lamurionline.com -- Lhokseumawe – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe meminta Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe untuk menaikkan peunayah atau gaji guru honorer, bukan justru memberhentikannya. Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris IGI Kota Lhokseumawe, Cut Darmiaty SPdI saat memimpin rombongan IGI beraudiensi dengan Komisi D yang menangani pendidikan DPRK Lhokseumawe pada Senin (29/11) di gedung DPRK.

 Menurut Darmiaty, IGI mengapresiasi keputusan Pemko yang membatalkan rencana untuk tidak melanjutkan kontrak tenaga harian lepas (THL) tahun 2021. Audiensi dengan DPRK, lanjut Darmiaty, untuk memastikan bahwa wacana pemutusan kontrak THL benar-benar tidak terjadi terutama tenaga guru kontrak.

“Kedatangan kita untuk memastikan bahwa pemutusan kontrak THL batal dilakukan. Kita juga mendesak agar guru THL dinaikkan peunayah atau gajinya sesuai dengan upah minimum kota (UMK) Lhokseumawe yang telah ditetapkan,” ujar Darmiaty.

Dikatakan Darmiaty bahwa gaji guru THL selama ini sangat tidak manusiawi dan menghina profesi guru. 

“Kita sangat menyayangkan dengan besaran gaji guru THL sebesar 300 ribu per bulan dan ini tidak manusia. Jumlah ini jauh di bawah UMK yang telah ditetapkan Pemko,” sebut Darmiaty.

Lebih lanjut Darmiaty meminta dukungan DPRK untuk membantu anggaran pelaksanaan program peningkatan kompetensi guru dan literasi yang diajukan oleh IGI.

Audiensi tersebut disambut oleh Ketua Komisi D DPRK Lhokseumawe, Akmal Kasem didampingi anggotanya yaitu Azhari ST SPd TGr, Masykurdin el Ahmadi, dan Abdul Hakim.

Anggota Komisi D DPRK Lhokseumawe, Azhari mengapresiasi pergerakan IGI Kota Lhokseumawe yang peduli terhadap kapasitas dan kehidupan guru. Azhari menyatakan bahwa kepedulian IGI tersebut harus didukung dan dijembatani.

“Poin kenaikan peunayah guru THL tidak dapat dilakukan lagi karena baru saja diketuk palu pengesahan anggaran tahun 2022. Kita akan usulkan pada tahun 2022 untuk diimplementasikan pada tahun 2023,” jelas Azhari.



Azhari dan anggota Komisi D mendukung IGI untuk melaksanakan program-program penguatan pendidikan. Nantinya, tutur Azhari, akan diupayakan dukungan ril di lapangan, seperti pameran dan launching buku yang ditulis oleh praktisi pendidik anggota IGI.

Adapun rombongan IGI dipimpin oleh Wakil Ketua IGI Kota Lhokseumawe Ratna Dewi MPd, didampingi oleh Cut Darmiaty, T Isman Surdi SPd, Hamdani SPd, Bidel Kastro SPd, serta beberapa pengurus lainnya.  (*)

Editor: Darmawan

SHARE :
 
Top