Loading...

Oleh: Ustadzah Nursalmi SAg

Kajian Kitab Hafits Arba’in, di Majlis Ta’lim Al-Maghfirah, Persatuan Orang Tua Murid (POM) TPQ Plus Baiturrahman Banda Aceh, setiap Jumat ba’da Ashar

Dok. IST


عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Terjemah Hadits 
"Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga". (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Fiqhul Hadits
1. Fase Fase Perkembangan Janin Dalam Rahim
Hadits ini menunjukkan bahwa janin diciptakan dalam seratus dua puluh hari dalam tiga fase. Setiap fase waktunya empat puluh hari. Pada empat puluh hari pertama berupa sperma, pada empat puluh hari kedua berupa segumpal darah, dan empat puluh hari ketiga sebumpal daging. Setelah seratus dua puluh hari, malaikat meniup ruh kepada janin, dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara, yaitu menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.

Hikmah yang dapat diambil adalah Allah mengajarkan kita untuk meraih suatu kesempurnaan harus bertindak tenang, bertahap dan, tidak tergesa gesa. Karena manusia juga diciptakan secara bertahap dari satu fase ke fase berikutnya.

2. Peniupan Ruh
Para ulama sepakat bahwa peniupan ruh terjadi setelah janin berusia 120 hari, terhitung sejak mulainya proses pembuahan, yaitu ketika usia kehamilan menginjak empat bulan dan memasuki bulan ke lima.

3. Haramnya Menggugurkan Kandungan
Para ulama sepakat atas haramnya menggugurkan kandungan setlah ditiupnya ruh ke dalam janin. Hal ini dianggap sebagai tindak kriminal. 
Menggugurkan kandungan sebelum ditiupnya ruh  kedalam janin hukumnya juga haram, ini menurut pendapat manyoritas ulama.

4. Ilmu Allah SWT
Allah mengetahui keadaan makhluknya baik sebelum mereka diciptakan maupun stelah diciptakan.Dengan demikian, semua yang ada pada mereka baik keimanan, kekafiran, kemaksiatan, ketaatan, kebahagiaan, kesengsaraan pasti diketahui dan atas kehendakNya. Namun Allah tidak menghalangi seorang hamba untuk bebas memilih dan meraih apa yang diinginkan. 
Allah memerintahkan hamba-Nya untuk beriman dan taat, serta melarangnya untuk kufur dan maksiat.

5. Berdalih Dengan Takdir
Adapun sesuatu yang ditakdirkanNya, hal baik maupun buruk adalah sesuatu yang tidak kita ketahui dankita tidak diberi ilmu untuk mengetahuinya, juga tidak diminta pertanggungjawabannya. Karena itu orang orang sesat, kafir dan fasik tidak bisa berdalih dengan takdir, ketentuan dan kehendak Allah, karena Allah sudah memerintahkan hamba-Nya untuk beriman dan dilarang kufur.

6. Amal Dinilai dari Akhirnya
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal itu dinilai dari akhirnya". Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).

Intisari Hadits
Hadits Nabi ini menjelaskan tentang fase fase perkembangan janin di dalam rahim. Tidak ada ilmu bedah (anatomi) dan ilmu tentang janin yang menemukan hal ini, kecuali pada masa sekarang. Ini merupakan mukjizat ilmiah yang diterangkan secara jelas dalam al-Quran dan as-Sunnah.

Diringkas dari kitab Al-Wafi, Syarah Hadits Arba’in Imam An-Nawawi. Karangan DR.Musthafa Dieb al-Bugha dan DR.Muhyiddin Mitsu.
SHARE :
 
Top