lamurionline.com -- Banda Aceh : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Dr Silahuddin M.Ag bersama sejumlah staf dan guru melakukan kunjungan silaturahmi dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin dan jajarannya, di Gedung PWI Aceh, di kawasan Simpang Limong, Banda Aceh, Senin (10/01/2022).

Dalam perbincangan akrab di Ruang Rapat Lt. I Gedung PWI Aceh, Silahuddin yang didampingi oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Aceh Besar Zaidarsyah, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Aceh Besar Junaidi MPd dan sejumlah staf lainnya menyampaikan ucapan selamat kepada Nasir Nurdin dan jajarannya yang terpilih dan telah dikukuhkan sebagai Ketua PWI Aceh periode 2021-2026.

Kadisdikbud Aceh Besar itu berharap di bawah kepemimpinan Nasir Nurdin, PWI Aceh akan semakin maju ke depan. “Kami berharap pula agar PWI Aceh ikut mendorong dan memberikan stimulus-stimulus dengan pemberitaan yang mempublikasikan berbagai kegiatan pendidikan, guna memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Besar khususnya dan Aceh pada umumnya,” ujar Silahuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Silahuddin yang juga Ketua Forum Dinas Pendidikan (Disdik) se-Aceh melaporkan pula bahwa wilayahnya kerap didatangi oknum yang mengaku sebagai wartawan dan melakukan kegiatan jurnalistik dengan menyasar sekolah-sekolah pinggiran dan wilayah pedalaman Aceh Besar.

“Saya sering menerima laporan bahwa praktik dan perilaku oknum-oknum yang mengaku wartawan itu cenderung meresahkan. Mereka kerap mengancam dan menakut-nakuti, yang ujung-ujungnya mengharapkan imbalan uang dari para kepala sekolah atau guru yang menjadi sasaran pemerasannya,” katanya.

Menghadapi kondisi yang bisa mengganggu kelancaran proses belajar-mengajar dan kerap meresahkan kepala sekolah atau para guru di wilayahnya itu, Silahuddin minta petunjuk dan arahan dari Ketua PWI Aceh dan jajarannya agar hal itu tak lagi terulang. “Apa yang bisa dilakukan oleh kepala sekolah atau para guru ketika berhadapan dengan oknum-oknum yang mengaku wartawan,” pintanya dengan nada tanya.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin yang didampingi Wakil Ketua Bidang Pendidikan Asnawi Kumar, Wakil Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Jufrizal, dan Anggota Dewan Penasihat PWI Aceh Mukhlis Musa menyayangkan adanya praktik tak terpuji dan cenderung meresahkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mencatut profesi wartawan.

“Jika ada oknum seperti itu lagi, kami menyarankan tak perlu takut menolaknya jika mereka tidak bisa memperlihatkan identitasnya. Kalau tetap memaksa harus berani menghubungi pihak kepolisian, terlebih kalau mengarah pada aksi pemerasan,” kata Nasir Nurdin.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir Nurdin juga memaparkan bahwa dalam kepengurusan organisasi wartawan yang dipimpinnya itu, saat ini bergabung sekitar 50 wartawan media baik media cetak, televisi, radio, maupun online. Dari jumlah tersebut, sebagian besar terdiri dari orang-orang berpengaruh atau para pengambil kebijakan di medianya, seperti pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, para redaktur dan lain-lain.

“Oleh karena itu, perlu saya tegaskan bahwa kami siap memberitakan kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan di media-media yang tergabung dalam PWI.  Silakan dikirim rilis-rilis tentang kegiatan yang ada di Disdikbud dan silakan dimanfaatkan media-media yang ada di PWI Aceh,” tutupnya.

Pertemuan silaturahmi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata dan buku dari Kadisdikbud Aceh Besar untuk PWI Aceh. (Cek Man/*)

SHARE :
 
Top