lamurionline.com -- Banda Aceh -- Allah memberikan kepada Ibrahim tauhid yang hakiki dan tauhid yang kuat. Kesejahteraan dilimpahkan kepada Ibrahim, demikian Allah memberikan balasan kepada orang yang berbuat baik. Karena tauhid kuat, maka hatinya mudah untuk ikhlas karena Allah Swt semata. 

Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry Dr Ali Abubakar menyampaikan hal tersebut dalam khutbah Idul Adha di Lapangan Parkir Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Rabu, (28/6/2023). 

Ali Abubakar menjelaskan, orang yang lemah tauhidnya, maka akan berhitung berapa uang yang dikeluarkan untuk kurban, tetapi orang yang bertauhid akan yakin Allah memberikan balasan berlipat ganda berapa pun kurban yang dia keluarkan. “Matematika langit sangat istimewa,” ujarnya.   



Menurut Wakil Ketua PW Muhammadiyah Aceh ini, ibadah harus dengan kadar kemampuan, jika mampu tetapi tidak melaksanakan kurban, berarti ada yang salah dengan kebertauhidan seseorang. Iklhas adalah dimensi yang sangat rahasia, bahkan Malaikat tidak tahu, karena Malaikat mencatat apa yang dilihatnya saja. Setan pun tidak tahu mengenai keikhlasan. 

“Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kamu atau harta kamu, tetapi Allah melihat hati kamu.  Karena itu, kurban bukan jumlah yang kita kurbankan tetapi dari keikhlasan hatinya,” tegasnya. 

Selanjutnya Ali Abubakar menguraikan ciri orang yang ikhlas dalam bekerja dan beribadah, selalu melakukan pekerjaannya sebaik mungkin,  walaupun sedang sendiri atau bersama orang lain. Orang yang ikhlas masih mau mendengarkan nasihat atau petunjuk dari orang lain, terbuka untuk memperbaiki diri agar dia bisa selalu dekat pada Allah. 



Orang yang ikhlas, tegasnya,  tidak mungkin menonjolkan diri, selalu mengharapkan ridha Allah bukan penilaian atau penghargaan dari manusia. Orang yang ikhlas dalam beribadah atau bekerja cenderung sangat tenang kepribadiannya. Tidak tergesa-gesa. Dia yakin Allah menilai setiap proses. 

“Untuk itu, perbaiki tauhid jika hati terasa belum ikhlas. Nabi Ibrahim adalah contoh hamba Allah yang ikhlas karena kekokohan tauhidnya,” pungkasnya. (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top