LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Bulan Muharram yang ditetapkan sebagai Bulan Wakaf Nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Yayasan Wakaf Haroen Aly menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp179.120.500 kepada 30 santri di Aceh.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis pada kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Kamis (25/6/2026).
Lebaran Yatim merupakan program nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas melalui penyaluran santunan, bantuan pendidikan, beasiswa, serta berbagai bentuk dukungan sosial lainnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai instrumen Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf), sehingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan dana umat semakin meningkat.
Ketua Nazhir Yayasan Wakaf Haroen Aly, Tgk H. Irawan Abdullah, S.Ag., M.M., mengatakan penyaluran beasiswa tersebut merupakan bukti nyata bahwa wakaf yang dikelola secara profesional, produktif, dan amanah mampu memberikan dampak besar bagi peningkatan kualitas pendidikan umat.
"Momentum Bulan Muharram menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial. Beasiswa ini merupakan hasil optimalisasi dana wakaf yang kami kelola agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para santri yang sedang menempuh pendidikan," ujarnya.
Menurut Tgk Irawan, wakaf tidak hanya berfungsi sebagai ibadah jariah, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi dan pendidikan yang mampu melahirkan generasi Islam yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Ia pun berharap Bulan Wakaf Nasional tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa wakaf produktif dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan umat.
“Insya Allah, Yayasan Wakaf Haroen Aly akan terus menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dalam mengembangkan pendidikan Islam dan memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan Ziswaf yang profesional di Aceh," pungkasnya. (Murdani Tijue)

0 facebook:
Post a Comment