih terekam dalam ingatan masa-masa sekolah dulu di tahun 1990an. Suasana waktu itu diwarnai dengan konflik bersenjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Siapa yang tidak kecut hatinya ketika mendengar rentetan suara senapan dan ledakan bom? Konflik yang terjadi mempunyai pengaruh besar terhadap pembelajaran di sekolah, khususnya di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Terkadang terdengar kontak senjata di malam hari, dan terkadang juga di siang bolong ketika anak-anak sedang belajar. Maka dengan terpaksa sekolah pun diliburkan dan kami pulang ke rumah masing-masing. 

Konflik antara TNI dan GAM tidaklah seberapa dibandingkan dengan konflik yang terjadi antara penduduk Gaza-Palestina dengan Israel. Perang yang baru-baru ini berlangsung selama lebih kurang 50 hari, dimulai dari 8 Juli dan berakhir 26 Agustus 2014, menewaskan lebih dari 2.100 orang, diantaranya adalah 500 anak-anak, dan menghancurkan 200 rumah sekolah. Sebelumnya, konflik berkepanjangan sejak puluhan tahun yang lalu telah merenggut dan menghancurkan apa saja yang ada di Palestina. Bayangkan bagaimana trauma yang dialami anak-anak Palestina. Seharusnya m e r e k a b i s a b e r m a i n d a n m e n i k m a t i pembelajaran dengan bebas. Namun perang telah merenggut hak-hak mereka dengan paksa. Alhamdulillah kini mereka kembali bersekolah. Meskipun dalam kondisi yang carut marut, semangat warga Palestina dalam memberikan pendidikan dan sekolah untuk anak-anak mereka patut kita acungkan jempol dan contoh teladani. 

Dalam sebuah media lokal diberitakan bahwa Israel khawatir tingkat pendidikan di P a l e s t i n a j u s t r u m e n i n g k a t s e t e l a h berlangsungnya perang (Republika Online). Hal ini seperti dinyatakan oleh Dr. Mahmud Al- Ja'bari, Wakil Menteri Pendidikan Palestina, bahwa Israel bukan hanya ketakutan dengan keberanian rakyat Palestina, namun mereka juga takut dengan semangat menuntut ilmu warga Palestina. Meskipun Israel memblokade dan mempersulit berlangsungnya pendidikan di Gaza, namun pemerintahan Palestina berusaha menjalin kerjasama pendidikan dengan pihakpihak luar. Israel tidak mengizinkan para pengajar dari luar datang ke Gaza. Bahkan mereka memutuskan jalur kerjasama pendidikan antara Gaza dan Tepi Barat. Namun kesempatan kunjungan rombongan Negara-negara luar justru dimanfaatkan dengan baik untuk membina kerja sama pendidikan. Berdasarkan wawancara dengan Fariz Al-Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, di tahun 2010, ternyata 100% anakanak Palestina justru mengenyam pendidikan di b e r b a g a i w i l a y a h p e n d u d u k a n n y a (Okezone.com). 

Ketegangan politik tidak membuat mereka lalai dalam memperhatikan pendidikan untuk anak-anak dan generasi muda. Malahan menurut beliau pendidikan mulai dari kelas I hingga XII gratis, tidak dipungut biaya sepersen pun. Meskipun dalam keadaan sulit, pendidikan harus tetap jalan. Pendidikan adalah jalur utama dalam upaya merekonstruksi Palestina. Meskipun Israel telah menutup ribuan sekolah dan lembaga pendidikan tinggi di Palestina, namun kegiatan pembelajaran tetap berlangsung secara aktif. Hal ini disadari betul oleh penduduk Palestina bahwa pendidikan mempunyai peran kunci dalam membangun kembali masyarakat paska konflik serta sebagai upaya mencegah konflik di masa yang akan datang. Dibandingkan dengan Indonesia, pendidikan di jalur Gaza, Palestina bukanlah barang mewah. Namun sayangnya menurut laporan riset international Pearson Education terhadap 68 negara di dunia tahun 2013, justru I n d o n e s i a m e n e m p a t i p e r i n g k a t terbawah di dunia bersama Meksiko dan Brazil. 

Berdasarkan tingkat kelulusan antara tahun 2006 dan 2010, Indonesia masih kalah dengan Palestina yang negaranya senantiasa dilanda konflik bersenjata. Bagaimana sebenarnya s y s t e m p e n d i d i k a n y a n g diterapkan untuk anak-anak Palestina? Ternyata sederhana saja. Mereka diajarkan untuk menguasai Al-Qur'an sejak dini dan memahami betul ayatayatnya. Adab, akhlaq dan ilmu haruslah diutamakan karena ini adalah fondasi dasar keberhasilan seseorang. Dikarenakan kondisi yang tidak menentu, Kementrian Pendidikan Palestina di Gaza juga mempersiapkan latihan militer, teori dan praktis tentang perang, sejak SMA. Mereka dibekali p r a k t e k m e n e m b a k , m e m a n j a t , merangkak dan seni bela diri. Inilah yang menjadi senjata hebat sehingga mereka dapat bertahan dalam segala situasi sampai sekarang. Bagaimana dengan pendidikan di perguruan tinggi? Ternyata banyak juga warga Palestina yang menempuh pendidikan di luar negeri. 

Di awal tahun 2013, Nedal A. M. Jabari meraih gelar doktor dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jurusan Teknik Elektro. Kajian thesisnya yang berjudul Adaptive Virtual Classroom Model (AVCM) Based on Student Modeling and Course Sequencing menceritakan tentang pengembangan universitas di negeri yang dilanda konflik bersenjata seperti Palestina. Menurut dia, AVCM ini akan dipakai untuk manajemen perkuliahan Universitas Terbuka (UT) di Palestina. Metode ini dimulai dengan placement test berupa pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab oleh calon mahasiswa untuk mengetahui kecenderungan mereka, apakah menyukai teks, gambar atau eksperimen. Selanjutnya model pembelajaran online akan disesuaikan dengan pilihan mereka tersebut. Yang menyukai teks akan disuguhkan basis teks, yang menggemari gambar akan diberikan media visualisasi yang menarik, dan yang suka bereksperimen akan diterapkan pendekatan penelitian. Jadi pada dasarnya tujuan perkuliahannya sama, namun metode yang digunakan berbeda disesuaikan dengan kecenderungan masing-masing. Nah, warga Palestina saja yang m e m p u n y a i b a n y a k k e t e r b a t a s a n infrastruktur karena senantiasa dilanda perang begitu antusiasnya dalam menuntut i l m u . B a g a i m a n a d e n g a n k i t a y a n g mempunyai banyak fasilitas dan serba kecukupan? Wallaahua'lam. 

© Akhi (Gombak: 20.09.2014, 8:30 a.m.)
 
© 2013 LamuriOnline.Com. Semua Hak Dilindungi.
Create By IT Kreasi. Power By Blogger.